Fakta Langit Malam

Nama-Nama Bintang Paling Redup – Bintang merupakan salah satu benda langit yang sangat indah jika di lihat di malam hari. Bentuknya yang seperti meteor kecil membuat mata kita serasa manja. Namun tidak semua bintang memiliki cahaya yang terang. Berikut adalah bintang redup yang ada di langit

1. Atakoraka
Atakoraka atau yang memiliki nama lain WASP-64 adalah salah satu bintang paling redup di langit malam. Bintang ini terletak di dalam garis-garis pembentuk rasi Canis Major.

Dilansir International Astronomical Union (IAU), Atakoraka mempunyai magnitudo tampak sebesar 12,69. Jadi, bisa dipastikan jika bintang ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kamu memerlukan bantuan teleskop untuk mengamatinya.

Nama-Nama Bintang Paling Redup

2. Horna
Horna atau yang disebut juga HAT-P-38 termasuk ke dalam bintang redup yang menghiasi langit malam. Bintang ini terletak di rasi Triangulum, tepatnya di dalam garis-garis pembentuk rasi.

Dilansir IAU, Horna memiliki magnitudo tampak sebesar 12,53. Yap, sama seperti Atakoraka, bintang yang memancarkan cahaya kuning ini hanya bisa diamati jelas melalui teleskop.

3. Marohu
Bintang Marohu atau WASP-6 adalah bintang redup yang menghuni ruang rasi Aquarius. Bintang ini termasuk ke dalam tipe spektral bintang G8 yang memancarkan cahaya kuning.

Marohu mempunyai magnitudo tampak sebesar 12,16. Dilansir Go Astronomy, bintang yang berjarak sekiranya 1.000 tahun cahaya dari Bumi ini memiliki satu buah eksoplanet di orbitnya yang diberi nama Boinayel.

Baca Juga : Fakta Menarik dari Gerhana Bulan

4. Lerna
Lerna atau yang memiliki nama lain HAT-P-42 masuk ke dalam deretan bintang paling redup karena magnitudo tampaknya yang mencapai 12,15. Dilansir Universe Guide, bintang ini terletak di dalan garis rasi Hydra si Ular Air.

Jaraknya dengan Bumi diperkirakan sejauh 1.458 tahun cahaya. Sama seperti Marohu, bintang yang dua kali lebih besar dari Matahari ini juga memiliki satu buah eksoplanet di orbitnya.

5. Absolutno
Bintang Absolutno atau yang disebut juga XO-5 merupakan salah satu bintang yang terletak di dalam garis konstelasi Lynx. Bintang ini masuk ke dalam bintang paling redup dengan magnitudo tampak sebesar 12,13.

Jaraknya dengan Bumi diperkirakan sejauh 907,93 tahun cahaya. Dilansir Go Astronomy, Absolutno juga teridentifikasi memiliki satu buah eksoplanet. Setelah diteliti lebih lanjut, eksoplanet tersebut memiliki ukuran sebesar Jupiter, namun suhunya sangat panas.

Fakta Menarik dari Gerhana Bulan – Peristiwa gerhana bulan menjadi sebuah peristiwa yang cukup langka karna terjadi jelang berapa tahun kemudian loh. Berikut ini adalah fakta mengenai gerhana bulan yang harus kamu ketahui

1. Bulan berwarna merah
Gerhana bulan total malam nanti terjadi saat bulan berada di umbra bumi, yang berakibat saat puncak gerhana bulan total sehingga bulan akan terlihat berwarna merah atau yang lebih dikenal dengan istilah Blood Moon.

Lantaran posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

Fakta Menarik dari Gerhana Bulan

2. Bisa dilihat tanpa alat
Observatorium Bosscha mengatakan fenomena astronomi pada malam nanti bisa disaksikan tanpa alat bantu. Hanya dengan keluar ruangan dan memandang ke langit bulan sudah bisa terlihat.

Gerhana bulan total bisa dilihat tanpa alat karana tidak memiliki intensitas cahaya yag berbahaya seperti gerhana Matahari. Bulan hanya mendapat cahaya dari pantulan sinar matahari, bukan sebagai sumber cahaya.

