elemen rasi bintang

Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari

Skyofnight.net – Jika kalian berdiri pada malam hari dan melihat ke arah langit, maka akan tampak “kubah” langit yang dihiasi berjuta-juta bahkan miliaran benda langit, pada kondisi cerah tanpa ada awan ataupun kabut. Benda-benda langit tersebut terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu: bintang, tata surya dan nebula.

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Sekumpulan bintang tersebut dapat berupa bintang tunggal, bintang kembar (biner), galaksi dan rasi bintang.

Kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan terletak berdekatan disebut dengan rasi bintang atau konstelasi bintang. Artikel kali ini akan membahas sejumlah fakta menakjubkan di balik rasi bintang yang pernah atau bahkan sering kita lihat di indahnya malam. Ini dia beberapa fakta utamanya!

1. Total jumlah rasi bintang bukan 12 tetapi 88 rasi bintang
Seorang ahli astronomi Yunani kuno bernama Ptolemy pada tahun 1500 Masehi merangkai rasi bintang sejumlah 48 pada Belahan Bumi Utara (BBU). Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1551 Masehi, penjelajah asal Belanda bernama Geradus Mercato, Pieter Keyser dan Frederick de Hautmann melengkapi daftar rasi bintang di bagian Bumi Belahan Selatan (BBS).

Kemudian, rasi bintang yang sudah dikumpulkan sebelumnya dipetakan ulang oleh astronom Polandia, Johannes Hevellius dan astronom Perancis, Nicolas Lois de Lacaille menjadi seperti sekarang. Sehingga di tahun 1922, Persatuan Astronom Internasional (IAU) meresmikan jumlah rasi bintang dengan total 88 buah.

2. Nama-nama rasi bintang yang ada mengacu pada mitologi Yunani kuno
Banyak rasi bintang memiliki nama yang berasal dari Yunani kuno. Hal ini dikarenakan penelitian dan pengamatan rasi bintang sudah dilakukan sejak masa Yunani kuno. Pengamatan rupa rasi bintang juga dikaitkan dengan legenda dan mitos dalam kebudayaan Yunani kuno.

3. Seperti matahari dan bulan, rasi bintang juga mengalami terbit dan terbenam
Sama halnya dengan kedua sistem tata surya tersebut, rasi bintang tidak berdiam diri di satu lokasi, rasi bintang mengalami yang namanya terbit dan terbenam. Terbit dan terbenamnya rasi bintang selalu empat menit lebih awal dibandingkan dengan malam sebelumnya.

Oleh karena itu, waktu terbit maupun terbenamnya, yang selalu berubah-ubah setiap hari, membuat para pengamat di Bumi tidak bisa melihat rasi bintang yang sama setiap malam. Perubahan yang dialami oleh rasi bintang adalah selama dua jam setiap bulan.

4. Munculnya rasi bintang selalu bergantian satu dengan yang lainnya
Karena Bumi mengelilingi matahari membuat rasi bintang tidak selalu teramati di langit malam sepanjang tahun, hanya bisa diamati pada bulan-bulan tertentu saja. Tetapi itu bukan menjadi teori yang mutlak dalam mengamati rasi bintang.

Posisi seseorang juga menentukan pengamatan, karena lokasi setiap rasi bintang berbeda dan bervariasi. Misalnya saja, rasi bintang Orion adalah rasi bintang musim dingin, Leo rasi bintang musim semi dan Pegasus rasi bintang musim gugur.

5. Pergerakan rasi bintang sama seperti matahari dari timur ke barat
Bila diperhatikan secara saksama akan muncul banyak bintang dan rasi bintang pada bagian timur langit senja sebelum nantinya akan menghilang di ufuk barat menjelang fajar. Rasi bintang yang menyelesaikan perjalanan melingkar 360 derajat mengelilingi matahari membuatnya memiliki tingkat pergeseran harian kurang lebih satu derajat. Ini berarti rasi bintang akan kembali ke posisi semula satu tahun kemudian, dengan waktu terbit yang sama seperti sebelumnya.

6. Rasi bintang juga memiliki famili, lho
Famili di sini diartikan sebagai sekelompok rasi bintang yang posisinya terletak pada bagian langit yang sama. Biasanya, nama famili diambil berdasarkan nama rasi bintang yang paling menonjol.

Contoh famili rasi bintang adalah Famili Herkules, Famili Ursa Mayor, Famili Perseus dan Famili Orion. Sedangkan, famili lainnya adalah famili zodiak yang umum dikenal masyarakat luas.

7. Orion, adalah salah satu famili rasi bintang yang digunakan sebagai penentu waktu bercocok tanam oleh nenek moyang orang Indonesia
Di mata para astronom, Orion dikenal sebagai rasi bintang yang digunakan untuk menunjukkan arah. Di Indonesia, jenis rasi bintang satu ini membantu nenek moyang kita dalam menentukan kapan waktu tanam dan kapan waktu panen.

Cara memanfaatkan rasi bintang ini adalah dengan melakukan pola hitung yang rumit yang disebut hitungan mangsa atau nenek moyang kita menyebutnya dengan Waluku. Dari hasil hitungannya dapat diketahui kapan waktu bercocok tanam yang tepat.