Fakta Langit Malam

Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104 Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104

Skyofnight.net –  Alam semesta memang benar-benar sangat luas dan memiliki ukuran yang tak terhingga. Galaksi merupakan salah satu objek di alam semesta yang memiliki ukuran sangat besar dan terdiri dari berbagai macam objek langit di dalamnya.

Tak seperti galaksi kebanyakan, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik galaksi sombrero M104 :

1. Pertama kali ditemukan pada 1781
Dilansir laman The Planets, Galaksi Sombrero pertama kali dilihat oleh astronom asal Prancis bernama Pierre Méchain pada 11 Mei 1781.

Namun, Galaksi Sombrero ini baru dimasukkan dalam katalog Messier 140 tahun kemudian yaitu pada 1921 dengan kode M106. Katalog Messier sendiri ditulis oleh astronom bernama Charles Messier.

2. Jarak dengan Bumi
Jarak Galaksi Sombrero dari Bumi yaitu sejauh 29,35 juta tahun cahaya. Galaksi ini bisa terlihat selama musim semi dan awal musim panas di antara rasi Bintang Virgo dan Corvus atau kamu bisa mengarahkan teleskopmu ke 11,5 derajat sebelah barat Bintang Spica dan 5,5 derajat timur laut Bintang Eta Corvi saat malam gelap.

3. Berukuran lebih kecil dari Bimasakti
Galaksi Sombrero berdiameter 50 ribu tahun cahaya. Ukurannya ini lebih kecil daripada galaksi bimasakti atau berukuran 3/10 dari Galaksi Milky Way. Jika dibandingkan, ukuran Sombrero sama dengan 800 miliar ukuran Matahari. Wow!

4. Bentuknya mirip seperti topi
Galaksi Sombrero termasuk jenis galaksi spiral. Tak seperti kebanyakan, Galaksi Sombrero memiliki pusat inti galaksi yang sangat besar dan menonjol sehingga terlihat menggembung.

Cincin debu di sekelilingnya pun terlihat miring mirip seseorang yang sedang memakai topi khas Brasil yaitu Sombrero. Oleh karenanya, Galaksi M104 ini diberi nama Galaksi Sombrero.

5. Punya banyak kode nama
Galaksi Sombrero tak hanya dikenali dengan kode M 104, tetapi dikenali juga dengan kode nama NGC 4594, PGC 042407, UGC 293,MCG -2-32-20, IRAS (Infrared Astronomical Satellite) 12373-1120, GC 3132, h 1376, dan H 1.43.

6. Sulit diamati
Dilansir laman The Planets, bagian inti dari Galaksi M104 memiliki cahaya yang amat terang sehingga membuatnya terlihat lebih menonjol. Hal tersebut terjadi karena miliaran bintang- bintang tua yang berada di inti galaksi membuat pendaran cahaya yang tersebar ke segala arah.

Namun, karena hal tersebut, inti Galaksi M104 sulit dicitrakan dengan cahaya tampak sehingga harus menggunakan pencitraan inframerah dan sinar X sebagai penunjang pencitraan terhadap Galaksi Sombrero.

7. Cakramnya tersusun atas debu
Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Spitzer Space Telescope NASA telah digunakan untuk mengamati Galaksi Sombrero dalam cahaya tampak dan inframerah.

Dilansir laman Space Facts, dengan menggunakan pencitraan inframerah, bagian cakram yang mengelilingi pusat Galaksi Sombrero ternyata terdapat jalur debu yang terdiri dari awan gas, debu dingin, dan gas atom hidrogen.

Karena elemen-elemen tersebut, tempat ini juga diketahui sebagai tempat pembibitan dan pembentukan bintang- bintang baru di Galaksi M104. Tak heran, astronom menemukan banyak pembentukan bintang di dalamnya.

8. Terdapat lubang hitam di inti pusat galaksinya
Berdasarkan pengamatan menggunakan gelombang elektromagnet, ditemukan sebuah lubang hitam yg sangat besar dan supermasif di pusat galaksinya.

Dilansir laman The Planets, hasil pengamatan gerakan bintang di dekat lubang hitam menunjukkan bahwa ia dapat memiliki massa satu miliar Matahari, mungkin yang paling masif dari lubang hitam yang ditemukan sejauh ini di inti galaksi.

Fakta Menarik Mengenai Matahari yang Jarang Orang Ketahui Fakta Menarik Mengenai Matahari yang Jarang Orang Ketahui

Skyofnight.net – Kita tahu bahwa Matahari adalah pusat dari seluruh sistem yang ada di Tata Surya kita, tidak ada yang lebih besar daripada Matahari di sistem Tata Surya. Semua planet dan benda-benda angkasa lainnya mengitari Matahari pada orbitnya.

Tapi tahukah kamu? kalau ada ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari Matahari kita. Selain berwarna kuning, ternyata Matahari juga memiliki banyak warna, loh. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik mengenai matahari yang jarang orang ketahui :

1. Matahari itu adalah bintang
Jika selama ini kamu berpikir kalau bintang hanya dapat dilihat pada malam hari saja, eitss. Faktanya Matahari merupakan bintang juga di alam semesta ini. Mengapa Matahari disebut bintang? Bintang merupakan objek luar angkasa yang memancarkan cahayanya sendiri.

Bintang memancarkan cahayanya sendiri karena adanya proses reaksi fusi di dalam intinya, proses yang sangat ekstrem ini ‘memaksa’ empat atom hidrogen bersatu untuk menjadi satu atom helium. Jadi, Matahari adalah satu-satunya bintang di siang hari!

2. Bukan bola api, melainkan bola plasma
Pernahkah kamu memikirkan bagaimana bisa Matahari ‘terbakar’ di ruang angkasa yang di mana tentunya kita tahu kalau di sana tidak ada udara untuk api dapat menyala? Lebih baik jangan dipikirkan lagi, deh.

