Langit Malam

langit langit

Peristiwa Langit Terbaik di 2021 yang Siap Temani di Malam Hari – Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa kita telah memasuki bulan kedua di tahun 2021. Jika perjalananmu tidak semulus yang dibayangkan pada Januari lalu, jangan berhenti untuk optimis, ya. Di bulan yang baru ini, pasti ada hal baik yang akan datang kepadamu.

Agar kamu semakin optimis dan semangat dalam menjalani hari, langit Februari menyajikan berbagai peristiwa langit yang menakjubkan. Luangkanlah waktu untuk mengamatinya di malam hari untuk menyegarkan pikiran dan mengurangi rasa stresmu. Yuk, catat tanggalnya berikut ini!

1. Waktu terbaik mengamati asteroid 18 Melpomene pada 2 Februari 2021

Menurut prediksi, akan ada 15 asteroid yang menampakkan diri di tahun ini. Salah satunya adalah asteroid 18 Melpomene yang bisa diamati pada 2 Februari 2021. Dilansir Space Tourism Guide, benda langit ini akan berada di oposisi. Ini artinya, dari sudut pandang kita, asteroid tersebut terletak tepat di seberang Matahari.

Benda langit tersebut akan mendapatkan cahaya sepenuhnya sehingga ia akan tampak jelas ketika diamati dari Bumi. Asteroid ini terletak di area rasi bintang Cancer, yaitu langit bagian utara. 18 Melpomene akan bersinar terang pada sekitar tengah malam.

2. Puncak hujan meteor Alpha Centaurid pada 8 Februari 2021

Alpha Centaurid tercatat telah aktif sejak 28 Januari dan akan terus berlangsung hingga 21 Februari 2021. Akan tetapi, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah pada 8 Februari 2021. Sebab malam tersebut adalah puncak peristiwa ini.

Di malam itu, hujan meteor akan tampak lebih terang daripada biasanya. Kamu dapat melihat hingga lima meteor yang melintas per jam. Cukup carilah garis-garis lintasan di langit bagian selatan, tepatnya di area rasi bintang Centaurus.

Alpha Centaurid diperkirakan muncul mulai dari tengah malam hingga Matahari terbit pada 9 Februari 2021. Maka dari itu, luangkan waktu untuk melihatnya, ya. Kamu gak perlu siapkan teleskop, cukup pastikan langit di sekitarmu benar-benar gelap.

3. Konjungsi Bulan dan Saturnus pada 10 Februari 2021

Selalu ada di setiap bulan, konjungsi merupakan saat di mana beberapa benda langit tampak sangat dekat dari sudut pandang Bumi. Kali ini, konjungsi terjadi antara Bulan dan Saturnus, tepatnya pada 10 Februari 2021.

Dilansir Info Astronomy, kedua benda langit tersebut hanya terpisah jarak 3 derajat dari satu sama lain. Kamu bisa melihatnya di langit bagian timur menjelang Matahari terbit, yaitu sekitar pukul 05.00 waktu daerahmu. Jangan terkecoh, ya, Saturnus hanya akan tampak seperti bintang berwarna kuning yang tak berkelap-kelip di sisi Bulan.

4. Bulan, Mars, dan Pleiades membentuk segitiga di 19 Februari 2021

Setelah bertemu dengan Saturnus, pada 19 Februari 2021, Bulan akan tampak berdekatan dengan Mars, si planet merah. Keduanya hanya terpisahkan jarak 3 derajat antara satu sama lain.

Namun tak hanya berdua, Bulan dan Mars juga ditemani oleh Pleiades, gugus bintang yang akan tampak bersinar dengan warna biru terangnya. Ketiga benda langit ini akan membentuk formasi segitiga di langit bagian barat. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai Matahari terbenam hingga pukul 23.00 waktu daerahmu.

