Rekomendasi Lokasi Untuk Lihat Galaksi Bima Sakti

Rekomendasi Lokasi Untuk Lihat Galaksi Bima Sakti

Skyofnight.net – Milky way atau sering disebut bima sakti adalah galaksi berbentuk spiral yang di dalamnya terdapat 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya. Gelapnya malam ditemani dengan gemerlap bintang-bintang menambah suasana romantis. Gak cuma ada di drama Korea aja, Indonesia juga punya lokasi keren untuk menikmati milky way. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai rekomendasi lokasi untuk lihat milky way atau galaksi bima sakti :

1. Dataran tinggi Dieng, Wonosobo.
Dataran Tinggi Dieng ini terletak di Wonosobo, Jawa Tengah. Perjalanan kesana ditempuh kurang lebih selama 5 jam dari kota Semarang. Di dataran tinggi dieng terdapat banyak tempat untuk menikmati milky way diantaranya Komplek Candi Arjuna, Candi Setiyaki, Bukit Sidengkeng, Bukit Sikunir, dan Gunung Prau.

Kamu yang ingin menikmati milky way di dataran tinggi dieng disarankan untuk kesana antara bulan mei hingga agustus, karena bulan itu merupakan musim kemarau. Selain itu karena milky way disaksikan pada malam hari sekitar pukul 23.00 hingga 03.00 pastikan kamu membawa pakaian hangat, karena suhu di dataran tinggi dieng pada siang hari saja sudah dingin apalagi ketika malam hari.

2. Ranu Kumbolo, Semeru.
Ranu Kumbolo memang selalu membuat kita ingin kembali kesana. Bukan hanya sunset dan sunrise saja yang indah di Ranu Kumbolo, milky way di tempat ini sanggup membuat kamu terkagum-kagum. Kamu yang ingin menikmati milky way di Ranu Kumbolo dapat berkemah di Ranu Kumbolo biar puas menikmati milky waynya. Perpaduan milky way dengan danau kumbolo yang cantik dijamin membayar semua rasa lelahmu untuk menuju kesana.

3. Gunung Bromo, Jawa Timur.
Gunung yang sangat populer di kalangan wisatawan ini juga memiliki milky way yang indah. Waktu yang tepat untuk menikmati milky way di Gunung Bromo adalah sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 dan sebaiknya pada musim kemarau yakni sekitar bulan April hingga September. Milky way di Gunung Bromo ini banyak diakui wisatawan asing sebagai milky way terbaik di dunia lho.

Baca Juga : Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari

4. Pulau Kepa, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan alam Indonesia tak bisa dipisahkan dengan daerah Nusa Tenggara, Pulau Kepa salah satunya. menikmati milky way di Pulau Kepa berbeda dengan milky way lainnya karena kamu akan menikmatinya ditemani dengan deburan ombak. Sayangnya akses ke Pulau Kepa cukup sulit karena tidak ada jalanan beraspal, sepi kendaraan bermotor dan warung-warung penjual makanan, bahkan hanya ada satu penginapan disini. Karena aksesnya sulit masih sedikit orang yang berkunjung kesana sehingga Pulau Kepa terkesan masih alami. Kamu yang ingin berkunjung kesini sebaiknya menyiapkan perbekalan yang cukup.

5. Segara Anakan, Nusa Tenggara Barat.
Danau yang terletak di kawah Gunung Rinjani ini menyimpan berjuta keindahan, milky way salah satunya. Kamu dapat menikmati milky way disini sambil berkemah di tepian danau segara anakan. Danau nya yang sebening kaca memantulkan gemerlap cahaya bintang-bintang di langit. Sekali lagi kamu yang ingin menikmati milky way sebaiknya datang di bulan kemarau.

6. Gunung Gede, Jawa Barat
Gunung Gede mungkin merupakan lokasi terdekat untuk menikmati milky way bagi kamu yang tinggal di ibu kota. Kamu yang ingin liburan singkat menikmati milky way cocok untuk ke Gunung Gede. Kamu yang ingin menikmati keindahan milky way di Gunung Gede, berkemahlah di alun-alun suryakencana sambil ditemani hamparan bunga edelweiss.