Matahari bukanlah bola api melainkan bola gas dalam bentuk plasma yang sangat panas, komposisinya kebanyakan terdiri dari 70 persen hidrogen dan 28 persen helium. Suhu permukaan Matahari sendiri mencapai 5.778 derajat celcius.

3. Pernah dianggap mengelilingi Bumi
Pada zaman dulu orang-orang masih percaya bahwa Matahari mengelilingi Bumi, dengan kata lain Bumi adalah pusat orbit Matahari. Masa-masa itu dimulai ketika dua orang cerdas dari bangsa Yunani kuno bernama Plato dan Aristoteles pada abad ke-4 SM memperkenalkan pemikiran geosentrisme.

Dalam astronomi geosentris adalah suatu model yang menggambarkan kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta. Matahari, Bulan beserta planet-planet semuanya mengelilingi Bumi dalam bentuk lingkaran.

Meskipun begitu, kita sangatlah beruntung dengan para ilmuwan-ilmuwan hebat pada masa lalu seperti Aristarchus of Samos, Johannes Kepler dan Sir Issac Newton yang telah membuktikan secara ilmiah kalau Bumi itu bukanlah pusat alam semesta.

Baca Juga : Bintang Paling Terang di Luar Angkasa

4. Cahaya butuh 8 menit untuk sampai ke Matahari
Satu-satunya hal tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini adalah cahaya, para saintis biasanya lebih suka menyebutnya “foton” atau partikel cahaya. Saking cepatnya cahaya ini, bahkan kita bisa mengunjungi Bulan hanya dalam waktu 1.3 detik saja.

Berapa kecepatannya? Yaitu sekitar 299 792 458 m/s, bulatkan saja menjadi 300 juta m/s. Dengan jarak Bumi-Matahari 1 SA (Satuan Astronomi) atau 149.6 juta kilometer, cahaya dapat menempuh jarak sebesar itu hanya dalam waktu 8.3 detik.

Wahana antariksa nirawak tercepat buatan manusia saat ini adalah Parker Solar Probe yang memiliki kecepatan rata-rata 192.222 m/s, butuh waktu lebih dari 1 minggu untuk pergi ke Matahari dari Bumi.

5. Evolusi menjadi raksasa merah
Untuk saat ini Matahari masih menyimpan stok energi untuk reaksi fusinya setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan. Saat ini Matahari sedang berada pada fase stabil.

Komposisi utamanya adalah hidrogen yang suatu saat nanti Matahari akan kehabisan komposisinya. Saat itu terjadi, lapisan terluar Matahari mulai mengembang luar biasa.

Lapisan terluarnya akan membesar bahkan kemungkinan dapat mencapai orbit Bumi. Ada kemungkinan kehidupan di Bumi saat itu sudah punah akibat panas yang luar biasa.

Bisa dikatakan Matahari adalah monster bagi Bumi kita di kemudian hari.

6. Butuh 230 juta tahun untuk mengelilingi galaksi
Setiap bintang yang kita lihat dengan mata telanjang di langit malam merupakan bintang-bintang yang berada pada sebuah galaksi bernama Bima Sakti atau Milky Way. Bintang-bintang ini memiliki waktu orbit dan jarak ke pusat galaksi yang berbeda-beda.

Matahari kita membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk menyelesaikan orbitnya, sedangkan jaraknya sendiri dari pusat galaksi itu sekitar 25.000 tahun cahaya. Matahari sendiri berada pada salah satu lengan galaksi yang bernama Orion.

7. Matahari memiliki banyak warna
Alasan mengapa Matahari terlihat putih di siang bolong lalu terlihat jingga kekuningan saat terbit maupun terbenam adalah karena Matahari memancarkan seluruh spektrum pada cahaya tampak. Mulai dari panjang gelombang 400 – 700 nanometer.

Atmosfer juga berperan terhadap perubahan warna pada Matahari. Saat di pagi hari cahaya Matahari harus melalui atmosfer yang tebal untuk sampai ke mata kita, sehingga hanya spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang tinggi (merah – kuning) saja yang dapat sampai ke mata kita.

Jika Matahari sudah berada di atas kepala maka semua spektrum cahaya tampak dapat mengenai mata kita sekaligus, pencampuran dari merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu membuat Matahari tampak berwarna putih.

8. Iklim Bumi bergantung pada matahari
Matahari adalah energi kehidupan kita di Bumi, cahayanya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup di Bumi terutama tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya itu, perannya sangatlah penting terhadap perubahan iklim.

Menurut NASA Matahari memiliki peran penting terhadap perubahan cuaca, iklim, arus laut bahkan pembentukan aurora juga dipengaruhi oleh angin Matahari

Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor

Skyofnight.net – Hujan meteor? Kamu pasti pernah kan melihat fenomena ini. Di bumi, ada yang menyebutnya sebagai bintang jatuh. Fenomena hujan meteor ini memang bukan hal yang aneh lagi, karena sering terjadi di bumi dan terlihat sangat indah.

Tapi tahukah kamu apa sesungguhnya meteor itu? Dan mengapa bisa terjadi hujan meteor? Penasaran? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta tentang terjadinya hujan meteor :

1. Meteor itu sesungguhnya adalah salah satu benda langit
Di galaksi banyak sekali benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari. Nah hujan meteor yang sering kita lihat di bumi, sebenarnya adalah pecahan-pecahan dari meteorid yang masuk ke atmosfer bumi.

Sekedar informasi, meteorid adalah potongan batu ruang angkasa. Pecahan batu tersebut yang masuk ke atmosfer bumi, itulah yang disebut meteor.

