Info Langit Malam

Bintang Paling Terang di Malam Hari – Pada malam hari terdapat banyak sekali bintang yang menerangi langit. Bintang yang ada memiliki ukuran yang sangat beragam. Langit malam memiliki begitu banyak bintang yang menyajikan pemandangan menakjubkan. Dilansir Astronomy, bintang-bintang tersebut diklasifikasikan berdasarkan temperaturnya dalam kelas spektral yang terdiri dari 10 urutan, yaitu O, B, A, F, G, K, M, L, T, Y.

Nah, kali ini kita bakal membahas lima bintang berwarna merah dan putih yang bersinar terang di langit malam. Masuk ke dalam tipe spektral apakah bintang-bintang tersebut? Yuk, simak di bawah ini!

Bintang Paling Terang di Malam Hari

1. Antares
Antares merupakan bintang paling terang di rasi Scorpius si Kalajengking. Dilansir Earth Sky, bintang ini masuk ke dalam tipe spektral M1. Itu artinya, Antares adalah bintang merah raksasa yang memiliki suhu sekiranya 3.400 derajat Celsius.

Antares diketahui sudah memasuki fase akhir hidupnya. Bintang merah raksasa ini diperkirakan bakal mengalami supernova atau ledakan dahsyat dalam beberapa juta tahun yang akan datang.

2. Sirius
Sirius merupakan bintang paling terang nomor satu di langit malam. Bintang ini termasuk ke dalam tipe spektral A, tepatnya A1V, yang mana memancarkan cahaya putih cerlang.

Sirius adalah bagian dari keluarga rasi Canis Major. Bintang ini memiliki temperatur yang mencapai 9.667 derajat Celsius, hampir dua kali lipat suhu Matahari yang hanya sekiranya 5.800 derajat Celsius.

Baca Juga : Nama-Nama Bintang Paling Redup

3. Arcturus
Arctutus ialah bintang paling terang ke-4 di langit malam. Bintang ini termasuk ke dalam tipe spektral K, lebih lengkapnya K0 III, yang membuat Arcturus memancarkan cahaya merah menyala.

Arcturus memiliki temperatur sekiranya 4 ribu derajat Celsius. Bintang ini sedikit lebih dingin dari Matahari, tetapi cahayanya bersinar 28 kali lebih terang dari bintang di tata surya kita, lho!

Mengapa demikian? Ini karena Arcturus memiliki ukuran yang satu kali lebih besar dari Matahari. Sehingga, meskipun suhunya rendah, ukurannya yang masif bakal membuat Arcturus nampak terang di langit malam. Ini juga berlaku bagi bintang-bintang yang lainnya.

4. Canopus
Canopus merupakan bintang dari keluarga rasi Carina yang menduduki posisi ke-2 objek bercahaya paling terang di langit malam. Dilansir Sky and Telescope, bintang ini masuk ke dalam tipe spektral A atau F, tepatnya A9 atau F0.

Hal itu membuat cahaya yang dipancarkan Canopus nampak berwarna putih cerlang. Suhu dari bintang ini diperkirakan mencapai 7.077 derajat Celsius.

Peristiwa Langit Terbaik Sepanjang September 2020 Peristiwa Langit Terbaik Sepanjang September 2020

Peristiwa Langit Terbaik Sepanjang September 2020 – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut peristiwa langit terbaik selama bulan September 2020.

Langit Agustus lalu dihujani oleh meteor dalam skala besar yang hanya terjadi setahun sekali. Masih berlanjut, di bulan September 2020 ini, planet-planet tetangga akan menjadi sorotan utamanya. Mereka siap menghiasi langit di kala senja, malam, hingga dini hari.

Agar tidak penasaran, berikut rangkuman peristiwa langit terbaik yang akan terjadi sepanjang September 2020. Yuk, istirahat sebentar dari aktivitasmu dan luangkan waktu untuk menyaksikannya, ya!

1. Konjungsi Bulan dan Mars pada 5-6 September 2020

Peristiwa langit pertama yang menyambutmu di September 2020 adalah konjungsi antara Bulan dan Mars. Keduanya akan tampak berdekatan da bertumpu antara satu sama lain dalam jarak lima derajat.

Pada tanggal 5 September 2020, kamu akan menyaksikan Mars berada di bawah Bulan. Sedangkan pada 6 September 2020 keduanya akan berganti posisi, Mars yang berada di atas Bulan.

Cara melihatnya mudah, kamu hanya perlu mencari Bulan yang saat itu sedang bersinar cukup terang di langit timur. Kejadian ini mencapai puncaknya pada pukul 22.00 waktu daerahmu masing-masing. Mars akan tampak seperti titik kecil berwarna merah yang terang namun tak berkelap-kelip.

2. Puncak hujan meteor Epsilon Perseid pada 9 September 2020

Apakah hujan meteor ini sama dengan Perseid yang begitu besar di Agustus lalu? Sayangnya tidak. Hujan meteor Epsilon Perseid berasal dari komet yang berbeda. Namun keduanya memiliki titik radian (titik muncul) yang sama di langit.

Epsilon Perseid bukanlah peristiwa yang besar. Kamu hanya bisa melihat sekitar lima meteor per jamnya. Untuk menyaksikannya, carilah rasi bintang Perseus di langit bagian barat daya. Pastikan langit di sekelilingmu terang dan gelap, ya!

3. Bulan bertemu dengan Venus pada 14 September 2020

Setel alarm kamu pukul 04.00 pada 14 September, ya! Kamu berkesempatan untuk menyaksikan keindahan sang bintang kejora alias Venus. Tak hanya itu, Bulan juga akan mendampingi planet tersebut tepat di sampingnya.

Kedua benda langit yang memancarkan cahaya tersebut hanya akan terpisahkan jarak sejauh 4,21 derajat. Kabar baiknya lagi, peristiwa ini bisa disaksikan mata telanjang. Bulan akan berada di fase setengah sedangkan Venus tampak seperti bintang yang paling terang di sisinya.

4. Komet 88P/Howell melintas pada 17 September 2020

Bersamaan dengan masuknya fase Bulan baru, Bumi kedatangan tamu yang cukup langka. Komet 88P/Howell diperkirakan akan melintas dan tampak sangat terang pada 17 September 2020.

