meteor bintang jatuh

2 2

Fakta Mengenai Meteor yang di Sangka Bintang Jatuh – Banyak orang yang mengatakan mengenai peristiwa bintang jatuh. Bintang jatuh yang terlihat oleh mata kita, itu bukanlah bintang melainkan meteor yang menyerupai bintang. Peristiwa bintang jatuh juga sering kali orang membuat suatu permintaan dan tidak sangka beberapa permintaan itu terkabulkan. Berikut adalah fakta mengenai meteor yang menyerupai bintang jatuh

Lokasi
Anda tidak mungkin mendapati beberapa bintang jatuh secara sporadis selama senja, atau sebelum jam 10 malam. Disarankan untuk mencari tempat yang tinggi, tidak banyak cahaya dan lapang, dalam artian leluasa untuk melihat ke angkasa.

Beberapa orang mencari titik asal bintang jatuh. Biasanya dari rasi Perseus, menggantung rendah di langit utara atau timur laut.

Kondisi Langit
Perseid akan terlihat di seluruh Amerika Serikat dan di beberapa negara lain. Kondisi langit terbaik untuk melihat hujan meteor ini adalah di tempat yang jauh dari polusi cahaya.

Jadi, semakin Anda berada di pelosok dan jauh dari riuh kota, hujan meteor akan makin nampak.

Kalah Oleh Cahaya Bulan
Cahaya Perseid akan sedikit dikalahkan oleh sinar Bulan pada Agustus tahun ini, yang secara efektif akan memblokir kemunculan banyak meteor yang cahayanya lebih redup.

Namun, Perseid dikenal karena bola api mereka, atau meteor yang sangat terang, yang masih tetap bisa bersinar melalui cahaya Bulan.

Baca Juga :Peristiwa Langit Terbaik di 2021 yang Siap Temani di Malam Hari

Terkadang, bola api tersebut disebabkan oleh objek yang mengenai atmosfer Bumi, yang memiliki ukuran lebih besar. Di lain waktu, itu adalah hasil dari meteor yang menembus jauh ke atmosfer.

Warna yang Anda lihat tergantung pada komposisi meteor. “Perseid menunjukkan pancaran natrium yang kuat,” kata Cooke. “Itu sebabnya, mereka sering tampak bersinar kuning.”

Meskipun sulit untuk menentukan komposisi unsur Perseid, beberapa meteor diketahui mengandung magnesium, zat besi, karbon dan silikon. Warna pancaran meteor juga dapat berasal dari ionisasi udara di sekitarnya.

Selama Hujan Meteor, Saturnus Juga Akan ‘Bertemu’ Bulan
Di luar hujan meteor pada 12 Agustus, Bulan purnama disebut akan melewati dekat dengan Saturnus, mencapai garis bujur langit yang sama, yang dikenal sebagai konjungsi, pada pukul 06.05 EDT atau 17.05 WIB, menurut Skycal NASA.

Konjungsi itu tidak akan terlihat saat Saturnus menampakkan diri pada pukul 03.05 EDT atau 14.05 WIB pada 12 Agustus di New York. Namun, kedua benda langit tersebut akan tetap berada dalam fraksi satu sama lain. Bulan akan berada tepat di utara Saturnus, dan keduanya akan berada di rasi Sagitarius.

Terlihatnya Rasi Bintang
Meskipun cahaya Bulan purnama cenderung mengalahkan sinar bintang-bintang yang lebih redup, asterisme akan mudah terlihat. Ini merupakan gejala optis di mana bintang yang terlihat dalam batu mulia, seperti “Summer Triangle”, yang terdiri dari bintang-bintang Vega, Deneb dan Altair.

Sekitar 1,5 jam setelah matahari terbenam di belahan Bumi utara, Anda dapat melihatnya di atas untuk menemukan bintang terang Vega. Sementara itu, konstelasi Leo akan berada di barat.