2. Ketika masuk ke atmosfer bumi, meteor meluncur dengan kecepatan tinggi
Hujan meteor terlihat indah dari bumi karena sangat bercahaya. Tapi sebenarnya, cahaya yang kita lihat itu adalah cahaya meteor yang terbakar karena memasuki bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Tahukah kamu kalau meteor memiliki kecepatan lebih dari 250.000 km per jam? Hal inilah yang membuatnya terbakar ketika bergesekan dengan atmosfer bumi.

3. Walaupun sering terjadi, hujan meteor tidaklah berbahaya
Hujan meteor yang terlihat di bumi, kadang hanya terlihat satu dan kadang terlihat banyak. Tapi jangan khawatir, karena hujan meteor ini tidak berbahaya. Ketika memasuki atmosfir bumi, meteor akan terbakar hingga suhu 1.650 derajat celcius.

Tingginya suhu ini menyebabkan meteor sudah habis terbakar sebelum menyentuh permukaan bumi. Tapi memang terkadang ada meteor yang berukuran besar sehingga tidak terbakar habis, sehingga jatuh ke permukaan bumi. Namun peristiwa ini sangat jarang terjadi.

Baca Juga : Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

4. Setiap tahun sering terjadi ratusan kali hujan meteor di bumi
Jumlah meteorid di ruang angkasa sangatlah banyak. Setiap tahunnya lebih dari 500 buah pecahan meteorid jatuh dari orbitnya ke bumi. Sehingga kita sering sekali melihat terjadinya hujan meteor di langit.

Namun walaupun banyak pecahan meteorid yang jatuh, tapi sangat jarang ditemukan sisa-sisa batu meteor di permukaan bumi karena sudah terbakar habis. Batu meteor yang ada di permukaan bumi sering disebut sebagai batu meteorit.

5. Meteorid ada berbagai jenis ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang besar
Meteorid yang mengelilingi matahari di ruang angkasa terbentuk dari pecahan-pecahan planet. Karena itulah ukuran meteorid sangat beraneka ragam. Ada meteorid yang berukuran sangat kecil, yakni 2 mm atau micrometeorite.

Namun ada juga meteorid yang berukuran sangat besar, atau sering disebut sebagai asteroid. Sebuah asteroid biasanya memiliki ukuran diameter lebih dari 10 meter. Besar banget ya?

Nah itulah beberapa fakta tentang hujan meteor, atau lebih dikenal sebagai bintang jatuh. Fenomena alam ini ternyata tidak seindah kelihatannya ya. Kalau kamu ingin melihat hujan meteor, carilah tempat yang gelap dan tidak banyak cahaya sehingga hujan meteor di langit terlihat sangat jelas. Tidak dibutuhkan peralatan khusus kok untuk melihatnya!

Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

Skyofnight.net – Bintang merupakan objek luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Bintang dapat dilihat pada malam hari sebagai titik-titik bercahaya yang bertaburan di atas langit. Tapi kalau kamu perhatikan, di antara bintang-bintang tersebut, ada bintang yang tampaknya paling bersinar di antara bintang-bintang lainnya.

Bintang yang paling bersinar tersebut disebut sebagai Sirius A. Di Mesir kehadiran Bintang ini digunakan untuk memprediksi banjir yang akan terjadi akibat Sungai Nil meluap. Tapi selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya seputar Sirius A. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik sirius A bintang paling bersinar :

1. Sirius merupakan sistem perbintangan dengan 2 bintang utama yang jaraknya pun dekat dengan Bumi
Sirius A berjarak sekitar 8,6 juta tahun cahaya dengan bumi dan berada dalam konstelasi Canis Major. Sirius A memiliki kembaran yang disebut Sirius B, yaitu bintang kerdil berwarna putih yang juga termasuk dalam bintang kerdil terdekat dengan bumi.

2. Sirius A merupakan bintang paling terang yang dapat dilihat secara langsung di seluruh dunia
Sirius A merupakan bintang paling terang di jagat raya. Pada malam hari, bintang ini bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Terlebih di belahan Bumi bagian utara pada musim dingin. Keindahan Sirius A dapat dilihat dengan jelas tanpa perlu alat bantu seperti teropong.

3. Sirius A lebih besar, berat, dan panas daripada Matahari!
Sirius A memiliki radius sekitar 740 ribu mil atau 1,2 juta kilometer, yang artinya ukuran Sirius A 71 persen lebih besar daripada Matahari. Sedangkan untuk massanya, Sirius A memiliki massa 2 kali lebih besar daripada Matahari.

Suhu permukaan Sirius A diperkirakan mencapai 9,940 Kelvin yang berarti dua kali lebih panas daripada Matahari. Sedangkan Sirius B memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada Sirius A, bahkan lebih kecil daripada planet Bumi, tetapi suhu permukaan Sirius B 5 kali lebih panas daripada Matahari.

Baca Juga : Bintang Terbesar di Jagat Raya

4. Sirius A memiliki visual magnitude -1,44
Tingkat kecerahan benda luar angkasa ditetapkan dengan stellar magnitude, di mana semakin rendah angkanya maka bintang tersebut semakin cerah. Sirius A sendiri memiliki tingkat visual magnitude sebesar -1,44 yang menandakan bahwa Sirius A merupakan bintang paling cerah sejagat raya.

Akan tetapi, jika dilihat dari Bumi, sebenarnya ada beberapa objek luar angkasa yang tampak lebih terang daripada Sirius A, yaitu Bulan, Mars,Venus, dan Jupiter.

5. Makin mendekati Bumi dan makin bersinar dari waktu ke waktu
Pengamatan menunjukkan bahwa sistem Sirius perlahan-lahan terus mendekati sistem tata surya kita. Sehingga bintang yang sudah sangat bersinar dan dapat dilihat dari belahan Bumi manapun ini akan tampak makin bersinar, bahkan sinar yang dipancarkan bisa melebihi objek luar angkasa lainnya seperti Venus.