Dilansir Space Tourism Guide, komet tersebut berada di jarak 1,37 AU (1 astronomical unit = 150 juta kilometer) dengan Bumi. Ini membuatnya tampak jelas dalam jarak pandang kita.

Kabar baiknya lagi, tempat terbaik untuk menyaksikan komet ini adalah di area sekitar ekuator, tepat di mana kita berdiri saat ini. Namun untuk pengamatan yang lebih jelas, kamu harus menggunakan teleskop, ya!

5. Formasi segitiga Bulan, Merkurius, dan Spica pada 19 September 2020

Dua hari setelah melintasnya komet 88P/Howell, langit akan menyuguhkan peristiwa yang tak kalah menarik untuk disaksikan. Pada 19 September 2020, kamu dapat melihat formasi segitiga yang dibentuk oleh Bulan, Merkurius, dan Spica, bintang paling terang dari konstelasi Virgo.

Kunci untuk mencari peristiwa ini adalah kamu harus menemukan Bulan yang saat itu berbentuk sabit. Di arah barat dayanya, kamu bisa menemukan Spica dan Merkurius.

Spica tampak seperti bintang raksasa yang berwarna biru, sedangkan Merkurius berwarna kekuningan. Formasi ini dapat disaksikan sekitar pukul 19.00 waktu setempatmu, ya.

6. Ekuinoks pada 22 September 2020

Tibalah kita pada sorotan utama di bulan September. Ekuinoks merupakan peristiwa yang terjadi ketika Matahari berada tepat di atas ekuator di siang hari.

Di bulan ini jenis ekuinoks yang terjadi adalah autumnal equinox. Ini menandakan pergantian musim panas menjadi gugur di area subtropis Bumi.

Peristiwa ini terjadi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring dan membentuk sudut 23,7 derajat. Tak ada peristiwa tertentu yang bisa diamati dari ekuinoks. Kamu hanya akan merasakan bahwa siang dan malam berlangsung dalam durasi yang sama, yakni 12 jam.

Baca Juga:Planet Mars Terlihat Besar dan Terang Akibat Sejajar dengan Bumi

7. Bulan, Jupiter, dan Saturnus bertemu di 25 September 2020

Formasi segitiga berikutnya dapat kita saksikan pada 25 September 2020. Di saat itu, Bulan akan bertemu dengan dua planet terbesar di tata surya, yakni Jupiter dan Saturnus.

Walaupun begitu, jangan bayangkan keduanya tampak besar dari Bumi, ya. Disandingkan dengan Bulan yang jaraknya lebih dekat, Jupiter dan Saturnus tampak cukup kecil. Mereka akan terlihat seperti bintang yang terang tanpa kelap-kelip dari sudut pandang kita.

Kamu bisa mulai menyaksikan peristiwa ini pada 18.30 waktu daerahmu. Pertemuan ketiga benda langit tersebut akan berlangsung tepat di atas kepala hingga tengah malam.

8. Waktu terbaik melihat Merkurius pada 30 September 2020

Ditutup dengan indah, bulan ini diakhiri oleh Merkurius yang tampak sangat terang dari Bumi. Dilansir Info Astronomy, pada 30 September 2020, planet tersebut akan berada sejauh 23 derajat dari Matahari. Ini membuatnya tampak bersinar terang.

Waktu terbaik untuk menyaksikan Merkurius adalah setelah Matahari terbenam. Kamu hanya perlu melihat langit bagian barat, di sana planet tersebut tampak seperti titik berwarna kuning terang. Cocok banget untuk menemani waktu senjamu.

Planet Mars Terlihat Besar dan Terang Akibat Sejajar dengan Bumi Planet Mars Terlihat Besar dan Terang Akibat Sejajar dengan Bumi

Planet Mars Terlihat Besar dan Terang Akibat Sejajar dengan Bumi – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut penampakan planet mars yang besar dan terang diakibatkan oleh kesejajaran posisi dengan bumi.

Planet Mars sedang berada di titik terbesar dan paling terang saat ini karena sejajar dengan Bumi, di sisi yang sama dari Matahari.

Dikutip dari BBC, Selasa (13/10/2020), setiap 26 bulan Mars dan Bumi bergerak berdekatan, sebelum kemudian menyimpang lagi pada orbit terpisah.

Pada hari Selasa minggu lalu, momen tersebut dapat terlihat dan para astronom menyebut momen ini sebagai “opposition”. Saat ketiga benda langit ini akan berada dalam garis lurus pada pukul 23:20 GMT (00:20 BST).

“Tapi Anda tidak perlu menunggu sampai tengah malam, pada pukul sembilan atau 10 malam Anda akan dengan mudah melihatnya di tenggara. Anda tidak bisa melewatkannya, itu adalah objek mirip bintang paling terang di bagian langit itu,” imbuh Damian Peach, astrografer.

Pekan ini kita hanya menyaksikan momen perpisahan, pendekatan terdekat Mars dan Bumi dalam siklus 26 bulan telah terjadi pada Selasa lalu.

Jarak 62.069.570 km, atau 38.568.243 mil. Itu adalah celah tersempit momen serupa hingga tahun 2035.

Pada jarak terakhir kemunculan terjadi di tahun 2018, saat itu Bumi dan Mars hanya berjarak 58 juta km. Tetapi momen tahun ini lebih istimewa bagi astrofotografer di Belahan Bumi Utara karena ketinggian Planet Merah di langit kali ini lebih tinggi.

Hal tersebut membuat teleskop tidak perlu melihat terlalu banyak atmosfer bumi yang bergejolak, sehingga tidak mengganggu gambar.

Baca Juga:Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh

Mars Lebih Mudah Diamati dan Diambil Gambarnya
Damian seorang astrografer berpengalaman menggunakan teknik yang disebut “lucky imaging” untuk mendapatkan bidikan yang sempurna. Mengambil banyak bingkai dan kemudian menggunakan perangkat lunak untuk menyatukan tampilan yang paling tajam.

Gambar Damian menunjukkan dengan jelas “dikotomi Mars”, kontras tajam antara dataran rendah yang mulus di Belahan Bumi Utara dan dataran yang lebih terjal di Belahan Bumi Selatan. Terbukti juga lapisan es karbon dioksida Mars di kutub selatan.

Gambar itu diambil menggunakan teleskop Celestron 14 inci. Damian juga menambahkan bahwa teleskop setengah ukuran dari yang ia pakai pun dapat melihat Mars dengan baik karena momen ini.