Milky way rata-rata ditemukan di daerah gunung, sehingga perlu perjuangan ekstra untuk dapat menikmati milky way. Apalagi kamu yang belum pernah naik gunung sebelumnya, tentu perjuangan mu menjadi dua kali lipat. Tapi tenang saja keindahan milky way yang kamu dapatkan tidak akan membuat perjuanganmu sia-sia, apalagi kalau kamu ditemani pasangan.

Bintang Paling Terang di Luar Angkasa

Bintang Paling Terang di Luar Angkasa

Skyofnight.net – Banyak benda yang tersebar di alam semesta ini, salah satunya bintang yang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat 2 bintang, yaitu bintang semu yang memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain, serta bintang nyata yang menghasilkan cahaya sendiri. Namun secara umum bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri.

Bintang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bintang banyak digunakan dalam hal keagamaan, bercocok tanam, navigasi, kalender, dan lainnya. Matahari merupakan bintang yang terang dan paling dekat dengan bumi, jaraknya sekitar 149.680.000 kilometer.

Tetapi matahari bukan yang paling terang, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa bintang paling terang di luar angkasa :

1. Sirius
Sirius yang dikenal juga dengan sebutan Alpha Canis Majoris ini merupakan bintang yang paling terang di langit. Sirius dapat dilihat dari hampir seluruh tempat di Bumi, kecuali bagi yang tinggal pada lintang di atas 73,284 derajat utara. Tanggal 1 Januari merupakan waktu terbaik untuk melihat bintang yang paling terang ini.

Nama ‘Sirius’ berasal dari bahasa Yunani “Seirios” yang berarti menyala-nyala atau sangat panas. Pada kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat matahari masih berada di atas horizon.

2. Canopus
Canopus merupakan bintang yang paling terang ke-2 setelah Sirius. Bintang yang mempunyai nama lain Alpha Carinae ini merupakan bintang yang paling terang di rasi Carina. Tanggal terbaik untuk melihat Canopus yaitu 28-29 Desember, saat itu bintang ini berada di meridian pada tengah malam. Pada saat itu orang-orang di sekitar garis Khatulistiwa dapat melihat Canopus.

Berdasarkan spektrumnya, Canopus merupakan bintang raksasa terang berwarna kuning-putih. Jarak Canopus sekitar 310 tahun cahaya dari tata surya.

3. Rigil Kentaurus
Rigil Kentaurus juga dikenal dengan nama populernya yaitu Alpha Centauri. Bintang ini yang paling terang ke-3 setelah dua bintang di atas. Rigil Kentaurus adalah yang paling terang dalam rasi Centaurus. Bintang ini merupakan sistem tiga bintang yang terlihat seperti satu bintang bila dilihat dari jauh.

Jarak Rigil Kentaurus dari tata surya kita sekitar 4,2 sampai 4,4 tahun cahaya dan merupakan sistem bintang yang terdekat dengan tata surya. Bintang ini dapat dilihat oleh sebagian besar oleh orang di bagian selatan planet Bumi.

Baca Juga : Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor

4. Arcturus
Arcturus atau Alpha Bootis merupakan bintang yang paling terang di rasi Bootes, serta bintang paling terang di bagian langit utara. Arcturus hampir dapat dilihat dari seluruh penjuru bumi, karena letaknya yang tidak jauh dari ekuator langit. Waktu terbaik untuk melihat bintang yang satu ini adalah sekitar bulan April.

Arcturus berjarak sekitar 43,9 tahun cahaya dari bumi dan terkenal dengan pergerakannya yang besar. Secara visual, setidaknya bintang ini 110 kali lebih terang dari matahari, tetapi energi yang terpancar 180 kali lebih banyak.

5. Vega
Vega atau yang mempunyai nama Alpha Lyrae merupakan bintang yang paling terang di rasi Lyra serta yang paling terang ke-5 di langit. Bintang ini merupakan yang paling terang kedua di langit utara setelah Arcturus. Vega mempunyai ukuran 2 kali lebih besar dari matahari dan memancarkan 50 kali energi lebih banyak.