3. Bertepatan dengan Waisak
Gerhana bulan total malam ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2021 yang dirayakan pemeluk agama Budha. Kejadian tersebut menjadi spesial karena belum tentu sering terjadi.

Waisak sendiri dirayakan setiap Mei tepatnya pada waktu terang bulan atau dengan istilah lain yaitu Purnama Sidhi untuk memperingati Trisuci Waisak yakni tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, penerangan agung, dan kematian Buddha Gautama.

4. Ada tujuh fase gerhana bulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada tujuh fase gerhana bulan total. Tiga fase awal adalah gerhana mulai (P1), gerhana Sebagian mulai (U1), dan gerhana total mulai (U2).

Kemudian berlanjut pada fase puncak gerhana, gerhana total berakhir (U3),
gerhana sebagian berakhir (U4), dan gerhana berakhir (P4). Fase gerhana bulan total dipekirakan terjadi pada 18.43 WIB

Baca Juga    :  Fakta Mengapa Langit Malam Gelap

5. Bisa dilihat dari sebagian besar wilayah Indonesia
BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia bisa mengamati gerhana bulan total. Namun, waktu pengamatan di setiap wilayah berbeda yang dipengaruhi perbedaan letak wilayah.

Daerah yang tepat terlewati oleh garis P1, U1, U2, dan U3 bisa mengamati gerhana bulan total yang terbit bersamaan dengan fase-fase gerhana tersebut.

Wilayah yang terlewati garis P1 dan U1 adalah Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT, Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah. Sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian tenggara akan mendapati gerhana bulan yang sudah dalam fase gerhana penumbra ketika bulan terbit.

3 3

Fakta Mengapa Langit Malam Gelap – Dalam benak kita pasti sering bertanya-tanya. Mengapa langit pada malam hari akan berubah menjadi gelap? Pemandangan gelap pada malam hari tidak akan begitu gelap, karena di isi dengan bulan dan bintang-bintang. Berikut adalah fakta mengenai mengapa langit pada malam hari akan berubah menjadi gelap

Bergerak dengan Kecepatan Terbatas
Tetapi, pada kenyataannya, cahaya yang jatuh akan memanaskan debu sehingga bisa bersinar secerah sumber cahaya aslinya.

Jawaban lain yang diajukan untuk menjawab paradoks tersebut menjelaskan pergeseran sinar inframerah dari galaksi jauh yang luar biasa akan mengalihkan cahaya dari jangkauan penglihatan menjadi sinar inframerah yang tak terlihat.

Sinar inframerah adalah gelombang sinar panjang yang dipancarkan galaksi karena perluasan alam semesta.

Tapi jika penjelasan ini benar, gelombang sinar ultraviolet yang lebih pendek juga akan bergeser ke jangkauan penglihatan yang terlihat – yang tidak terjadi.

Menurut Kwitter saat ini ada dua solusi terbaik untuk menjawab Paradoks Olber tersebut.

BACA JUGA :Fakta Mengenai Meteor yang di Sangka Bintang Jatuh

Pertama, meski galaksi kita tidak terbatas, tapi usianya belum sangat tua. Poin ini sangat penting karena cahaya bergerak dengan kecepatan terbatas (meski sangat cepat!), sekitar 300 ribu kilometer per detik.

Kita bisa melihat sesuatu hanya setelah cahaya yang dipancarkan benda itu sudah sampai ke kita. Dalam pengalaman sehari-hari besarnya waktu tunda sangatlah kecil.

Bahkan saat duduk di balkon ruang konser, kita baru akan melihat konduktor mengangkat tongkatnya kurang dari sepersejuta detik setelah dia benar-benar melakukannya.

Akhirnya Akan Redup
Ketika jarak bertambah, begitu juga dengan waktu tunda. Misalnya, astronot di bulan mengalami penundaan waktu 1,5 detik dalam komunikasi mereka dengan Pengendali Misi di Bumi.

Itu karena adanya waktu tunda yang dibutuhkan sinyal radio (yang berbentuk cahaya) untuk melakukan perjalanan pulang-pergi antara Bumi dan Bulan.