Momen ini dimanfaatkan untuk mengirim wahana antariksa dari Bumi ke Mars karena jarak keduanya yang berdekatan. Saat ini sedang dilakukan tiga misi perjalanan (pengorbit Uni Emirat Arab, Pengorbit dan Penjelahan China dan Penjelajah AS).

Eropa dan Rusia juga berharap dapat mengirim penjelajahan ExoMars “Rosalind Franklin” namun mereka melewatkan momen ini dan harus menunggu lagi sampai tahun 2022.

Jarak kedua planet ini mencapai lebih dari 100 juta km, variasi ini merupakan dampak dari bentuk elips pada orbit Mars dan Bumi.

Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh

Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai penyebab bintang jatuh.

Bintang jatuh merupakan fenomena langit yang mengagumkan. Banyak orang yang mengakui keindahannya, bahkan tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa menutup mata dan berdoa saat ada bintang jatuh akan membuat doa tersebut dapat terkabulkan. Mitos ini sudah ada dan berkembang bahkan sejak dahulu kala. Sebenarnya, apakah bintang jatuh itu benar-benar bintang yang jatuh dan meluncur? Dan apa saja hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya bintang jatuh?

Bintang merupakan benda langit yang memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri. Seperti yang telah kita tahu, bintang di alam semesta memiliki ukuran yang variatif, mulai dari bintang neutron yang berdiameter 20 hingga 40 km sampai bintang yang berukuran sangat besar seperti Bintang UY Scuti yang diameternya lebih dari 1000 kali lebih besar daripada diameter matahari. Matahari, yang merupakan bintang paling dekat dari bumi, memiliki diameter sekitar 109 kali lebih besar daripada diameter bumi. Apakah benda-benda langit yang berukuran sangat besar ini benar-benar bisa berjatuhan dari tempatnya? Apakah yang akan terjadi apabila benda-benda langit raksasa ini jatuh dan menimpa bumi?

Bintang Jatuh Merupakan Meteor yang Tampak Seperti Bintang Jatuh Jika Dilihat dari Bumi

Rupanya, bintang jatuh sebenarnya bukan benar-benar bintang yang jatuh dari posisinya. Bintang jatuh merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut fenomena benda langit, umumnya meteroid, yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi. Fenomena ini menyebabkan adanya kilat cahaya yang meluncur sangat cepat. Cahaya yang bersinar ini terlihat seperti bintang apabila diamati dari bumi secara langsung, sehingga disebut sebagai fenomena bintang jatuh.

Fungsi atmosfer dan lapisan-lapaisannya yaitu untuk melindungi bumi. Salah satu perannya sebagai pelindung yaitu melindungi bumi dari berbagai benda langit yang jatuh atau berusaha untuk memasuki bumi. Umumnya, benda-benda langit tersebut sudah terbakar habis di atmosfer sebelum dapat memasuki bumi. Apabila benda tersebut berukuran cukup besar, maka ia dapat tidak habis terbakar dan jatuh ke bumi. Benda ini akan meninggalkan bekas berupa kawah, misalnya kawah Vredefort di Afrika Selatan. Hal ini sebenarnya jarang terjadi.

Umumnya benda langit yang jatuh ke atmosfer bumi dan terbakar adalah meteorid. Meteorid adalah benda langit seperti batuan, yang berukuran beragam. Ada beberapa jenis meteorid. Meteorid yang paling besar dapat memiliki diameter sekitar 10 meter. Volume meteorid akan terus berkurang saat bergesekan dengan atmosfer bumi. Karena ukurannya yang kecil, saat bergesekan dengan atmosfer bumi, umumnya meteorid sudah habis terbakar sebelum dapat jatuh ke permukaan tanah.

Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer bumi atau atmosfer planet lain membentuk ekor bercahaya dan disebut sebagai meteor saja. Meteor ini yang dapat terlihat dari permukaan bumi. Karena cahayanya, manusia melihat meteor ini mirip seperti bintang jatuh.

Bumi yang Selalu Bergerak

Di luar angkasa ada banyak sekali benda langit, mulai dari planet, bintang, meteorid, serta benda-benda asing lainnya. Banyaknya benda langit tersebut menyebabkan bisa terjadinya gesekan antara satu benda langit dengan benda langit lainnya. Adanya atmosfer bumi salah satunya memiliki fungsi untuk melindungi bumi dari tabrakan dengan benda langit lainnya.

Bumi tempat tinggal kita tidak selalu diam pada tempatnya, melainkan selalu bergerak. Ada dua gerakan bumi, yaitu gerakan rotasi bumi dan juga gerakan revolusi bumi. Gerakan rotasi bumi yaitu gerakan putaran bumi pada sumbunya. Sedangkan gerakan revolusi bumi yaitu gerakan peredaran bumi mengelilingi matahari.

Saat bumi bergerak mengelilingi matahari, bukan tidak mungkin bumi akan mendekati sebuah atau kumpulan benda asing di luar angkasa. Apabila bumi menubruk meteorid, maka meteorid tersebut akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan terbakar. Meteorid yang terbakar, atau disebut juga dengan meteor ini, merupakan fenomena bintang jatuh yang terlihat dari bumi.

Adanya Benda Langit yang Melewati Orbit Bumi

Benda-benda di luar angkasa yang dapat bergerak bukan hanya planet saja. Benda-benda langit lain seperti komet, asteroid, dan meteorid juga dapat berputar secara periodik mengelilingi matahari. Saat benda-benda tersebut bergerak, benda-benda tersebut dapat bertabrakan dengan atmosfer bumi. Saat benda langit tersebut terbakar, fenomena ini jika dilihat dari bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Baca Juga:Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip

Adanya Gaya Gravitasi atau Gaya Tarik Bumi

Gravitasi merupakan gaya tarik menarik antara dua obyek yang memiliki massa dan dengan jarak tertentu. Sebagai contoh, adanya gravitasi matahari menyebabkan bumi serta benda-benda langit lainnya dapat berputar mengelilingi matahari secara periodik. Adanya gaya gravitasi bumi menyebabkan manusia beserta benda-benda lainnya di permukaan bumi dapat menempel ke permukaan bumi dan juga dapat terjatuh.