Umur Vega saat ini diperkirakan antara 200 sampai 500 juta tahun. Vega hanya akan bersinar satu miliar tahun saja, Sepersepuluh dari kala hidup matahari. Bintang ini juga memiliki rotasi yang sangat cepat.

6. Capella
Capella atau Alpha Aurigae adalah bintang yang paling terang di rasi Auriga dan ke-6 di langit. Bintang ini juga menjadi yang paling bersinar di langit utara setelah Arcturus dan Vega. Sebenarnya Capella terdiri dari 2 bintang yang sama-sama memiliki ukuran 10 kali matahari.

Nama Capella berasal dari bahasa Latin yang berarti kambing betina (kecil), jarak bintang ini dengan bumi yaitu 42 tahun cahaya.

7. Rigel 
Rigel atau Beta Orionis merupakan bintang yang paling terang di rasi Orion, serta yang paling terang ke-7 di langit malam. Rigel mempunyai suhu sekitar 11.000 derajat Kelvin. Nama Rigel berasal dari bahasa arab yang berarti kaki atau kaki orion. Rigel memiliki diameter 79 kali lebih besar dari matahari serta massa 21 kali lebih besar.

Bintang Terbesar di Jagat Raya

Bintang Terbesar di Jagat Raya

Skyofnight.net – Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Bintang terbentuk dari gumpalan gas dan debu. Bintang juga merupakan objek astronomis yang terdiri dari gumpalan zat bercahaya yang menyatu karena gravitasinya sendiri.

Di saat langit malam sedang cerah, bintang akan terlihat bertaburan. Pada pandangan mata, mungkin jumlah bintang hanya ribuan namun sebenarnya ada miliaran bintang di alam semesta.

Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah matahari. Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari bumi dan diameternya 12.000 kali lebih besar dari bumi. Matahari memang sangatlah besar.

Namun matahari bukan bintang terbesar yang ada di jagat raya. Ada bintang lain yang lebih besar yang ukurannya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan kali dari matahari.

Manusia telah menemukan banyak benda di angkasa raya, namun ada beberapa bintang terbesar lain yang pernah ditemukan sejauh ini. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa bintang terbesar di jagat raya :

1. UY Scuti
UY Scuti merupakan bintang merah yang masuk golongan bintang supergiant atau hypergiant. UY Scuti terletak di konstelasi scutum dan merupakan bintang paling besar yang pernah diketahui.

Sulit untuk menentukan ukuran pasti UY Scuti namun diperkirakan diameternya mencapai 2,365 miliar km. Sementara itu diameter matahari 1,392 juta km. Itu artinya diameter UY Scuti 1700 kali lebih besar dari matahari. Bisa dibayangkan berapa besarnya.

Jika matahari diibaratkan dengan sebuah kelereng, maka UY Scuti besarnya seperti sebuah gedung museum yang besar. Apabila UY Scuti menggantikan matahari sebagai pusat tata surya maka bumi akan tenggelam ke dalamnya.

2. VY Canis Majoris
VY Canis Majoris juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Bintang ini berada pada rasi Canis Major. VY Canis Majoris memiliki diameter 1,976 miliar km. Itu artinya diameter bintang ini lebih besar 1500 kali dari diameter matahari.

Jarak bintang ini sekitar 4000 tahun cahaya dari bumi. Jika VY Canis Majoris diumpamakan dengan bola futsal maka UY Scuti lebih besar sedikit dari bola basket.

Baca Juga : Fakta Menarik Seputar Bintang

3. VV Cephei
VV Cephei adalah bintang merah besar golongan supergiant. Bintang super besar ini terletak di rasi bintang Cepheus. Sekali lagi, ukuran bintang ini tidak dapat dipastikan ukurannya karena letaknya yang jauh dan bentuknya yang tak bulat sempurna.