Baca Juga : Peristiwa Langit Terbaik Sepanjang September 2020

5. Waktu terbaik mengamati asteroid 29 Amphitrite pada 22 Februari 2021

Asteroid kedua yang bisa kamu saksikan adalah 29 Amphitrite yang akan menampakkan diri pada 22 Februari 2021. Ini adalah asteroid terbesar kelima yang ada di sabuk asteroid tata surya, lho. Benda langit tersebut mencapai oposisi pada tengah malam. Tepat di momen tersebut, 29 Amphitrite akan tampak bersinar terang di area langit utara yang gelap.

6. Bulan memasuki fase purnama pada 27 Februari 2021

Fase Bulan purnama akan jatuh pada 27 Februari 2021. Ini adalah saat di mana Matahari, Bumi, dan Bulan secara berurutan berada di satu garis lurus. Akan tetapi, ini berbeda dengan gerhana, ya.

Mengutip Info Astronomy, fase purnama terjadi karena bidang orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap ekliptika Bumi. Cahaya dari Matahari pun berhasil dipantulkan hingga Bulan tampak bersinar terang.

7. Merkurius bersinar terang pada 28 Februari 2021

Sebagai penutup, Merkurius hadir pada penghujung Februari 2021. Planet kecil ini menampakkan dirinya di dini hari, tepat sebelum Matahari terbit. Ia akan terlihat seperti bintang kecil yang bersinar terang tanpa kelap-kelip tepat di atas garis cakrawala.

Itulah tujuh peristiwa langit terbaik yang bisa kamu saksikan di sepanjang Februari 2021. Luangkan waktumu untuk mengamatinya, ya. Hitung-hitung sebagai upaya relaksasi setelah bekerja keras seharian!

Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip

Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang alasan mengapa bintang di langit terlihat kelap kelip.

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya. Perlu diperhatikan bahwa ‘bintang semu’ bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang.

Sering menyanyikan lagu tersebut saat masih kecil? Tidak hanya sekadar lagu, sebenarnya Twinkle Twinkle Little Star berusaha mengajari kita tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Ketika mengamati bintang di malam hari, kita akan melihat bahwa cahaya yang mereka pancarkan tampak berkilauan, berkelap-kelip, dan bahkan terkadang berubah warna. Terlihat sungguh indah dan menakjubkan.

Namun ketika kita melihat matahari dan planet lain, mereka tidak seperti itu. Keduanya memang terlihat bercahaya, tetapi tidak berkilauan seperti bintang. Ternyata hal ini tidak terjadi begitu saja. Ada alasan yang mendasarinya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Bintang yang kita lihat berada sangat jauh dari bumi

Jarak antara bintang dengan posisi kita saat ini sangatlah jauh. Mereka terlihat sangat kecil dari sini. Bahkan teleskop pun tak bisa membantu kita melihat wujud aslinya. Mereka hanya akan nampak seperti titik dengan berbagai warna. Mulai dari merah, oranye, biru, dan putih.

Baca Juga: Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari

2. Sementara itu, bumi memiliki lapisan atmosfer yang menghalangi cahaya bintang untuk masuk

Seperti yang kita tahu, bintang memancarkan cahayanya sendiri. Ketika cahaya yang dipancarkannya masuk ke dalam atmosfer, ia akan dibiaskan. Arah cahaya pun akan berubah menjadi zig-zag saat masuk ke mata, menurut penjelasan Earth Sky.

3. Pembiasan terjadi karena perubahan medium

Masih ingat teori pembiasan yang kita pelajari di sekolah dasar? Cahaya akan berbelok ketika memasuki medium yang berbeda kerapatan. Dalam konteks cahaya bintang, atmosfer kita ternyata lebih rapat daripada ruang hampa.

Namun cahaya bintang tak dapat dibiaskan dengan sempurna karena adanya faktor lain seperti suhu, partikel udara, dan material lainnya. Itulah kenapa akhirnya ia terbias menjadi bentuk zig-zag.

Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari

Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang daftar bintang yang menjadi bintang yang paling terang di langit malam hari.