Semakin besar massa suatu obyek, maka semakin besar pula gravitasi yang dihasilkan. Bumi memiliki massa yang relatif besar jika dibandingkan dengan massa meteorid. Adanya gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi ini menyebabkan meteorid yang berada cukup dekat akan terpengaruh oleh gaya tersebut. Meteorid yang berada pada zona gravitasi bumi akan tertarik sehingga dapat mendekat dan jatuh ke permukaan bumi.

Meteorid tidak bisa begitu saja jatuh ke permukaan bumi. Hal ini disebabkan karena adanya atmosfer yang melindungi bumi. Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer akan terbakar sehingga volumenya berkurang secara bertahap. Pembakaran meteorid ini menghasilkan cahaya bergerak yang jika dilihat dari permukaan bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Umumnya meteorid akan terbakar habis sebelum dapat mencapai permukaan bumi. Namun, apabila ukurannya cukup besar, maka meteorid ini sisanya dapat jatuh ke permukaan bumi. Karena kecepatannya yang tinggi, jatuhnya meteor umumnya meninggalkan bekas cekungan di tanah. Cekungan ini ukurannya bervariasi mulai dari yang kecil hingga yang berukuran sangat besar seperti kawah Vredefort yang memiliki diameter mencapai tiga ratus kilometer.

Masa-Lalu-Andromeda-Yang-Kanibal-dan-Siap-Menelan-Bimasakti Masa-Lalu-Andromeda-Yang-Kanibal-dan-Siap-Menelan-Bimasakti

Para astronom di Australian National University (ANU) berhasil menguak masa lalu Andromeda, galaksi spiral raksasa tetangga terdekat Bimasakti.

Menurut laporan, Andromeda adalah galaksi kanibal yang aktif memangsa galaksi-galaksi kecil di sekitarnya demi memperbesar diri. Berjarak sekitar 780 kiloparsec (2,5 juta tahun cahaya) dari Bumi, Andromeda kini sedang meluncur ke arah Bimasakti.

Keduanya diprediksi bertabrakan dalam waktu sekitar 4,5 miliar tahun. Namun, para ahli astronomi masih belum mengetahui sistem mana yang akan menjadi kanibal.

Di satu sisi, menurut Dr Dougal Mackey dari Research School of Astronomy and Astrophysics di ANU yang meneliti tentang galaksi-galaksi kanibal, mengatakan bahwa kebiasaan semacam ini merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di alam semesta.

Hampir semua galaksi yang kini berukuran besar, dahulunya merupakan galaksi kecil yang tumbuh dengan memakan galaksi-galaksi di sekelilingnya, tak terkecuali Bimasakti.

“Apa yang kita ketahui tentang Andromeda adalah ukurannya kira-kira sama dengan Bimasakti, baik dalam hal jarak maupun massa,” katanya, dikutip dari ABC Australia, Jumat (4/10/2019).

“Bimasakti adalah sistem spiral. Anda mungkin melihat gambar-gambar jenis galaksi yang datar seperti piring makan dengan pinggiran yang bergelombang. Andromeda adalah sistem yang sangat mirip dengan deskripsi ini.”

Studi yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Nature menemukan bukti pengkanibalan pertama yang dilakukan oleh Andromeda selama 10 miliar tahun lalu, ketika Andromeda baru terbentuk alias masih bayi. Sedangkan fase kanibal kedua berlangsung sekitar 4 miliar tahun silam.

Informasi itu memberi para astronom gambaran tentang seberapa besar galaksi-galaksi terbentuk. Mereka membuat penemuan tersebut dengan mempelajari halo Andromeda, wilayah di mana banyak bintang-bintang yang mengelilingi galaksi ini.

Di sana, Mackey dan timnya mendapati dua gugus bintang yang terikat secara gravitasi, yang dikenal sebagai gugus bola. Bintang yang berada di dalam dua gugus ini juga dilaporkan membentuk sudut tertentu.

Baca Juga :Fakta Bintang Alpha Centauri

Kemiripan Andromeda dan Bimasakti

Para astronom mencoba untuk mendapatkan sebuah gambar yang menunjukkan bagaimana Andromeda tumbuh dari waktu ke waktu dan arah orbital dari gugus-gugus bintangnya.

Penulis utama penelitian lainnya, Profesor Geraint Lewis dari University of Sydney, menjelaskan ia dan rekan-rekan bisa menghitung gugus-gugus itu berkumpul bersama pada waktu yang berbeda –tepatnya pada miliaran tahun lalu.

“Kita tahu bahwa galaksi, seperti Andromeda dan Bimasakti, terkait ke dalam objek yang disebut jaring kosmik — seperti struktur galaksi dan materinya mirip spons,” ucap Lewis.

“Apa yang kami simpulkan adalah kanibalisme ini datang dari berbagai bagian jaring kosmik. Satu datang dari arah yang berbeda, lalu ada umpan besar dari satu arah lain.”

Para astronom sangat antusias dengan penemuan ini, karena mereka tahu Andromeda mirip dengan Bimasakti, tetapi sulit untuk mendapatkan pandangan yang baik dari galaksi kita.

Rekomendasi Lokasi Untuk Lihat Galaksi Bima Sakti Rekomendasi Lokasi Untuk Lihat Galaksi Bima Sakti

Skyofnight.net – Milky way atau sering disebut bima sakti adalah galaksi berbentuk spiral yang di dalamnya terdapat 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya. Gelapnya malam ditemani dengan gemerlap bintang-bintang menambah suasana romantis. Gak cuma ada di drama Korea aja, Indonesia juga punya lokasi keren untuk menikmati milky way. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai rekomendasi lokasi untuk lihat milky way atau galaksi bima sakti :

1. Dataran tinggi Dieng, Wonosobo.
Dataran Tinggi Dieng ini terletak di Wonosobo, Jawa Tengah. Perjalanan kesana ditempuh kurang lebih selama 5 jam dari kota Semarang. Di dataran tinggi dieng terdapat banyak tempat untuk menikmati milky way diantaranya Komplek Candi Arjuna, Candi Setiyaki, Bukit Sidengkeng, Bukit Sikunir, dan Gunung Prau.