Fakta Menarik Seputar Bintang Fakta Menarik Seputar Bintang

Skyofnight.net – Saat malam hari, kamu bisa melihat bintang sebagai titik-titik yang bercahaya dan bertebaran di langit. Bintang merupakan materi luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri.

Walaupun saat malam bintang hanya terlihat sebagai kilauan kecil, akan tetapi sebenarnya bintang memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan banyak sekali bintang yang berukuran lebih besar daripada Matahari. Selain itu, terdapat fakta lain seputar bintang yang belum tentu kamu ketahui. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran dan membuatnya tampak bersinar
Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk pembakaran dan membuatnya tampak menyala. Cahaya pada bintang berasal dari reaksi fusi atau penggabungan 2 inti yang ringan menjadi 1 inti yang lebih besar. Reaksi ini kemudian menghasilkan panas yang luar biasa sehingga bintang tampak bercahaya.

2. Proses terbentuknya bintang di alam semesta
Pembentukan bintang terjadi di awan debu dan gas antarbintang yang disebut dengan nebula yang sebagian besar komponen penyusunnya adalah molekul hidrogen. Proses pembentukan bintang ini dimulai ketika awan tersebut bergerak dan berputar yang kemungkinan disebabkan oleh gelombang kejut dari ledakan supernova di dekatnya.

Kemudian mulai terbentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar dan panas. Ketika temperatur di dalam gumpalan ini telah mencapai 10 juta derajat celsius, maka akan terjadi proses fusi nuklir yang menyala yang menandakan bahwa sebuah bintang baru telah terbentuk. Proses pembuatan bintang ini membutuhkan waktu hingga jutaan tahun.

3. Semua bintang pada akhirnya akan mengalami kehancuran
Semua elemen di alam semesta memiliki umur, termasuk bintang yang pada suatu saat juga akan binasa. Usia bintang bermacam-macam, ada yang jutaan hingga miliaran tahun, tergantung pada massa masing-masing bintang. Semakin massive massa suatu bintang, maka usianya akan semakin pendek.

Akan tetapi, penyebab hancurnya bintang-bintang adalah karena kehabisan bahan bakar. Sebagian besar komponen penyusun bintang adalah hidrogen. Seumur hidupnya, hidrogen pada bintang ini akan melakukan fusi atau penggabungan dengan sesama hidrogen dan membentuk helium. Setelah habis, helium-helium tersebut akan kembali mengalami fusi dan membentuk karbon.

Setiap tingkat fusi ini akan menghasilkan energi yang membuat bintang semakin panas. Peningkatan temperatur ini membuat bintang menjadi semakin besar hingga akhirnya meledak dan menghasilkan gas. Peristiwa ini dinamakan dengan supernova, yang juga menandai berakhirnya masa hidup suatu bintang.

Baca Juga : Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

4. Bintang dikelompokkan dalam beberapa kategori
Para astronom membagi bintang dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik cahaya yang dipancarkan. Secara umum dikategorikan menjadi bintang O, B, A, F, G, K, M, R, N, T, Y berdasarkan temperatur, warna, dan kilauannya. Sebagai contoh, bintang tipe O dan B memiliki warna biru dengan temperatur 30 sampai 40 ribu Kelvin.

Lebih jauh, astronom mengklasifikasikan bintang berdasarkan karakteristik lain seperti kecepatan rotasi, jumlah elemen lain selain hidrogen dan helium, hingga keberadaan elemen kimia dalam atmosfer suatu bintang.

5. Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Matahari, yang suatu saat juga akan meledak
Matahari, yang merupakan sumber energi utama dalam sistem tata surya kita adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi. Matahari dikategorikan dalam bintang tipe G yang terbentuk 4,6 miliar tahun lalu.

Matahari termasuk dalam bintang kerdil berwarna kuning yang saat ini tengah berada dalam fase peleburan hidrogen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 5 miliar tahun ke depan. Selanjutnya, Matahari akan mengalami fusi helium yang menyebabkan Matahari menjadi semakin panas hingga suatu saat akan meledak dan membentuk nebula.

Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

Skyofnight.net – Ketika malam hari, kita biasa melihat langit yang gelap dengan dihiasi taburan bintang. Ada yang terang ada juga yang redup. Dalam benak kalian mungkin pernah bertanya, dari sekian banyaknya bintang yang ukurannya super besar, manakah yang paling besar diantara bintang lainnya?

Nah, di kesempatan ini, saya mau kenalkan ke kalian sebuah bintang yang digadang-gadang sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Bintang yang akan mengejutkan kita dengan ukurannya yang super besar. Bintang tersebut bernama bintang UY Scuti.

Seperti apa bintang UY Scuti itu? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta unik UY Scuti bintang terbesar di galaksi :

1. Yuk, berkenalan dengan bintang terbesar di Galaksi Bima Sakti
Bintang UY Scuti merupakan salah satu bintang merah yang berada di galaksi Bima Sakti, tepatnya di konstelasi Scutum, yaitu di area tengah galaksi kita.

Bila dilihat dari bumi, kelihatannya seperti tanda titik bercahaya. Namun kenyataannya sangat mengejutkan. Ukurannya jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Bahkan saking besarnya, bintang ini ditetapkan menjadi bintang terbesar di galaksi Bima Sakti, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar se alam semesta yang dapat teramati manusia.

Karena ukurannya yang sangat besar jugalah yang mampu menggeser VY Canis Majoris dan Betelgeus dari predikat bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kalau dibandingkan dengan matahari, pasti akan terlihat perbedaan ukuran yang sangat jauh. Hal itu akan kita bahas di bagian berikutnya.

