Fakta Menarik Seputar Bintang

Fakta Menarik Seputar Bintang

Skyofnight.net – Saat malam hari, kamu bisa melihat bintang sebagai titik-titik yang bercahaya dan bertebaran di langit. Bintang merupakan materi luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri.

Walaupun saat malam bintang hanya terlihat sebagai kilauan kecil, akan tetapi sebenarnya bintang memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan banyak sekali bintang yang berukuran lebih besar daripada Matahari. Selain itu, terdapat fakta lain seputar bintang yang belum tentu kamu ketahui. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran dan membuatnya tampak bersinar
Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk pembakaran dan membuatnya tampak menyala. Cahaya pada bintang berasal dari reaksi fusi atau penggabungan 2 inti yang ringan menjadi 1 inti yang lebih besar. Reaksi ini kemudian menghasilkan panas yang luar biasa sehingga bintang tampak bercahaya.

2. Proses terbentuknya bintang di alam semesta
Pembentukan bintang terjadi di awan debu dan gas antarbintang yang disebut dengan nebula yang sebagian besar komponen penyusunnya adalah molekul hidrogen. Proses pembentukan bintang ini dimulai ketika awan tersebut bergerak dan berputar yang kemungkinan disebabkan oleh gelombang kejut dari ledakan supernova di dekatnya.

Kemudian mulai terbentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar dan panas. Ketika temperatur di dalam gumpalan ini telah mencapai 10 juta derajat celsius, maka akan terjadi proses fusi nuklir yang menyala yang menandakan bahwa sebuah bintang baru telah terbentuk. Proses pembuatan bintang ini membutuhkan waktu hingga jutaan tahun.

3. Semua bintang pada akhirnya akan mengalami kehancuran
Semua elemen di alam semesta memiliki umur, termasuk bintang yang pada suatu saat juga akan binasa. Usia bintang bermacam-macam, ada yang jutaan hingga miliaran tahun, tergantung pada massa masing-masing bintang. Semakin massive massa suatu bintang, maka usianya akan semakin pendek.

Akan tetapi, penyebab hancurnya bintang-bintang adalah karena kehabisan bahan bakar. Sebagian besar komponen penyusun bintang adalah hidrogen. Seumur hidupnya, hidrogen pada bintang ini akan melakukan fusi atau penggabungan dengan sesama hidrogen dan membentuk helium. Setelah habis, helium-helium tersebut akan kembali mengalami fusi dan membentuk karbon.

Setiap tingkat fusi ini akan menghasilkan energi yang membuat bintang semakin panas. Peningkatan temperatur ini membuat bintang menjadi semakin besar hingga akhirnya meledak dan menghasilkan gas. Peristiwa ini dinamakan dengan supernova, yang juga menandai berakhirnya masa hidup suatu bintang.

Baca Juga : Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

4. Bintang dikelompokkan dalam beberapa kategori
Para astronom membagi bintang dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik cahaya yang dipancarkan. Secara umum dikategorikan menjadi bintang O, B, A, F, G, K, M, R, N, T, Y berdasarkan temperatur, warna, dan kilauannya. Sebagai contoh, bintang tipe O dan B memiliki warna biru dengan temperatur 30 sampai 40 ribu Kelvin.

Lebih jauh, astronom mengklasifikasikan bintang berdasarkan karakteristik lain seperti kecepatan rotasi, jumlah elemen lain selain hidrogen dan helium, hingga keberadaan elemen kimia dalam atmosfer suatu bintang.

5. Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Matahari, yang suatu saat juga akan meledak
Matahari, yang merupakan sumber energi utama dalam sistem tata surya kita adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi. Matahari dikategorikan dalam bintang tipe G yang terbentuk 4,6 miliar tahun lalu.

Matahari termasuk dalam bintang kerdil berwarna kuning yang saat ini tengah berada dalam fase peleburan hidrogen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 5 miliar tahun ke depan. Selanjutnya, Matahari akan mengalami fusi helium yang menyebabkan Matahari menjadi semakin panas hingga suatu saat akan meledak dan membentuk nebula.