Kamu yang ingin menikmati milky way di dataran tinggi dieng disarankan untuk kesana antara bulan mei hingga agustus, karena bulan itu merupakan musim kemarau. Selain itu karena milky way disaksikan pada malam hari sekitar pukul 23.00 hingga 03.00 pastikan kamu membawa pakaian hangat, karena suhu di dataran tinggi dieng pada siang hari saja sudah dingin apalagi ketika malam hari.

2. Ranu Kumbolo, Semeru.
Ranu Kumbolo memang selalu membuat kita ingin kembali kesana. Bukan hanya sunset dan sunrise saja yang indah di Ranu Kumbolo, milky way di tempat ini sanggup membuat kamu terkagum-kagum. Kamu yang ingin menikmati milky way di Ranu Kumbolo dapat berkemah di Ranu Kumbolo biar puas menikmati milky waynya. Perpaduan milky way dengan danau kumbolo yang cantik dijamin membayar semua rasa lelahmu untuk menuju kesana.

3. Gunung Bromo, Jawa Timur.
Gunung yang sangat populer di kalangan wisatawan ini juga memiliki milky way yang indah. Waktu yang tepat untuk menikmati milky way di Gunung Bromo adalah sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 dan sebaiknya pada musim kemarau yakni sekitar bulan April hingga September. Milky way di Gunung Bromo ini banyak diakui wisatawan asing sebagai milky way terbaik di dunia lho.

Baca Juga : Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari

4. Pulau Kepa, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan alam Indonesia tak bisa dipisahkan dengan daerah Nusa Tenggara, Pulau Kepa salah satunya. menikmati milky way di Pulau Kepa berbeda dengan milky way lainnya karena kamu akan menikmatinya ditemani dengan deburan ombak. Sayangnya akses ke Pulau Kepa cukup sulit karena tidak ada jalanan beraspal, sepi kendaraan bermotor dan warung-warung penjual makanan, bahkan hanya ada satu penginapan disini. Karena aksesnya sulit masih sedikit orang yang berkunjung kesana sehingga Pulau Kepa terkesan masih alami. Kamu yang ingin berkunjung kesini sebaiknya menyiapkan perbekalan yang cukup.

5. Segara Anakan, Nusa Tenggara Barat.
Danau yang terletak di kawah Gunung Rinjani ini menyimpan berjuta keindahan, milky way salah satunya. Kamu dapat menikmati milky way disini sambil berkemah di tepian danau segara anakan. Danau nya yang sebening kaca memantulkan gemerlap cahaya bintang-bintang di langit. Sekali lagi kamu yang ingin menikmati milky way sebaiknya datang di bulan kemarau.

6. Gunung Gede, Jawa Barat
Gunung Gede mungkin merupakan lokasi terdekat untuk menikmati milky way bagi kamu yang tinggal di ibu kota. Kamu yang ingin liburan singkat menikmati milky way cocok untuk ke Gunung Gede. Kamu yang ingin menikmati keindahan milky way di Gunung Gede, berkemahlah di alun-alun suryakencana sambil ditemani hamparan bunga edelweiss.

Milky way rata-rata ditemukan di daerah gunung, sehingga perlu perjuangan ekstra untuk dapat menikmati milky way. Apalagi kamu yang belum pernah naik gunung sebelumnya, tentu perjuangan mu menjadi dua kali lipat. Tapi tenang saja keindahan milky way yang kamu dapatkan tidak akan membuat perjuanganmu sia-sia, apalagi kalau kamu ditemani pasangan.

Bintang Paling Terang di Luar Angkasa Bintang Paling Terang di Luar Angkasa

Skyofnight.net – Banyak benda yang tersebar di alam semesta ini, salah satunya bintang yang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat 2 bintang, yaitu bintang semu yang memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain, serta bintang nyata yang menghasilkan cahaya sendiri. Namun secara umum bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri.

Bintang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bintang banyak digunakan dalam hal keagamaan, bercocok tanam, navigasi, kalender, dan lainnya. Matahari merupakan bintang yang terang dan paling dekat dengan bumi, jaraknya sekitar 149.680.000 kilometer.

Tetapi matahari bukan yang paling terang, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa bintang paling terang di luar angkasa :

1. Sirius
Sirius yang dikenal juga dengan sebutan Alpha Canis Majoris ini merupakan bintang yang paling terang di langit. Sirius dapat dilihat dari hampir seluruh tempat di Bumi, kecuali bagi yang tinggal pada lintang di atas 73,284 derajat utara. Tanggal 1 Januari merupakan waktu terbaik untuk melihat bintang yang paling terang ini.

Nama ‘Sirius’ berasal dari bahasa Yunani “Seirios” yang berarti menyala-nyala atau sangat panas. Pada kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat matahari masih berada di atas horizon.

2. Canopus
Canopus merupakan bintang yang paling terang ke-2 setelah Sirius. Bintang yang mempunyai nama lain Alpha Carinae ini merupakan bintang yang paling terang di rasi Carina. Tanggal terbaik untuk melihat Canopus yaitu 28-29 Desember, saat itu bintang ini berada di meridian pada tengah malam. Pada saat itu orang-orang di sekitar garis Khatulistiwa dapat melihat Canopus.

Berdasarkan spektrumnya, Canopus merupakan bintang raksasa terang berwarna kuning-putih. Jarak Canopus sekitar 310 tahun cahaya dari tata surya.

3. Rigil Kentaurus
Rigil Kentaurus juga dikenal dengan nama populernya yaitu Alpha Centauri. Bintang ini yang paling terang ke-3 setelah dua bintang di atas. Rigil Kentaurus adalah yang paling terang dalam rasi Centaurus. Bintang ini merupakan sistem tiga bintang yang terlihat seperti satu bintang bila dilihat dari jauh.

Jarak Rigil Kentaurus dari tata surya kita sekitar 4,2 sampai 4,4 tahun cahaya dan merupakan sistem bintang yang terdekat dengan tata surya. Bintang ini dapat dilihat oleh sebagian besar oleh orang di bagian selatan planet Bumi.

Baca Juga : Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor

4. Arcturus
Arcturus atau Alpha Bootis merupakan bintang yang paling terang di rasi Bootes, serta bintang paling terang di bagian langit utara. Arcturus hampir dapat dilihat dari seluruh penjuru bumi, karena letaknya yang tidak jauh dari ekuator langit. Waktu terbaik untuk melihat bintang yang satu ini adalah sekitar bulan April.