Sebagian besar astronom setuju alam semesta berusia antara 10 dan 15 miliar tahun. Itu berarti jarak maksimum kita bisa melihat cahaya antara 10 dan 15 miliar tahun cahaya.

Jadi, biarpun ada galaksi yang jauh lagi, cahaya mereka tidak akan sempat sampai ke kita.

Jawaban kedua terletak pada kenyataan bintang dan galaksi tidak berusia panjang. Mereka akhirnya akan redup.

Kita akan melihat efek ini lebih cepat di galaksi terdekat, berkat waktu tempuh cahaya yang lebih pendek.

Karena efek inilah mengapa langit malam tidak bisa terang benderang meski banyak bintang mengeluarkan cahaya mereka.

Cahaya dari bintang-bintang akan membutuhkan waktu banyak untuk sampai ke kita. Karena cahaya mereka harus melewati objek-objek terdekat yang bisa saja terbakar dan kemudian menjadi gelap.

2 2

Fakta Mengenai Meteor yang di Sangka Bintang Jatuh – Banyak orang yang mengatakan mengenai peristiwa bintang jatuh. Bintang jatuh yang terlihat oleh mata kita, itu bukanlah bintang melainkan meteor yang menyerupai bintang. Peristiwa bintang jatuh juga sering kali orang membuat suatu permintaan dan tidak sangka beberapa permintaan itu terkabulkan. Berikut adalah fakta mengenai meteor yang menyerupai bintang jatuh

Lokasi
Anda tidak mungkin mendapati beberapa bintang jatuh secara sporadis selama senja, atau sebelum jam 10 malam. Disarankan untuk mencari tempat yang tinggi, tidak banyak cahaya dan lapang, dalam artian leluasa untuk melihat ke angkasa.

Beberapa orang mencari titik asal bintang jatuh. Biasanya dari rasi Perseus, menggantung rendah di langit utara atau timur laut.

Kondisi Langit
Perseid akan terlihat di seluruh Amerika Serikat dan di beberapa negara lain. Kondisi langit terbaik untuk melihat hujan meteor ini adalah di tempat yang jauh dari polusi cahaya.

Jadi, semakin Anda berada di pelosok dan jauh dari riuh kota, hujan meteor akan makin nampak.

Kalah Oleh Cahaya Bulan
Cahaya Perseid akan sedikit dikalahkan oleh sinar Bulan pada Agustus tahun ini, yang secara efektif akan memblokir kemunculan banyak meteor yang cahayanya lebih redup.

Namun, Perseid dikenal karena bola api mereka, atau meteor yang sangat terang, yang masih tetap bisa bersinar melalui cahaya Bulan.

Baca Juga :Peristiwa Langit Terbaik di 2021 yang Siap Temani di Malam Hari

Terkadang, bola api tersebut disebabkan oleh objek yang mengenai atmosfer Bumi, yang memiliki ukuran lebih besar. Di lain waktu, itu adalah hasil dari meteor yang menembus jauh ke atmosfer.

Warna yang Anda lihat tergantung pada komposisi meteor. “Perseid menunjukkan pancaran natrium yang kuat,” kata Cooke. “Itu sebabnya, mereka sering tampak bersinar kuning.”

Meskipun sulit untuk menentukan komposisi unsur Perseid, beberapa meteor diketahui mengandung magnesium, zat besi, karbon dan silikon. Warna pancaran meteor juga dapat berasal dari ionisasi udara di sekitarnya.

Selama Hujan Meteor, Saturnus Juga Akan ‘Bertemu’ Bulan
Di luar hujan meteor pada 12 Agustus, Bulan purnama disebut akan melewati dekat dengan Saturnus, mencapai garis bujur langit yang sama, yang dikenal sebagai konjungsi, pada pukul 06.05 EDT atau 17.05 WIB, menurut Skycal NASA.

Konjungsi itu tidak akan terlihat saat Saturnus menampakkan diri pada pukul 03.05 EDT atau 14.05 WIB pada 12 Agustus di New York. Namun, kedua benda langit tersebut akan tetap berada dalam fraksi satu sama lain. Bulan akan berada tepat di utara Saturnus, dan keduanya akan berada di rasi Sagitarius.