Namun VV Cephei diperkirakan memiliki diameter 1,38 miliar kilometer. Bintang ini lebih kecil dari VY Cavis Majoris. Bintang raksasa yang satu itu ini bisa dilihat dengan mata telanjang jika keadaan langit malam tak berawan dan tak ada sinar bulan. Bintang ini pernah menjadi bintang terbesar namun pada tahun 2010 VY Cavis Majoris menggeser posisinya.

4. Mu Cephei
Sir William Herschel melakukan observasi terhadap Mu Cephei pada tahun 1783. Ia mengatakan warna Mu Cephei seperti warna batu garnet, salah satu batu mulia berwarna merah tua. Bintang ini juga disebut sebagai bintang Herschel’s Garnet sebagai tanda penghormatan pada Sir William Herschel.

Bintang ini memiliki diameter yang tidak jauh berbeda dengan VV Cephei yakni 1,15 miliar kilometer. Bintang ini terletak di bagian utara rasi bintang Chepeus.

5. Betelgeuse
Urutan selanjutnya jajaran bintang raksasa adalah Betelgeuse. Bintang ini juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Selain masuk deretan bintang raksasa terbesar, bintang ini juga masuk urutan bintang paling terang, beberapa tingkat di bawah Sirius.

Diameter Betelgeuse sekitar 820 juta kilometer. Betelgeuse berada pada konstelasi Orion. Suhu di permukaan bintang ini diperkirakan mencapai 3600 Kelvin.

Sejauh ini itulah lima urutan bintang terbesar di jagat raya. Sangat besar bukan? Matahari saja jauh lebih kecil dibanding bintang-bintang itu apalagi bumi.

Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

Skyofnight.net – Seberapa sering sih kamu keluar dan menatap langit? Mungkin kamu jarang ya menatap langit, apalagi kalau langit lagi terik di siang bolong. Bahkan kita mungkin menatap langit di malam hari hanya untuk sekadar melihat bintang atau bulan. Ah, tapi tidak juga. Mungkin kita lebih senang menatap layar tv untuk menonton acara kesayangan.

Namun, jika kamu pernah keluar rumah sesekali dan tak sengaja melihat komet yang lewat, atau memastikan hujan meteor yang pernah kamu dengar di berita, kemungkinan kamu masih memiliki beberapa kesalahpahaman yang kamu dapatkan dari sekolah dasar. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai mitos tentang objek langit yang selalu dianggap benar :

1. Meteor bisa mencapai permukaan bumi
Hujan meteor pasti akan masuk berita jika itu terjadi dalam skala yang relatif besar. Tapi, itu bukanlah meteor – melainkan meteorit. Perubahan nama terjadi ketika ia menyentuh tanah. Ia bukan meteor sampai ia mengenai atmosfer Bumi. Saat ia berada di luar angkasa, namanya adalah meteoroid.

Dilansir dari space.com, hanya meteor terbesar yang bertahan untuk mencapai Bumi, dan kecepatannya itu sekitar 30.000 mph, dengan suhu 3.000 derajat Fahrenheit. Maka tidak mengherankan, jika sebagian besar tidak berhasil menembus atmosfer tanpa hancur sepenuhnya, seperti yang dilakukan setidaknya lima mil di atas permukaan planet. Lainnya, hanya meledak biasa.

Sangat jarang bahwa batu ruang angkasa besar berhasil menembus permukaan, di mana mereka bisa meledakkan kawah jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan. Yang lebih kecil itu sudah umum, dan sekitar 5 hingga 10 persen dari semua meteor menjadi meteorit.

2. Hujan meteor besar-besaran
Dilansir dari amsmeteors.org, meskipun langit tidak selalu dipenuhi dengan bintang atau meteor jatuh, tetap ada peluang untuk kita melihatnya (jika beruntung). Hujan meteor yang berbeda akan memiliki frekuensi yang berbeda pula. Hujan meteor terbesar, paling intens (seperti Perseid) mampu menciptakan hingga 100 bintang jatuh setiap jamnya.