2. Bila matahari dibandingkan dengan UY Scuti

fakta-unik-uy-scuti-bintang-terbesar-di-galaksi

Mari kita bandingkan dengan bintang VY Canis Majoris, bintang yang sebelumnya ditetapkan sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kita bisa ibaratkan UY Scuti sebagai bola basket dan VY Canis Majoris sebagai bola sepak. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok diantara keduanya. Namun, tetap saja nampak dengan jelas UY Scuti jauh lebih besar daripada saingannya, yaitu VY Canis Majoris.

3. Jadi, berapa sih ukuran UY Scuti yang sebenarnya?
Sebagai bintang terbesar, UY Scuti pastinya memiliki ukuran yang sangat besar. Menurut para ahli, UY Scuti diperkirakan memiliki diameter 1.708 kali lebih besar daripada diameter matahari. Diketahui diameter matahari saja sekitar 695.800 km. Untuk mengetahui ukuran UY Scuti yang sebenarnya, kita bisa kalikan antara diameter matahari tersebut dengan 1.708 . Setelah dihitung hasilnya ialah sekitar 1.188.426.400 km. Besar sekali bukan? Ini baru perkiraan saja, bagaimana dengan yang aslinya?

Dengan diameter yang begitu besar ini, dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk melakukan perjalanan mengelilingi UY Scuti, itupun dengan kendaraan berkecepatan cahaya. Dengan ukuran yang begitu besar juga dapat memuat 5 miliar matahari dan triliunan planet yang setara dengan bumi.

4. Kalau ukurannya saja begitu besar, apalagi dengan massanya
Semakin besar ukuran suatu bintang, maka semakin besar juga massanya. Hal itu juga berlaku pada bintang monster yang satu ini. Diperkirakan bintang ini memiliki massa 7 – 10 kali massa matahari. Diketahui matahari memiliki massa 99.86% massa di seluruh tata Surya. Dari situ bisa kita bayangkan betapa beratnya bintang monster ini.

Baca Juga : Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

5. Walaupun ukurannya begitu besar, ternyata suhunya tidak sepanas matahari
Mungkin kalian menyangkal suhu UY Scuti itu sangat panas. Namun kenyataannya tidak demikian. Suhu permukaan UY Scuti berkisar 3000 Kelvin. Hal itu suhunya masih dikatakan lebih rendah bila dibandingkan dengan suhu permukaan matahari.

Permukaan matahari sendiri bersuhu sekitar 5000 Kelvin. Itu berarti matahari kita masih unggul satu poin dari UY Scuti. Dan untungnya untuk bintang sebesar itu suhunya tidak terlalu panas.

6. Apa jadinya ya jika matahari diganti dengan UY Scuti?
Kita tahu bahwa ukuran UY Scuti ini sangatlah besar, bahkan bila dibandingkan dengan matahari. Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana jadinya bila matahari kita diganti dengan UY Scuti?

Menurut para ilmuwan, dengan ukuran yang luar biasa besarnya, permukaan bintang monster ini bahkan bisa mencapai orbit Jupiter. Akibatnya, planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan benda langit lain yang ada di sekitar daerah itu akan tenggelam dan jatuh ke permukaan UY Scuti. Dan mungkin saja Saturnus dan Uranus ikut jatuh ke permukaan UY Scuti karena ditarik oleh gravitasinya yang begitu kuat. Sehingga planet yang tersisa di tata surya hanyalah Neptunus. Mengerikan ya. Apa jadinya kita nanti kalau itu sampai terjadi.

7. Untungnya jarak bumi dengan bintang raksasa ini sangat jauh
Di awal kita sudah tahu bahwa bintang UY Scuti terletak di konstelasi Scutum. Lebih tepatnya di area tengah galaksi kita. Kalau kita ukur, jaraknya mencapai 5070,16 tahun cahaya. Dan jika dikonversikan ke bentuk mil ataupun ke bentuk kilometer pasti hasilnya sangat sangat panjang. Dengan demikian, walaupun kita menggunakan kendaraan berkecepatan cahaya, kita juga tetap memerlukan waktu yang lama untuk mengunjungi UY Scuti, yaitu sekitar 50 abad. Kalau saja dengan kendaraan tersebut bisa sampai di sana, yang bisa merasakannya langsung pastilah keturunan kita dari beberapa generasi kita.

Agar sampai di bintang itu maka diperlukan kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, sedangkan kecepatan tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini ialah kecepatan cahaya. Dan kendala selanjutnya ialah tubuh kita yang tidak akan kuat menahan gaya dan hambatan akibat kecepatan yang sangat cepat. Jadi, kemungkinan besar untuk saat ini kita tidak bisa berkunjung ke bintang monster ini. Namun juga tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang manusia bisa berkunjung ke bintang ini dengan kendaraan yang pastinya lebih canggih dari zaman ini.

Fakta Tentang Aurora Borealis Fakta Tentang Aurora Borealis

Skyofnight.net – Kamu pasti sudah tahu kalau bumi ini memiliki 2 kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan. Di bagian paling utara dan bagian paling selatan bumi ada fenomena unik yang disebut Aurora. Tapi ini bukan nama orang loh ya. Aurora adalah cahaya yang terbentuk akibat adanya interaksi antara medan magnetik bumi, dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari.

Oleh karena itu, tidak heran kalau Aurora menghasilkan cahaya yang indah banget di langit. Cahaya Aurora bahkan bisa dilihat dari luar angkasa. Aurora yang ada di langit bagian selatan bumi disebut Aurora Astralis, sedangkan Aurora yang ada di langit bagian utara bumi disebut Aurora Borealis.

Diantara keduanya, Aurora Borealis adalah yang paling terkenal. Walaupun sama-sama memiliki cahaya yang sama cantiknya, namun medan untuk melihat Aurora Borealis cenderung lebih mudah ditempuh. Aurora Astralis yang berada di kutub selatan, memiliki medan yang cukup sulit untuk dijangkau.