Terlihatnya Rasi Bintang
Meskipun cahaya Bulan purnama cenderung mengalahkan sinar bintang-bintang yang lebih redup, asterisme akan mudah terlihat. Ini merupakan gejala optis di mana bintang yang terlihat dalam batu mulia, seperti “Summer Triangle”, yang terdiri dari bintang-bintang Vega, Deneb dan Altair.

Sekitar 1,5 jam setelah matahari terbenam di belahan Bumi utara, Anda dapat melihatnya di atas untuk menemukan bintang terang Vega. Sementara itu, konstelasi Leo akan berada di barat.

4-Komet-Yang-Pernah-Muncul-Dan-Tidak-Pernah-Muncul-Lagi 4-Komet-Yang-Pernah-Muncul-Dan-Tidak-Pernah-Muncul-Lagi

skyofnight.net -Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Selain itu, komet juga lekat dengan istilah bintang berekor. Sebab, saat jatuh atau melakukan gerakan mereka seolah-olah memiliki ekor api yang sangat panjang.

Komet terbentuk dari es dan debu — kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.

Ada banyak jenis komet di semesta ini. Biasanya, komet akan muncul dalam sebuah periode yang telah diramalkan atau secara periodik. Namun tahukah Anda jika ada sejumlah komet yang sampai saat ini tidak pernah kembali terlihat setelah terakhir kali kemunculannya.

1. The Great Comet – 1264

The-Great-Comet-1264
The Great Comet terakhir kali muncul dan menampakan diri di langit antara Juli sampai Oktober 1264. Setelah kejadian itu, komet tersebut sampai sekarang tidak pernah terlihat sama sekali. Kehadiran komet ini acapkali dikaitkan dengan hal dan pertanda buruk. Pada saat itu, orang percaya jika The Great Comet dikirim oleh makhluk jahat sebagai penanda akan ada kematian hingga bencana besar. Takhayul itu diperkuat ketika Paus Urbanus IV jatuh sakit saat komet pertama kali muncul. Kemudian, Paus Urbanus IV meninggal dunia pada 3 Oktober 1264. Kemudian pada tahun 1556, orang-orang mengklaim melihat komet yang serupa, meski itu belum dapat dipastikan kebenarannya. Pada saat itu pula astronom Guy Pingre mengklaim jika komet itu akan muncul tiap 292 tahun sekali.

Yang seharusnya komet itu muncul tahun 1848, namun itu sama sekali tidak muncul bahkan hingga saat ini.

2. Biela’s Comet – 1805

Biela’s-Comet
Biela’s Comet ditemukan oleh Jacques Leibax Montaigne pada 8 Maret 1772. Ditemukan kembali oleh Jean-Louis Pons pada tahun 1805 dan Wilhelm von Biela pada tahun 1826. Setelah itu, Biela’s Comet kembali pada tahun 1832, 1846, dan 1852 sebelum akhirnya menghilang. Namun, komet yang terlihat setelah tahun 1805 itu masih belum dapat dipastikan apakah itu Biela’s. Banyak yang menduga jika itu adalah pecahan atau benda langit lain yang mengubah orbitnya. Namun, sebagian besar astronom yakin itu pecahan benda langit.

3. Caesar’s Comet – 44 SM

Caesars-Comet
Caesar’s Comet bisa dikatakan sebagai komet paling misterius yang pernah ada. Pasalnya, komet ini terakhir kali muncul pada 44 SM. Komet ini diberi nama setelah jenderal Romawi terkenal dan negarawan Julius Caesar dibunuh pada 15 Maret tahun yang sama. Orang-orang mengklaim bahwa komet itu adalah jiwa Julius Caesar. Penegasan ini tidak mengejutkan, karena Caesar sendiri dulu mengklaim dia adalah dewa. Keluarganya juga mengaku sebagai keturunan Aeneus, yang diduga mendirikan Roma.

Baca Juga Beberapa Fakta Menarik Tentang Komet Neowise

4. Brorsen’s Comet – 1851

Brorsen’s-Comet

Brorsen’s Comet (alias 5D / Brorsen) ditemukan oleh Theodor Brorsen pada 26 Februari 1846. Komet itu tetap terlihat sampai 22 April di tahun yang sama. Johann Franz Encke, seorang ilmuan mengklaim komet itu kembali setiap 3,4 tahun, tetapi kemudian ia klarifikasi menjadi 5,5 tahun sekali. Brorsen’s Comet diperkirakan akan kembali pada bulan September 1851, tetapi tidak pernah terjadi.