1. Sirius (Alpha Canis Majoris)

Bintang paling terang di seluruh langit malam bernama Sirius. Terletak jauh di selatan “celestial equator” pada koordinat -16,7o, bintang ini dapat terlihat dari seluruh bagian planet ini. Bintang berwarna putih dengan magnitude -1,5 pada jarak sekitar 8 tahun cahaya ini merupakan bintang utama pada konstelasi atau rasi bintang Canis Major (The Greater Dog), karena itulah bintang ini juga disebut sebagai Dog Star. Bintang ini dianggap penting semenjak zaman dahulu kala. Pada Mesir Kuno, bintang ini menandakan awal mula dari banjir Sungai Nil yang mana penting bagi kelangsungan pertanian dan masyarakatnya.

2. Canopus (Alpha Carinae).

Ini merupakan bintang paling terang nomor dua setelah Sirius, dengan magnitude -0,72. Bintang ini merupakan komponen terpenting dari rasi bintang Carina. Dalam mitologi Yunani melambangkan Canopus, yakni pilot dari kapal Raja Menelaus karena ia adalah bintang yang terletak jauh di belahan Bumi Selatan, di selatan Bahía Blanca (Argentina) dan Valdivia (Chili), . Bintang ini bersifat sirkumpolar, yang berarti ia tidak pernah terbenam di bawah cakrawala. Namun Canopus tidak terlihat dari manapun di Eropa, membutuhkan garis lintang dari 20°LU untuk berkontemplasi. Canopus diklasifikasikan sebagai raksasa putih kekuningan (Yellowish-White Giant).

3. Rigil Kentaurus (Alpha Centauri).

Bintang paling terang nomor tiga ini merupakan suatu sistem yang terdiri dari tiga komponen, yang mana komponen utamanya berwarna kekuningan dengan magnitude -0,29. Dapat ditemukan di rasi bintang Centaurus, yang “hanya” berjarak sekitar 4,36 tahun cahaya dari sistem tata surya kita yang menjadikannya sistem paling dekat dengan kita. Salah satu komponennya, Proxima Centauri, adalah bintang yang paling dekat dengan kita, hanya 4,23 tahun cahaya jauhnya. Rigil Kentaurus merupakan bintang merah yang kecil, yang hanya bisa terlihat menggunakan teleskop kuat. Centaur sendiri merupakan salah satu mitos paling terkenal yang melambangkan Chiron, makhluk dengan setengah tubuh dan kaki kuda dan setengah tubuhnya lagi merupakan manusia.

Baca Juga: Kelahiran dan Kematian Bintang

4. Arcturus (Alpha Bootis).

Bintang keempat dalam hal paling terang ini merupakan anggota utama dari konstelasi Bootes, dapat terlihat pada garis lintang 50°LS atau lebih, dan merupakan yang paling terang di belahan bumi bagian utara, dengan magnitude sebesar -0,04. Ia merupakan bintang oranye raksasa (Orange Giant) yang berjarak 37 tahun cahaya, serta juga yang paling menonjol pada langit musim semi. Di Yunani Kuno dikenal sebagai The Guardian Bear, di mana ia memeroleh namanya yang merujuk pada kedekatannya dengan rasi bintang Ursa Major dan Ursa Minor.

5. Vega (Alpha Lyrae).

Bintang paling terang kelima ini adalah komponen utama dari Lyra, konstelasi musim panas boreal yang bisa terlihat hingga 40ºLS. Merupakan bintang putih dari urutan utama (main sequence), yang berarti ia masih mengubah hidrogennya menjadi helium sebagai hasil dari pembakaran. Bersama dengan Altair (Alpha Aquilae) dan Deneb (Alpha Cygni), ia membentuk apa yang disebut Summer Triangle, referensi penting untuk orientasi langit malam musim boreal ini.

Dalam mitologi klasik, Helenistik digambarkan sebagai kecapi Muses, ditemukan oleh Hermes, yang memberikannya kepada Apollo sebagai ganti rugi atas perampokan yang dilakukannya terhadapnya. Selanjutnya Apollo memberikannya kepada Orpheus, dan ketika dia meninggal, Zeus mengubah Lyre menjadi rasi bintang.