gombalan kenapa malam itu gelap

3 3

Fakta Mengapa Langit Malam Gelap – Dalam benak kita pasti sering bertanya-tanya. Mengapa langit pada malam hari akan berubah menjadi gelap? Pemandangan gelap pada malam hari tidak akan begitu gelap, karena di isi dengan bulan dan bintang-bintang. Berikut adalah fakta mengenai mengapa langit pada malam hari akan berubah menjadi gelap

Bergerak dengan Kecepatan Terbatas
Tetapi, pada kenyataannya, cahaya yang jatuh akan memanaskan debu sehingga bisa bersinar secerah sumber cahaya aslinya.

Jawaban lain yang diajukan untuk menjawab paradoks tersebut menjelaskan pergeseran sinar inframerah dari galaksi jauh yang luar biasa akan mengalihkan cahaya dari jangkauan penglihatan menjadi sinar inframerah yang tak terlihat.

Sinar inframerah adalah gelombang sinar panjang yang dipancarkan galaksi karena perluasan alam semesta.

Tapi jika penjelasan ini benar, gelombang sinar ultraviolet yang lebih pendek juga akan bergeser ke jangkauan penglihatan yang terlihat – yang tidak terjadi.

Menurut Kwitter saat ini ada dua solusi terbaik untuk menjawab Paradoks Olber tersebut.

BACA JUGA :Fakta Mengenai Meteor yang di Sangka Bintang Jatuh

Pertama, meski galaksi kita tidak terbatas, tapi usianya belum sangat tua. Poin ini sangat penting karena cahaya bergerak dengan kecepatan terbatas (meski sangat cepat!), sekitar 300 ribu kilometer per detik.

Kita bisa melihat sesuatu hanya setelah cahaya yang dipancarkan benda itu sudah sampai ke kita. Dalam pengalaman sehari-hari besarnya waktu tunda sangatlah kecil.

Bahkan saat duduk di balkon ruang konser, kita baru akan melihat konduktor mengangkat tongkatnya kurang dari sepersejuta detik setelah dia benar-benar melakukannya.

Akhirnya Akan Redup
Ketika jarak bertambah, begitu juga dengan waktu tunda. Misalnya, astronot di bulan mengalami penundaan waktu 1,5 detik dalam komunikasi mereka dengan Pengendali Misi di Bumi.

Itu karena adanya waktu tunda yang dibutuhkan sinyal radio (yang berbentuk cahaya) untuk melakukan perjalanan pulang-pergi antara Bumi dan Bulan.

Sebagian besar astronom setuju alam semesta berusia antara 10 dan 15 miliar tahun. Itu berarti jarak maksimum kita bisa melihat cahaya antara 10 dan 15 miliar tahun cahaya.

Jadi, biarpun ada galaksi yang jauh lagi, cahaya mereka tidak akan sempat sampai ke kita.

Jawaban kedua terletak pada kenyataan bintang dan galaksi tidak berusia panjang. Mereka akhirnya akan redup.

Kita akan melihat efek ini lebih cepat di galaksi terdekat, berkat waktu tempuh cahaya yang lebih pendek.

Karena efek inilah mengapa langit malam tidak bisa terang benderang meski banyak bintang mengeluarkan cahaya mereka.

Cahaya dari bintang-bintang akan membutuhkan waktu banyak untuk sampai ke kita. Karena cahaya mereka harus melewati objek-objek terdekat yang bisa saja terbakar dan kemudian menjadi gelap.