Beberapa-Fakta-Menarik-Tentang-Komet-Neowise Beberapa-Fakta-Menarik-Tentang-Komet-Neowise

skyofnight.net – Berdasarkan informasi dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menyebutkan jika pada tanggal 19 hingga 25 Juli 2020 sebuah komet bernama KOmet Neowise dapat dilihat setelah matahari terbenam.

Komet yang merupakan suatu objek berbentuk batu yang membeku yang terbentuk dari es, bebatuan dan debu.

Objek tersebut mengorbit pada matahari, setelah dekat dengan matahari komet akan memanas dan memunculkan dua ekor, satu ekor terbuat dari debu, satunya lagi dari gas dan sebuah “ekor ion” terbuat dari molekul gas yang berisi listrik atau ion.

1. Komet neowise atau memiliki nama C/2020 F3 merupakan sebuah komet yang ditemukan pada 27 maret 2020 oleh NEOWISE sebuah pemburu asteroid dari misi Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE).

2. Diameter komet neowise yaitu sekitar 5 km dan memiliki kecepatan dalam melintas yaitu sekitar 144 ribu mph atau sekitar 231 ribu kilometer per jam.

3. Komet ini bergerak secepat dua kali putaran bumi mengorbit di matahari. Akan tetapi, kecepatan komet lama-kelamaan akan melambat sebagaimana komet berada jauh dari orbit elips matahari.

Baca Juga :Masa Lalu Andromeda Yang Kanibal dan Siap Menelan Bimasakti

4. Komet ini dapat dilihat pada langit malam dengan mata telanjang. Jika dilihat tanpa menggunakan teleskop, akan terlihat seperti bintang berbulu dengan sedikit ekor.

5. Menurut Emily Kramer, tim investigator ilmuwan, komet Neowise memiliki air setara 13 juta kolam renang Oympic
4. Komet ini dapat dilihat pada langit malam dengan mata telanjang. Jika dilihat tanpa menggunakan teleskop, akan terlihat seperti bintang berbulu dengan sedikit ekor.

5. Menurut Emily Kramer, tim investigator ilmuwan, komet Neowise memiliki air setara 13 juta kolam renang Oympic
7. Dibutuhkan waktu 6.800 tahun lagi untuk komet Neowise bisa kembali mendekati orbit Bumi.

Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari

Skyofnight.net – Sering menyanyikan lagu tersebut saat masih kecil? Tidak hanya sekadar lagu, sebenarnya Twinkle Twinkle Little Star berusaha mengajari kita tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Ketika mengamati bintang di malam hari, kita akan melihat bahwa cahaya yang mereka pancarkan tampak berkilauan, berkelap-kelip, dan bahkan terkadang berubah warna. Terlihat sungguh indah dan menakjubkan.

Namun ketika kita melihat matahari dan planet lain, mereka tidak seperti itu. Keduanya memang terlihat bercahaya, tetapi tidak berkilauan seperti bintang. Ternyata hal ini tidak terjadi begitu saja. Ada alasan yang mendasarinya. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai penjelasan bintang berkelap kelip dimalam hari :

1. Bintang yang kita lihat berada sangat jauh dari bumi
Jarak antara bintang dengan posisi kita saat ini sangatlah jauh. Mereka terlihat sangat kecil dari sini. Bahkan teleskop pun tak bisa membantu kita melihat wujud aslinya. Mereka hanya akan nampak seperti titik dengan berbagai warna. Mulai dari merah, oranye, biru, dan putih.

2. Sementara itu, bumi memiliki lapisan atmosfer yang menghalangi cahaya bintang untuk masuk
Seperti yang kita tahu, bintang memancarkan cahayanya sendiri. Ketika cahaya yang dipancarkannya masuk ke dalam atmosfer, ia akan dibiaskan. Arah cahaya pun akan berubah menjadi zig-zag saat masuk ke mata, menurut penjelasan Earth Sky.