Di hari yang lebih lambat, hujan Perseid tertentu mungkin hanya memuntahkan sekitar satu meteor per menit, dan beberapa hujan dengan kerapatan lebih rendah? Kita bisa melihat sekitar 5 hingga 10 setiap jamnya.

Masih ada hujan meteor lain yang bahkan lebih sulit untuk dilihat, beberapa diketahui hanya memiliki satu atau dua yang terlihat setiap jam, setidaknya dari sudut pandang dari Bumi. Betapa seringnya meteor jatuh itu tidak konstan.

3. Hujan meteor terjadi secara acak
Hujan meteor terbesar contohnya Orionid, yang terjadi dalam satu menit. Menurut earthsky.org, hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun pada akhir Oktober, dan ini sangat teratur karena ini adalah waktu yang sama setiap tahun ketika Bumi melewati orbit Komet Halley.

Meskipun komet itu jelas tidak ada di sana, ia melakukan orbitnya berkali-kali, yang meninggalkan sejumlah besar puing-puing di belakangnya, dan itulah mengapa hujan meteor Orionid terjadi.

Jadi mengapa disebut Orionid? Karena semua meteor akan terlihat seperti berasal dari area yang sama di langit – dari titik pandang manusia, itulah rasi bintang Orion. Bumi melewati orbit komet dua kali. Hujan meteor lainnya terjadi pada bulan Mei, yakni hujan Eta Aquarid, sebagian besar dilihat dari belahan bumi selatan.

Baca Juga : Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

4. Bintang jatuh selalu memiliki warna yang sama
Bintang jatuh semuanya berwarna sama, kan? Agak keputihan? Kita tahu kalau itu sebagian besar warna dari bintang di langit. Namun beberapa peneliti telah mengamati bintang jatuh yang berwarna merah dan biru.

Kecepatan pergerakan meteoroid mungkin ada hubungannya dengan (yang lebih lambat biasanya tampak merah atau oranye), serta komposisi mineral dan batuan yang berbeda dapat mempengaruhi warnanya juga.

Menurut amsmeteors.org, hanya sekitar 5 persen dari aura yang dilepaskan oleh meteoroid berasal dari komposisinya sendiri (sisanya berasal dari ruang di sekitarnya), dan terkadang warnanya tidak konstan.

Pembakaran nikel secara tiba-tiba, akan menghasilkan warna geren, namun itu sepertinya juga tidak akan bertahan lama. Ada juga masalah penglihatan warna oleh kita sendiri (dan batas-batas penglihatan itu). Apa yang kita lihat, terkadang cenderung tidak dapat diandalkan.

5. Komet hanyalah batu biasa
Komet biasanya dianggap sebagai batu-batu tua yang membosankan, namun nyatanya, menurut space.com, sebagian besar komet terbuat dari es, debu, dan gas seperti karbon dioksida dan metana.

Ada juga pertanyaan yang masih belum terpecahkan, yakni bagaimana hal-hal seperti air bisa ada di Bumi, dari mana datangnya. Satu hipotesis menyatakan bahwa potongan air pertama kali dibawa oleh sebuah komet yang akhirnya berdampak pada permukaan planet ini sejak dulu sekali.

Dan pada tahun 2005, salah satu pesawat penyelidik NASA mendekati sebuah komet bernama Tempel 1. Saking dekatnya, ia mendapat sampel dari inti kepala komet. Komet itu penuh dengan lubang, mereka juga berdebu, gas, dan sedingin es.

6. Komet selalu memiliki ekor
Jika kamu disuruh untuk membayangkan komet, pasti kamu berpikir kalau komet itu bundar di bagian depan dan memiliki ekor di bagian belakangnya, kan. Saat komet melewati ruang angkasa, mereka menumpahkan sebagian dari diri mereka. Itulah yang menciptakan ekor, bagi kebanyakan komet.

Menurut sciencealert.com, pada 2016, para ilmuwan menemukan komet aneh yang muncul dari Oort Cloud, yang merupakan rumah dari sebagian besar komet yang ditemukan sejauh ini. Setiap beberapa ratus tahun, orbitnya membawa mereka melalui tata surya kita, dan kita mengenal mereka dengan ekor yang berbeda itu.