Nah kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang Aurora Borealis, inilah beberapa fakta menakjubkan tentang aurora borealis :

1. Setiap hari warna cahaya aurora yang dipancarkan selalu berbeda
Kalau kamu melihat dari foto-foto tentang Aurora Borealis yang banyak beredar, kamu pasti bisa melihat kalau Aurora ini memiliki warna cahaya yang berbeda-beda. Perbedaan warna ini disebabkan karena kandungan atom pada Oksigen dan Nitrogen di udara selalu berubah-ubah.

Ketika kadar atom Oksigen lebih besar, maka cahaya Aurora akan dominan berwarna hijau atau kemerahan. Sedangkan kalau kadar atom Nitrogen lebih banyak, maka cahaya Aurora akan dominan berwarna orange atau kemerahan. Tapi selain warna diatas, kadang-kadang ada muncul juga cahaya berwarna biru.

2. Cahaya aurora mampu menciptakan ilusi
Setiap orang yang menyaksikan cahaya Aurora secara langsung, pasti menyangka kalau Aurora itu letaknya dekat banget. Padahal nih itu semua cuma ilusi saja. Kenyataannya Aurora itu letaknya di atmosfir bumi, jaraknya sekitar 90 kilometer. Jauh banget kan?

Bahkan saking jauhnya, keindahan cahaya Aurora masih bisa dinikmati oleh para astronot yang sedang berada di luar angkasa. Tapi para astronot harus berhati-hati saat menikmati Aurora, karena biasanya cahaya Aurora jelas terlihat kalau sedang terjadi badai di matahari. Dan mereka harus berusaha menghindari radiasi dari badai matahari tersebut.

3. Nama Aurora ternyata berasal dari nama dewi kepercayaan orang Romawi
Keindahan cahaya di langit utara ini memang tiada duanya, hal ini membuatnya diberikan nama yang sama indahnya yakni Aurora Borealis. Nama Aurora berasal dari nama Dewi Fajar kepercayaan orang Romawi Kuno. Sedangkan nama Borealis berasal dari bahasa Yunani “Boreas”, yang artinya angin utara.

4. Di sekitar Kutub Utara, banyak beredar cerita legenda tentang Aurora
Hal-hal aneh dan unik pasti selalu memiliki legenda yang menyertainya, begitu juga dengan Aurora Borealis. Penduduk di Amerika Utara percaya kalau Aurora merupakan perwujudan roh dari orang-orang yang sudah meninggal. Namun, ada pula yang percaya kalau Aurora merupakan cahaya untuk memandu jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal ke surga.

Sedangkan orang-orang suku Inuit atau lebih kita kenal sebagai orang Eskimo, memiliki kepercayaan kalau Aurora Borealis adalah perwujudan dari roh-roh binatang yang sudah mereka buru selama ini.

Baca Juga : Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora

5. Selain cahaya yang cantik, aurora ternyata juga bisa mengeluarkan suara
Menurut para ilmuwan, karena letaknya yang sangat tinggi maka Aurora juga mampu mengeluarkan suara. Namun suara Aurora tidaklah selalu terdengar, karena suaranya biasanya muncul di malam hari saat tidak ada angin yang berhembus.

Menurut orang-orang yang sudah pernah mendengarnya, suara yang dikeluarkan oleh Aurora merupakan suara lembut seperti gulungan ombak. Namun ada juga yang mendengarnya seperti suara gemericik air, dan suara tepukan.

6. Matahari memiliki peranan penting dalam proses terjadinya aurora
Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel ini, Aurora terjadi karena adanya interaksi antara medan magnetik bumi, dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari. Oleh karena itu matahari memegang peranan penting dalam proses terjadinya Aurora.

Semakin tinggi suhu yang dipancarkan oleh matahari, maka cahaya Aurora yang terpancar juga akan semakin indah dan spektakuler. Cahaya Aurora Borealis yang paling spektakuler, pernah terjadi pada tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859. Cahayanya saat itu begitu kuat dan menyilaukan mata.

7. Aurora Borealis bisa disaksikan di beberapa tempat di bagian utara bumi
Saat ini Aurora Borealis dikenal sebagai pesona alam yang ada di Iceland atau Islandia. Tapi sesungguhnya cahaya Aurora bisa dinikmati pada beberapa tempat di bumi bagian utara. Mulai dari Alaska, Kanada hingga Siberia, di tempat ini kamu bisa menyaksikan indahnya cahaya Aurora dengan sempurna.

Cahaya Aurora bisa dilihat sepanjang hari. Dataran Arktik menjadi tempat terbaik kalau kamu ingin melihat keindahan cahaya Aurora di siang hari ataupun saat tengah malam. Sayang sekali ya tempat-tempat tersebut sangat jauh letaknya dari Indonesia. Tapi mungkin suatu hari nanti, kamu juga memiliki kesempatan untuk menyaksikan keindahan Aurora Borealis secara langsung.

Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah

Skyofnight.net – Fenomena aurora menghasilkan cahaya menyala di langit malam yang indah. Keindahan yang dapat anda nikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa. Seperti apa ya fenomena aurora ini?

Aurora adalah fenomena alam yang menghasilkan cahaya menyala dan menari-nari di langit malam. Tak semua orang bisa melihatnya, karena fenomena ini hanya bisa dinikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa.

Bagi kalian yang hendak pergi ke negara yang memiliki fenomena alam yang indah ini, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik fenomena Aurora yang harus kalian ketahui sebelum melihatnya :

1. Proses Terjadinya Aurora
Terjadinya sebaran cahaya seperti lampu-lampu yang indah di langit ini terjadi ketika atmosfer bumi berinteraksi dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari.

Saat terdapat ledakan besar di permukaan matahari, miliaran partikel terlontar. Partikel yang terlontar memiliki kecepatan rambat mencapai 800 kilometer per detik. Partikel dari pancaran itupun kemudian menumpuk di ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung ion. Sebagian dari ionosfer bertumpuk dengan magnetosfer atau medan magnet bumi.