Arcturus berjarak sekitar 43,9 tahun cahaya dari bumi dan terkenal dengan pergerakannya yang besar. Secara visual, setidaknya bintang ini 110 kali lebih terang dari matahari, tetapi energi yang terpancar 180 kali lebih banyak.

5. Vega
Vega atau yang mempunyai nama Alpha Lyrae merupakan bintang yang paling terang di rasi Lyra serta yang paling terang ke-5 di langit. Bintang ini merupakan yang paling terang kedua di langit utara setelah Arcturus. Vega mempunyai ukuran 2 kali lebih besar dari matahari dan memancarkan 50 kali energi lebih banyak.

Umur Vega saat ini diperkirakan antara 200 sampai 500 juta tahun. Vega hanya akan bersinar satu miliar tahun saja, Sepersepuluh dari kala hidup matahari. Bintang ini juga memiliki rotasi yang sangat cepat.

6. Capella
Capella atau Alpha Aurigae adalah bintang yang paling terang di rasi Auriga dan ke-6 di langit. Bintang ini juga menjadi yang paling bersinar di langit utara setelah Arcturus dan Vega. Sebenarnya Capella terdiri dari 2 bintang yang sama-sama memiliki ukuran 10 kali matahari.

Nama Capella berasal dari bahasa Latin yang berarti kambing betina (kecil), jarak bintang ini dengan bumi yaitu 42 tahun cahaya.

7. Rigel 
Rigel atau Beta Orionis merupakan bintang yang paling terang di rasi Orion, serta yang paling terang ke-7 di langit malam. Rigel mempunyai suhu sekitar 11.000 derajat Kelvin. Nama Rigel berasal dari bahasa arab yang berarti kaki atau kaki orion. Rigel memiliki diameter 79 kali lebih besar dari matahari serta massa 21 kali lebih besar.

Bintang Terbesar di Jagat Raya Bintang Terbesar di Jagat Raya

Skyofnight.net – Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Bintang terbentuk dari gumpalan gas dan debu. Bintang juga merupakan objek astronomis yang terdiri dari gumpalan zat bercahaya yang menyatu karena gravitasinya sendiri.

Di saat langit malam sedang cerah, bintang akan terlihat bertaburan. Pada pandangan mata, mungkin jumlah bintang hanya ribuan namun sebenarnya ada miliaran bintang di alam semesta.

Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah matahari. Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari bumi dan diameternya 12.000 kali lebih besar dari bumi. Matahari memang sangatlah besar.

Namun matahari bukan bintang terbesar yang ada di jagat raya. Ada bintang lain yang lebih besar yang ukurannya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan kali dari matahari.

Manusia telah menemukan banyak benda di angkasa raya, namun ada beberapa bintang terbesar lain yang pernah ditemukan sejauh ini. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa bintang terbesar di jagat raya :

1. UY Scuti
UY Scuti merupakan bintang merah yang masuk golongan bintang supergiant atau hypergiant. UY Scuti terletak di konstelasi scutum dan merupakan bintang paling besar yang pernah diketahui.

Sulit untuk menentukan ukuran pasti UY Scuti namun diperkirakan diameternya mencapai 2,365 miliar km. Sementara itu diameter matahari 1,392 juta km. Itu artinya diameter UY Scuti 1700 kali lebih besar dari matahari. Bisa dibayangkan berapa besarnya.

Jika matahari diibaratkan dengan sebuah kelereng, maka UY Scuti besarnya seperti sebuah gedung museum yang besar. Apabila UY Scuti menggantikan matahari sebagai pusat tata surya maka bumi akan tenggelam ke dalamnya.

2. VY Canis Majoris
VY Canis Majoris juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Bintang ini berada pada rasi Canis Major. VY Canis Majoris memiliki diameter 1,976 miliar km. Itu artinya diameter bintang ini lebih besar 1500 kali dari diameter matahari.

Jarak bintang ini sekitar 4000 tahun cahaya dari bumi. Jika VY Canis Majoris diumpamakan dengan bola futsal maka UY Scuti lebih besar sedikit dari bola basket.

Baca Juga : Fakta Menarik Seputar Bintang

3. VV Cephei
VV Cephei adalah bintang merah besar golongan supergiant. Bintang super besar ini terletak di rasi bintang Cepheus. Sekali lagi, ukuran bintang ini tidak dapat dipastikan ukurannya karena letaknya yang jauh dan bentuknya yang tak bulat sempurna.

Namun VV Cephei diperkirakan memiliki diameter 1,38 miliar kilometer. Bintang ini lebih kecil dari VY Cavis Majoris. Bintang raksasa yang satu itu ini bisa dilihat dengan mata telanjang jika keadaan langit malam tak berawan dan tak ada sinar bulan. Bintang ini pernah menjadi bintang terbesar namun pada tahun 2010 VY Cavis Majoris menggeser posisinya.

4. Mu Cephei
Sir William Herschel melakukan observasi terhadap Mu Cephei pada tahun 1783. Ia mengatakan warna Mu Cephei seperti warna batu garnet, salah satu batu mulia berwarna merah tua. Bintang ini juga disebut sebagai bintang Herschel’s Garnet sebagai tanda penghormatan pada Sir William Herschel.

Bintang ini memiliki diameter yang tidak jauh berbeda dengan VV Cephei yakni 1,15 miliar kilometer. Bintang ini terletak di bagian utara rasi bintang Chepeus.

5. Betelgeuse
Urutan selanjutnya jajaran bintang raksasa adalah Betelgeuse. Bintang ini juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Selain masuk deretan bintang raksasa terbesar, bintang ini juga masuk urutan bintang paling terang, beberapa tingkat di bawah Sirius.

Diameter Betelgeuse sekitar 820 juta kilometer. Betelgeuse berada pada konstelasi Orion. Suhu di permukaan bintang ini diperkirakan mencapai 3600 Kelvin.

Sejauh ini itulah lima urutan bintang terbesar di jagat raya. Sangat besar bukan? Matahari saja jauh lebih kecil dibanding bintang-bintang itu apalagi bumi.

Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

Skyofnight.net – Seberapa sering sih kamu keluar dan menatap langit? Mungkin kamu jarang ya menatap langit, apalagi kalau langit lagi terik di siang bolong. Bahkan kita mungkin menatap langit di malam hari hanya untuk sekadar melihat bintang atau bulan. Ah, tapi tidak juga. Mungkin kita lebih senang menatap layar tv untuk menonton acara kesayangan.