Namun, komet khusus ini tidak memiliki ekor. Ia juga tidak memiliki kandungan es yang besar yang dimiliki sebagian besar komet, dan menurut spektrumnya (yang merupakan hal astronomis yang dapat digunakan para ilmuwan untuk mengidentifikasi tubuh ketika mereka bergerak melalui ruang angkasa), komet khusus ini belum pernah ada.

Jadi, mengapa benda ini dianggap sebagai komet? Ini karena orbitnya, yang membuat beberapa ilmuwan berpikir mereka harus melakukan revisi mengenai definisi “komet.”

7. Komet dan ruang angkasa tidak memiliki bau
Di ruang angkasa, katanya, tidak ada yang bisa mendengarmu menjerit. Tapi bagaimana dengan bau? Jika suara tidak ada, masuk akal dong ya kalau aroma juga tidak bisa tercium? Tapi tim di belakang misi Rosetta pada 2014, mengungkapkan faktanya.

Dilaporkan newscientist.com, Rosetta mendarat di sebuah komet bernama 67P / Churyumov-Gerasimenko, dan mereka melaporkan bahwa adanya hal-hal seperti hidrogen sianida, amonia, dan hidrogen sulfida (antara lain karbon dioksida, yang tidak berbau).

Informasi yang dikumpulkan memungkinkan tim untuk berbalik dan memberikan data itu ke Inggris, yang kemudian dibuat seperti apa aroma komet itu. Didapati kalau komet itu berbau seperti telur busuk dan sedikit berbau urin.

Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

Skyofnight.net – Menyaksikan fenomena langit seperti hujan meteor, atau gugusan bintang di langit malam selalu menjadi hal yang menyenangkan. Tidak jarang, para penggemar langit ini rela begadang atau pergi ke tempat tertentu yang minim cahaya hanya untuk menyaksikan fenomena langit.

Selain jadi pemandangan yang spektakuler, beberapa fenomena langit juga hanya terjadi dalam puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun sekali. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beragam fenomena langit yang sangat indah :

1. Badai meteor Leonid
Hujan meteor Leonid mungkin jadi salah satu fenomena langit yang rutin mengunjungi bumi setiap tahun. Tapi bagaimana dengan badai meteor Leonid? Meski sama-sama merupakan fenomena hujan meteor, namun badai meteor Leonid bisa dibilang sangat langka terjadi yakni hanya setiap 33 tahun sekali.

Badai meteor Leonid sendiri disebabkan oleh komet Tempel-Tuttle yang mendekati bumi dan melontarkan serpihan batu yang kemudian menjadi hujan meteor. Alhasil setiap jamnya, kamu bisa melihat 1.000 meteor di langit malam.

2. Komet Halley
Komet Halley mungkin menjadi salah satu komet yang populer bagi penduduk bumi. Meski begitu, hanya sedikit sekali orang-orang yang pernah melihatnya secara langsung. Komet Halley pertama kali ditemukan oleh Edmund Halley pada tahun 1531.

Sayangnya karena garis orbitnya yang sangat lonjong membuat komet Halley membutuhkan waktu sangat lama yakni 75 tahun hanya untuk bisa mengelilingi matahari dan terlihat dari bumi. Komet Halley terakhir kali melintas pada tahun 1986 dan baru akan terlihat pada tahun 2061 atau sekitar 41 tahun lagi.

3. Konjungsi planet
Mengunjungi planet tetangga seperti Mars memang jadi sesuatu yang mustahil dilakukan saat ini. Tapi paling tidak, kamu tetap bisa menyaksikan planet tetangga ini dari langit bumi. Bukan hanya satu planet, kamu bahkan bisa melihat beberapa planet berjajar rapi membentuk satu garis lulus di dekat bulan atau membentuk pola segitiga dari langit bumi.