Yang pada akhirnya, pertemuan antara medan magnet dengan partikel ionosfer menyimpan banyak partikel matahari. Dan menghasilkan cahaya berwarna hijau, biru merah muda dan ungu.

2. Jenis-jenis Aurora
Aurora Borealis dan Aurora Australis agak berbeda. Jenis ini dibedakan dari asal munculnya aurora ini. Aurora Borealis atau cahaya utara berasal dari kutub utara. Sedangkan fenomena aurora yang berasal dari kutub selatan disebut dengan Aurora Australis.

Aurora Australis tidak sepopuler Aurora Borealis dan memiliki warna kemerahan seperti cahaya matahari terbit, sedangkan Aurora Borealis berwarna kehijauan.

3. Tempat Terbaik Melihat Aurora
Aurora Australis atau cahaya selatan yang berwarna kemerahan bisa dilihat di negara bagian selatan Bumi seperti Antartika, Amerika Selatan, Australia hingga New Zealand.

Sedangkan Aurora Borealis biasanya muncul di belahan bumi utara seperti Finlandia, Islandia (Iceland), Skotlandia, Norwegia, Swedia dan Inggris di bagian Utara.

Baca Juga : Fakta Seru Mengenai Rasi Bintang Orion

4. Tidak Hanya Terjadi di Bumi
Kalau di bumi, Aurora terjadi di Iceland hingga Finlandia, akan tetapi di planet lain ternyata juga sering mengalami fenomena aurora. Planet yang memiliki atmosfer dan medan magnet, mereka memungkinkan memiliki aurora. Fenomena aurora yang indah pernah terjadi di planet Jupiter dan Saturnus.

5. Legenda Dibalik Nama Aurora
Nama Aurora Borealis berasal dari nama Dewi Fajar kepercayaan orang Romawi Kuno. Penduduk Amerika Utara percaya kalau aurora merupakan wujud dari roh orang-orang yang sudah meninggal.

Selain itu ada juga yang percaya kalau fenomena ini jadi pertanda cahaya untuk memandu jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal ke surga. Sementara itu, suku Inuit atau orang Eskimo memiliki kepercayan kalau Aurora Borealis ialah wujud dari roh-roh binatang yang sudah mereka buru selama ini.

Fakta Seru Mengenai Rasi Bintang Orion Fakta Seru Mengenai Rasi Bintang Orion

Skyofnight.net – Jika kita memandang langit malam saat cuaca cerah dan tidak berawan, biasanya kita akan melihat banyak bintang. Bintang-bintang itu akan berkelap-kelip di langit. Ada yang bercahaya terang, ada juga yang redup.

Nah, jika bintang-bintang di langit malam itu dihubungkan, kita akan melihat sebuah bentuk atau pola tertentu.

Itulah yang sering disebut sebagai rasi bintang, yaitu kumpulan bintang yang membentuk suatu pola tertentu. Ada 88 rasi bintang yang diakui oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU), salah satunya adalah rasi bintang Orion.

Rasi bintang ini bisa kita lihat mulai Oktober hingga Mei. Yap, itu artinya kita sudah bisa mulai melihat Orion.  Sebelum mengamatinya di langit malam, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta seru mengenai rasi bintang orion yang perlu kalian ketahui :

Nama Rasi Bintang Orion
Sebagian besar rasi bintang yang diakui IAU memiliki nama yang diambil dari mitologi Yunani, termasuk rasi bintang Orion.

Dalam mitologi Yunani, Orion sendiri memiliki arti “sang pemburu”, teman-teman.

Itu karena bentuk rasi bintang ini jika dilihat memang seperti seorang pemburu dengan busur panah di tangannya.

Pertanda Pergantian Musim
Munculnya rasi bintang Orion di langit malam digunakan oleh masyarakat dunia untuk menandai pergantian musim, nih.

Orang-orang yang tinggal di belahan Bumi utara melihat rasi bintang ini sebagai pertanda datangnya musim dingin.

Memasuki Oktober, belahan Bumi utara memang akan mengalami musim gugur dan nantinya akan berubah menjadi musim dingin.

Sebaliknya, rasi bintang Orion menjadi pertanda datangnya musim panas bagi orang-orang yang tinggal di belahan Bumi Utara.

Sebab pada saat itulah, mereka akan mengalami musim semi dan akan berlanjut menjadi musim panas.

Sedangkan orang-orang yang di Indonesia akan menganggap rasi bintang ini sebagai pertanda datangnya musim hujan.

Baca Juga : Fakta Hujan Meteor Unicorn yang Hiasi Langit Malam

Mudah Ditemukan dari Sabuk Orion
Dari sekian banyak bintang di langit malam, bagaimana kita bisa menemukan rasi bintang Orion, Bo?

Nah, teman-teman tak perlu khawatir karena Orion menjadi salah satu rasi bintang yang mudah ditemukan, nih.

Jika teman-teman melihat ada tiga bintang yang berjajar di langit, artinya teman-teman sudah menemukan bagian dari rasi bintang ini.

Tiga bintang yang berjajar ini disebut sebagai Sabuk Orion. Ketiga bintang ini bernama Anilam, Alnitak, dan Mintaka.

Dari Sabuk Orion, kita akan menemukan bintang-bintang lainnya yang juga menjadi bagian dari rasi bintang Orion.

Enam Bintang Utama Berjenis Super Raksasa Biru
Bintang-bintang di ruang angkasa itu terbagi menjadi beberapa jenis, teman-teman.

Nah, rasi bintang Orion memiliki tujuh bintang utama. Uniknya, enam di antaranya merupakan bintang berjenis super raksasa biru.

Keenam bintang ini adalah Rigel, Bellatrix, Alnilam, Alnitak, Saiph, dan Mintaka.