Namun, jika kamu pernah keluar rumah sesekali dan tak sengaja melihat komet yang lewat, atau memastikan hujan meteor yang pernah kamu dengar di berita, kemungkinan kamu masih memiliki beberapa kesalahpahaman yang kamu dapatkan dari sekolah dasar. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai mitos tentang objek langit yang selalu dianggap benar :

1. Meteor bisa mencapai permukaan bumi
Hujan meteor pasti akan masuk berita jika itu terjadi dalam skala yang relatif besar. Tapi, itu bukanlah meteor – melainkan meteorit. Perubahan nama terjadi ketika ia menyentuh tanah. Ia bukan meteor sampai ia mengenai atmosfer Bumi. Saat ia berada di luar angkasa, namanya adalah meteoroid.

Dilansir dari space.com, hanya meteor terbesar yang bertahan untuk mencapai Bumi, dan kecepatannya itu sekitar 30.000 mph, dengan suhu 3.000 derajat Fahrenheit. Maka tidak mengherankan, jika sebagian besar tidak berhasil menembus atmosfer tanpa hancur sepenuhnya, seperti yang dilakukan setidaknya lima mil di atas permukaan planet. Lainnya, hanya meledak biasa.

Sangat jarang bahwa batu ruang angkasa besar berhasil menembus permukaan, di mana mereka bisa meledakkan kawah jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan. Yang lebih kecil itu sudah umum, dan sekitar 5 hingga 10 persen dari semua meteor menjadi meteorit.

2. Hujan meteor besar-besaran
Dilansir dari amsmeteors.org, meskipun langit tidak selalu dipenuhi dengan bintang atau meteor jatuh, tetap ada peluang untuk kita melihatnya (jika beruntung). Hujan meteor yang berbeda akan memiliki frekuensi yang berbeda pula. Hujan meteor terbesar, paling intens (seperti Perseid) mampu menciptakan hingga 100 bintang jatuh setiap jamnya.

Di hari yang lebih lambat, hujan Perseid tertentu mungkin hanya memuntahkan sekitar satu meteor per menit, dan beberapa hujan dengan kerapatan lebih rendah? Kita bisa melihat sekitar 5 hingga 10 setiap jamnya.

Masih ada hujan meteor lain yang bahkan lebih sulit untuk dilihat, beberapa diketahui hanya memiliki satu atau dua yang terlihat setiap jam, setidaknya dari sudut pandang dari Bumi. Betapa seringnya meteor jatuh itu tidak konstan.

3. Hujan meteor terjadi secara acak
Hujan meteor terbesar contohnya Orionid, yang terjadi dalam satu menit. Menurut earthsky.org, hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun pada akhir Oktober, dan ini sangat teratur karena ini adalah waktu yang sama setiap tahun ketika Bumi melewati orbit Komet Halley.

Meskipun komet itu jelas tidak ada di sana, ia melakukan orbitnya berkali-kali, yang meninggalkan sejumlah besar puing-puing di belakangnya, dan itulah mengapa hujan meteor Orionid terjadi.

Jadi mengapa disebut Orionid? Karena semua meteor akan terlihat seperti berasal dari area yang sama di langit – dari titik pandang manusia, itulah rasi bintang Orion. Bumi melewati orbit komet dua kali. Hujan meteor lainnya terjadi pada bulan Mei, yakni hujan Eta Aquarid, sebagian besar dilihat dari belahan bumi selatan.

Baca Juga : Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

4. Bintang jatuh selalu memiliki warna yang sama
Bintang jatuh semuanya berwarna sama, kan? Agak keputihan? Kita tahu kalau itu sebagian besar warna dari bintang di langit. Namun beberapa peneliti telah mengamati bintang jatuh yang berwarna merah dan biru.

Kecepatan pergerakan meteoroid mungkin ada hubungannya dengan (yang lebih lambat biasanya tampak merah atau oranye), serta komposisi mineral dan batuan yang berbeda dapat mempengaruhi warnanya juga.

Menurut amsmeteors.org, hanya sekitar 5 persen dari aura yang dilepaskan oleh meteoroid berasal dari komposisinya sendiri (sisanya berasal dari ruang di sekitarnya), dan terkadang warnanya tidak konstan.

Pembakaran nikel secara tiba-tiba, akan menghasilkan warna geren, namun itu sepertinya juga tidak akan bertahan lama. Ada juga masalah penglihatan warna oleh kita sendiri (dan batas-batas penglihatan itu). Apa yang kita lihat, terkadang cenderung tidak dapat diandalkan.

5. Komet hanyalah batu biasa
Komet biasanya dianggap sebagai batu-batu tua yang membosankan, namun nyatanya, menurut space.com, sebagian besar komet terbuat dari es, debu, dan gas seperti karbon dioksida dan metana.

Ada juga pertanyaan yang masih belum terpecahkan, yakni bagaimana hal-hal seperti air bisa ada di Bumi, dari mana datangnya. Satu hipotesis menyatakan bahwa potongan air pertama kali dibawa oleh sebuah komet yang akhirnya berdampak pada permukaan planet ini sejak dulu sekali.

Dan pada tahun 2005, salah satu pesawat penyelidik NASA mendekati sebuah komet bernama Tempel 1. Saking dekatnya, ia mendapat sampel dari inti kepala komet. Komet itu penuh dengan lubang, mereka juga berdebu, gas, dan sedingin es.

6. Komet selalu memiliki ekor
Jika kamu disuruh untuk membayangkan komet, pasti kamu berpikir kalau komet itu bundar di bagian depan dan memiliki ekor di bagian belakangnya, kan. Saat komet melewati ruang angkasa, mereka menumpahkan sebagian dari diri mereka. Itulah yang menciptakan ekor, bagi kebanyakan komet.

Menurut sciencealert.com, pada 2016, para ilmuwan menemukan komet aneh yang muncul dari Oort Cloud, yang merupakan rumah dari sebagian besar komet yang ditemukan sejauh ini. Setiap beberapa ratus tahun, orbitnya membawa mereka melalui tata surya kita, dan kita mengenal mereka dengan ekor yang berbeda itu.