Pada tahun 2000, planet Mars, Merkurius, Jupiter, Saturnus, dan Venus membentuk garis lurus dengan bulan. Pada tahun 2011 dan 2015, Venus “reuni” dengan Merkurius juga Jupiter dan membentuk pola segitiga. Sedangkan konjungsi planet lengkap seperti tahun 2000 baru akan terjadi lagi pada tahun 2040.

4. Komet Hale-Bopp
Komet Halley bukan satu-satunya komet langka yang bisa dilihat dari bumi. Selain Halley, komet Hale-Bopp juga pernah melintasi bumi. Komet ini baru ditemukan pada tahun 1995 oleh astronom Amerika, Alan Hale dan Thomas Bopp. Setelah perjalanan panjang, pada tahun 1997 akhirnya komet ini bisa disaksikan secara langsung oleh warga dunia.

Tidak tanggung-tanggung, komet Hale-Bopp terlihat seribu kali lebih terang dari komet Halley dan dapat dilihat setiap malam selama 18 bulan. Sayangnya, kita semua tidak mungkin melihat komet ini lagi karena komet ini hanya muncul sekali dalam 2392 tahun.

Baca Juga : Fakta Tentang Aurora Borealis

5. Transit Venus
Transit Venus adalah fenomena di mana Venus berada di antara matahari dan bumi. Saat ini terjadi, Venus akan terlihat seperti bintik hitam di permukaan matahari. Transit Venus sebenarnya bisa dilihat setiap 8 tahun sekali dengan posisi yang berbeda-beda. Namun untuk bisa melihat Venus melintas di posisi yang sama, kamu harus menunggu selama 110 tahun.

6. Blue moon
Bulan biru atau yang juga dikenal dengan nama “The Blue Moon” adalah bulan purnama kedua dalam sebulan dan hanya terjadi dua tahun sekali. Meski namanya bulan biru, tidak berarti bulan purnama berubah warna jadi biru.

Namun siapa sangka, bulan pernah benar-benar berubah jadi biru di tahun 1883. Ketika itu, gunung Krakatau meletus dan memenuhi atmosfer dengan abu vulkanis. Alhasil, alih-alih berwarna kekuningan seperti biasa, bulan justru berubah menjadi biru.

7. Gerhana matahari total
Gerhana matahari menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak dari kita mungkin sering melihat fenomena gerhana matahari, meski begitu mungkin hanya sedikit dari kita yang pernah menyaksikan gerhana matahari total.

Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi. Akibatnya, cahaya matahari terhalang oleh bayangan bulan dan membuat bumi jadi gelap untuk beberapa waktu. Gerhana matahari total terakhir kali terjadi tahun 2017 lalu.

Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora

Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora

Skyofnight.net – Fenomena aurora atau Northern Lights menjadi hal yang paling dicari ketika berkunjung ke utara Bumi. Inilah negara-negara terbaiknya

Northern Lights atau Cahaya Utara merupakan fenomena spektakuler, di mana banyak orang rela pergi ke ujung dunia demi menyaksikannya. Ada beberapa tempat terbaik untuk melihat Aurora Borealis yang mempesona.

Untuk benar-benar merasakan pengalaman yang terbaik dari Cahaya Utara, langit harus benar-benar gelap. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa rekomendasi tempat terbaik di dunia untuk melihat aurora :

1. Islandia
Islandia terletak dekat dengan lingkaran Arktik di Atlantik Utara sehingga menjadikannya salah satu destinasi terbaik untuk melihat aurora borealis. Meskipun traveler mungkin dapat menangkap cahaya yang menari-nari di langit itu di ibu kota Reykjavik, tapi mungkin mendapatkan peluang yang lebih baik di luar kota.

Berkendaralah ke salah satu laguna gletser paling terkenal di Islandia, Jokulsarlon, di mana Cahaya Utara akan seakan-akan tampak berada di ujung gunung es.

Tempat menginap:
Kurang dari lima belas menit berkendara dari laguna, Hali Country Hotel adalah pilihan yang cocok untuk pelancong yang bepergian dalam grup kecil dengan pilihan apartemen dua kamar.