Sedangkan satu bintang utama di rasi bintang ini merupakan jenis bintang super raksasa merah, yaitu Betelgeuse.

Fakta Hujan Meteor Unicorn yang Hiasi Langit Malam Fakta Hujan Meteor Unicorn yang Hiasi Langit Malam

Skyofnight.net – Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai beberapa fakta menaik dari hujan meteor unicorn alpha monocerotids yang merupakan salah satu dari fenomena alam yang sangat indah tentunya untuk disaksikan oleh mata. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta hujan meteor unicorn yang indah dimalam hari :

1. Rasi Monoceros
Sesuai namanya, hujan meteor ini berasal dari rasi monoceros atau rasi unicorn. Arah rasi Waluku sendiri menurutnya ada di arah timur saat tengah malam. Untuk membantu pengamatan Anda bisa menggunakan bantuan aplikasi Google Sky Map atau StarTracker.

Pada aplikasi Google Sky Maps, pengguna bisa mencari rasi bintang yang diinginkan dan akan diarahkan untuk mencapai rasi tersebut.

Misal masukkan kata “monoceros” untuk mencari rasi bintang yang jadi lokasi hujan meteor ini. Maka akan muncul lingkaran disertai panah. Arah panah menunjukkan ke arah mana pengguna mesti berputar untuk menemukan rasi tersebut.

2. Berlangsung kurang dari 1 jam
Hujan meteor ini hanya berlangsung kurang dari satu jam. Puncak hujan meteor unicorn alpha monocerotids biasanya hanya bertahan 15 menit hingga 40 menit. Sehingga kerap terlewat oleh pengamat. Padahal hujan meteor lain kerap berlangsung selama berjam-jam.

Namun, peristiwa hujan meteor ini dijelaskan Rhorom berlangsung antara 15-25 November dengan puncak hujan meteor pada 21-22 November. Puncak hujan meteor membuat intensitas meteor yang jatuh lebih tinggi dari waktu-waktu lainnya.

3. Intensitas hujan meteor rendah
Menurut Rhorom intentsitas hujan meteor ini memang tidak terlalu tinggi. Selain itu hujan meteor ini juga tidak terlalu terang. Sehingga membuat hujan meteor ini tidak begitu dikenal.

Namun, tahun ini diperkirakan intensitas puncak hujan meteor unicorn ini akan setinggi tahun 1995 sebanyak 400 meteor per jam atau 7 meteor per menit.

Intensitas 400 meteor ini diperkirkan terjadi selama 15 menit periode puncak. Dengan catatan kondisi pengamatan optimal, yaitu minus polusi cahaya dan kondisi langit cerah tak berawan.

“Tahun ini, aktivitas alpha mono diperkirakan lebih tinggi dari biasanya. Bisa jadi 400 meteor per jam memancar dari arah monoceros,” jelas Rhorom lagi.

4. Sumber misterius
Hingga saat ini, sumber dari hujan meteor unicorn ini masih belum diketahui. Biasanya hujan meteor terjadi lantaran jejak ekor komet yang memasuki atmosfer Bumi.

Ekor meteor ini masuk ke atmosfer dan meninggalkan jejak pijar yang membuatnya tampak seperti hujan cahaya. Namun, hingga saat ini belum diketahui komet mana yang menjadi sumber hujan meteor ‘Unicorn’ Alpha Monocerotids ini.

Astronom asal Amerika Serikat bernama Esko Lyytinen dari Finnish Fireball Network dan Peter Jenniskens dari Ames Research Center NASA telah mempelajari fenomena astronomis ini sejak 1995.

“Ledakan ini disebabkan oleh jejak debu dari komet jangka panjang yang tidak diketahui. Debu dilepaskan selama orbit sebelumnya dari komet, ketika itu terakhir di dekat matahari. Beberapa meteoroid membuat orbit pendek dan kembali lebih awal, lainnya membuat orbit yang lebih luas dan akan kembali terlambat,” kata Peter pada Earth Sky.

5. Kapan hujan meteor ini muncul
Hujan meteor ini sebenarnya terjadi hampir setiap tahun. Namun, berdasarkan catatan American Meteor Society tahun 1925, 1935, 1985, dan 1995, merupakan hujan meteor terbaik, seperti dilansir Forbes.

– 1925: seribu meteor perjam.
– 1935: seribu meteor perjam.
– 1985: 700 meteor perjam.
– 1995: 400 meteor perjam
– 2019: 100-1000 meteor perjam.

Peter juga mengatakan bahwa intensitas meteor akan berbeda-beda di tiap lokasi dan juga bergantung pada aliran meteoroid.

“Kami yakin bahwa alirannya akan berada di jalur Bumi tahun ini, karena gerakan jejak ditentukan oleh gravitasi planet dan matahari, yang dapat kita hitung secara akurat,” jelas Peter.

Diperkirakan hujan meteor intensitas tinggi lain akan tampak pada 2043.

6. Tak terlihat di Indonesia
Puncak hujan meteor ini dapat disaksikan dengan pemandangan terbaik oleh penduduk Eropa, kemudian Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sayangnya menurut Forbes, wilayah Asia hingga Australia terancam tak dapat menyaksikan waktu puncak dari hujan meteor Unicorn Alpha Monocerotids ini.

“Fenomena outburst-nya (ledakan meteor) tidak bisa dilihat dari Asia. Ini adalah puncak dari aktivitas hujan meteor Alpha Monocherotids yang mencapai 400 meteor dalam waktu kurang dari 1 jam,” jelas Rhorom.

Puncak ledakan hujan meteor ini diperkirakan terjadi tanggal 22 November sekitar pukul 11.50 WIB. Selain berlangsung pada siang hari waktu Indonesia, saat itu rasi Monoceros pun ada di bawah ufuk sehingga tak bisa diamati.