Namun, komet khusus ini tidak memiliki ekor. Ia juga tidak memiliki kandungan es yang besar yang dimiliki sebagian besar komet, dan menurut spektrumnya (yang merupakan hal astronomis yang dapat digunakan para ilmuwan untuk mengidentifikasi tubuh ketika mereka bergerak melalui ruang angkasa), komet khusus ini belum pernah ada.

Jadi, mengapa benda ini dianggap sebagai komet? Ini karena orbitnya, yang membuat beberapa ilmuwan berpikir mereka harus melakukan revisi mengenai definisi “komet.”

7. Komet dan ruang angkasa tidak memiliki bau
Di ruang angkasa, katanya, tidak ada yang bisa mendengarmu menjerit. Tapi bagaimana dengan bau? Jika suara tidak ada, masuk akal dong ya kalau aroma juga tidak bisa tercium? Tapi tim di belakang misi Rosetta pada 2014, mengungkapkan faktanya.

Dilaporkan newscientist.com, Rosetta mendarat di sebuah komet bernama 67P / Churyumov-Gerasimenko, dan mereka melaporkan bahwa adanya hal-hal seperti hidrogen sianida, amonia, dan hidrogen sulfida (antara lain karbon dioksida, yang tidak berbau).

Informasi yang dikumpulkan memungkinkan tim untuk berbalik dan memberikan data itu ke Inggris, yang kemudian dibuat seperti apa aroma komet itu. Didapati kalau komet itu berbau seperti telur busuk dan sedikit berbau urin.

Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

Skyofnight.net – Menyaksikan fenomena langit seperti hujan meteor, atau gugusan bintang di langit malam selalu menjadi hal yang menyenangkan. Tidak jarang, para penggemar langit ini rela begadang atau pergi ke tempat tertentu yang minim cahaya hanya untuk menyaksikan fenomena langit.

Selain jadi pemandangan yang spektakuler, beberapa fenomena langit juga hanya terjadi dalam puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun sekali. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beragam fenomena langit yang sangat indah :

1. Badai meteor Leonid
Hujan meteor Leonid mungkin jadi salah satu fenomena langit yang rutin mengunjungi bumi setiap tahun. Tapi bagaimana dengan badai meteor Leonid? Meski sama-sama merupakan fenomena hujan meteor, namun badai meteor Leonid bisa dibilang sangat langka terjadi yakni hanya setiap 33 tahun sekali.

Badai meteor Leonid sendiri disebabkan oleh komet Tempel-Tuttle yang mendekati bumi dan melontarkan serpihan batu yang kemudian menjadi hujan meteor. Alhasil setiap jamnya, kamu bisa melihat 1.000 meteor di langit malam.

2. Komet Halley
Komet Halley mungkin menjadi salah satu komet yang populer bagi penduduk bumi. Meski begitu, hanya sedikit sekali orang-orang yang pernah melihatnya secara langsung. Komet Halley pertama kali ditemukan oleh Edmund Halley pada tahun 1531.

Sayangnya karena garis orbitnya yang sangat lonjong membuat komet Halley membutuhkan waktu sangat lama yakni 75 tahun hanya untuk bisa mengelilingi matahari dan terlihat dari bumi. Komet Halley terakhir kali melintas pada tahun 1986 dan baru akan terlihat pada tahun 2061 atau sekitar 41 tahun lagi.

3. Konjungsi planet
Mengunjungi planet tetangga seperti Mars memang jadi sesuatu yang mustahil dilakukan saat ini. Tapi paling tidak, kamu tetap bisa menyaksikan planet tetangga ini dari langit bumi. Bukan hanya satu planet, kamu bahkan bisa melihat beberapa planet berjajar rapi membentuk satu garis lulus di dekat bulan atau membentuk pola segitiga dari langit bumi.

Pada tahun 2000, planet Mars, Merkurius, Jupiter, Saturnus, dan Venus membentuk garis lurus dengan bulan. Pada tahun 2011 dan 2015, Venus “reuni” dengan Merkurius juga Jupiter dan membentuk pola segitiga. Sedangkan konjungsi planet lengkap seperti tahun 2000 baru akan terjadi lagi pada tahun 2040.

4. Komet Hale-Bopp
Komet Halley bukan satu-satunya komet langka yang bisa dilihat dari bumi. Selain Halley, komet Hale-Bopp juga pernah melintasi bumi. Komet ini baru ditemukan pada tahun 1995 oleh astronom Amerika, Alan Hale dan Thomas Bopp. Setelah perjalanan panjang, pada tahun 1997 akhirnya komet ini bisa disaksikan secara langsung oleh warga dunia.

Tidak tanggung-tanggung, komet Hale-Bopp terlihat seribu kali lebih terang dari komet Halley dan dapat dilihat setiap malam selama 18 bulan. Sayangnya, kita semua tidak mungkin melihat komet ini lagi karena komet ini hanya muncul sekali dalam 2392 tahun.

Baca Juga : Fakta Tentang Aurora Borealis

5. Transit Venus
Transit Venus adalah fenomena di mana Venus berada di antara matahari dan bumi. Saat ini terjadi, Venus akan terlihat seperti bintik hitam di permukaan matahari. Transit Venus sebenarnya bisa dilihat setiap 8 tahun sekali dengan posisi yang berbeda-beda. Namun untuk bisa melihat Venus melintas di posisi yang sama, kamu harus menunggu selama 110 tahun.

6. Blue moon
Bulan biru atau yang juga dikenal dengan nama “The Blue Moon” adalah bulan purnama kedua dalam sebulan dan hanya terjadi dua tahun sekali. Meski namanya bulan biru, tidak berarti bulan purnama berubah warna jadi biru.

Namun siapa sangka, bulan pernah benar-benar berubah jadi biru di tahun 1883. Ketika itu, gunung Krakatau meletus dan memenuhi atmosfer dengan abu vulkanis. Alhasil, alih-alih berwarna kekuningan seperti biasa, bulan justru berubah menjadi biru.

7. Gerhana matahari total
Gerhana matahari menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak dari kita mungkin sering melihat fenomena gerhana matahari, meski begitu mungkin hanya sedikit dari kita yang pernah menyaksikan gerhana matahari total.

Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi. Akibatnya, cahaya matahari terhalang oleh bayangan bulan dan membuat bumi jadi gelap untuk beberapa waktu. Gerhana matahari total terakhir kali terjadi tahun 2017 lalu.