2. Norwegia
Tromso di Norwegia adalah pilihan populer bagi para wisatawan yang mengejar aurora tidak hanya karena koneksi penerbangannya yang sangat baik, tetapi juga karena lokasi ini berada di tengah oval aurora. Di mana fenomena Cahaya Utara yang sulit ditangkap ini sering terlihat.

Pencinta kuliner dan pengunjung konser memiliki satu alasan lagi untuk mengunjungi Tromso mengingat Tromso juga merupakan kota yang ramai dengan banyak kegiatan lain, seperti festival makanan dan musik di sepanjang tahun.

Tempat menginap:
Bagi yang menginginkan tempat menginap yang bebas repot, Radisson Blu Hotel Tromso merupakan titik keberangkatan yang ideal untuk perjalanan Anda di Tromso. Hotel ini berada dalam jarak berjalan kaki ke tempat-tempat terkenal di kota ini termasuk Nordnorsk Kunstmuseum, Katedral Tromso, dan Galeri Seni Krane.

3. Finlandia
Finlandia bukan hanya tempat asal Santa Claus. Selama musim Cahaya Utara, fenomena ini dapat dilihat hampir setiap malam di Lapland. Dengan kondisi cuaca yang tepat, Anda mungkin dapat melihat Cahaya Utara dari mana saja di Finlandia.

Tempat menginap:
Karena Cahaya Utara dapat muncul dan menghilang secara tak terduga, Anda mungkin perlu tinggal di luar untuk sementara waktu untuk melihatnya. Menginaplah Santa’s Hotel Aurora & Igloos di jantung Desa Luosto, dan saksikan Cahaya Utara dari iglo kaca di kamar Anda. Hotel ini bahkan memiliki sistem peringatan Northern Lights, jadi traveler tidak akan melewatkan pengalaman sekali seumur hidup ini.

Baca Juga : Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah

4. Swedia
Saat berada di Swedia, kamu dapat mulai dengan Stockholm sebagai titik awal, sebelum melakukan perjalanan ke arah utara ke Swedish Lapland untuk menangkap Cahaya Utara di Taman Nasional Abisko. Terletak jauh dari lampu-lampu kota, langit yang gelap membuat cahaya-cahaya hijau Northern Lights tampak lebih cerah.

Tempat Menginap:
Jika Anda beruntung, Anda dapat melihat aurora borealis langsung dari kamar Anda di Mattarahkka Northern Light Lodge. Sebelum langit menjadi gelap, jangan lupa untuk menikmati fika atau kopi ala Swedia!

5. Alaska, Amerika Serikat
Fairbanks bisa dibilang adalah tempat terbaik untuk melihat langit aurora di Amerika karena kota ini terletak tepat di bawah oval aurora. Ada banyak hal lain yang dapat dilakukan di Fairbanks selain menunggu keindahan langit, misalnya bersantai di Aurora Ice Museum dan menikmati koktail di icebar, atau menghangatkan badan dan merasakan keindahan Alaska di Chena Hot Springs yang terkenal.

Tempat menginap:
Menawarkan kamar dan suite yang luas, Fairbanks Moose Manor B&B menghadirkan keramahan Alaska dan sarapan rumahan, hanya beberapa menit dari kota. Dengan sedikit polusi cahaya di daerah tersebut, Anda memiliki peluang bagus untuk menangkap keindahan Cahaya Utara dari kamar Anda sendiri.

6. Kanada
Anda dapat melihat aurora dari berbagai tempat di Kanada, terutama di wilayah paling utara. Sejauh 400 kilometer ke arah selatan dari Lingkaran Arktik, aurora borealis adalah pemandangan umum di Yellowknife. Wisatawan juga dapat berkemah di Desa Aurora, di mana Anda akan menikmati kursi menonton outdoor yang dilengkapi pemanas dan berputar 360 derajat demi mendapatkan tampilan langit yang sama sekali tidak terhalang.

Tempat menginap:
Cobalah di Aurora Deluxe Guest House yang modern. Anda dapat berkenalan dengan sesama tamu di dapur dan ruang makan yang dipakai bersama-sama, sambil menunggu pertunjukan cahaya.