3. Pembiasan terjadi karena perubahan medium
Masih ingat teori pembiasan yang kita pelajari di sekolah dasar? Cahaya akan berbelok ketika memasuki medium yang berbeda kerapatan. Dalam konteks cahaya bintang, atmosfer kita ternyata lebih rapat daripada ruang hampa.

Namun cahaya bintang tak dapat dibiaskan dengan sempurna karena adanya faktor lain seperti suhu, partikel udara, dan material lainnya. Itulah kenapa akhirnya ia terbias menjadi bentuk zig-zag.

4. Cahaya yang zig-zag akan “menipu” mata kita
Cahaya zig-zag akan menjadi ilusi untuk mata. Akhirnya, dari perspektif kita, bintang akan terlihat berkelap-kelip. Sedangkan apabila bumi tidak memiliki atmosfer, bintang akan terlihat sama seperti benda langit lainnya.

Teori dari Earth Sky mengatakan bahwa semakin jauh bintang berada, semakin berkilauan pula mereka dari bumi. Para ahli astronomi sering menyebut fenomena ini sebagai astronomical scintillation.

Baca Juga : Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari

5. Lalu bagaimana dengan matahari?
Bintang-bintang lain yang biasa kita lihat di malam hari terletak sangat jauh, jaraknya bisa mencapai tahunan cahaya. Berbeda dengan matahari yang jaraknya ke bumi hanyalah 149,6 juta kilometer.

Menurut laman Science ABC, itulah kenapa ia terlihat lebih besar dan memiliki cahaya yang cenderung stabil. Ia lebih terlihat seperti cakram besar yang memancarkan cahaya, bukan titik-titik seperti bintang lainnya.

6. Planet juga tidak berkelap-kelip
Planet, sama seperti matahari, tidak berkelap-kelip juga. Mereka jauh lebih dekat dengan bumi daripada benda langit lainnya. Sebenarnya cahaya yang dipantulkannya juga terbiaskan, tetapi dengan kadar yang kecil. Oleh karena itu, planet terlihat lebih stabil dan tampak seperti bentuk aslinya.

Lain halnya ketika kamu melihat planet tersebut mendekati horizon atau di kaki langit. Menurut laman Earth Sky, mereka bisa nampak berkilauan karena lapisan atmosfer di area tersebut lebih tebal daripada di langit bagian atas.

7. Benda-benda langit itu akan terlihat sama di luar angkasa
Dapat disimpulkan bahwa bintang dapat berkelap-kelip karena cahaya terbiaskan oleh atmosfer. Jadi, sebenarnya itu bukanlah wujud asli mereka. Jika kita bisa melihatnya tanpa halangan atmosfer, bintang akan terlihat bersinar dengan stabil. Begitu pula planet, walaupun mereka hanya memantulkan cahaya.

Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari

Skyofnight.net – Jika kalian berdiri pada malam hari dan melihat ke arah langit, maka akan tampak “kubah” langit yang dihiasi berjuta-juta bahkan miliaran benda langit, pada kondisi cerah tanpa ada awan ataupun kabut. Benda-benda langit tersebut terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu: bintang, tata surya dan nebula.

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Sekumpulan bintang tersebut dapat berupa bintang tunggal, bintang kembar (biner), galaksi dan rasi bintang.

Kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan terletak berdekatan disebut dengan rasi bintang atau konstelasi bintang. Artikel kali ini akan membahas sejumlah fakta menakjubkan di balik rasi bintang yang pernah atau bahkan sering kita lihat di indahnya malam. Ini dia beberapa fakta utamanya!

1. Total jumlah rasi bintang bukan 12 tetapi 88 rasi bintang
Seorang ahli astronomi Yunani kuno bernama Ptolemy pada tahun 1500 Masehi merangkai rasi bintang sejumlah 48 pada Belahan Bumi Utara (BBU). Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1551 Masehi, penjelajah asal Belanda bernama Geradus Mercato, Pieter Keyser dan Frederick de Hautmann melengkapi daftar rasi bintang di bagian Bumi Belahan Selatan (BBS).

Kemudian, rasi bintang yang sudah dikumpulkan sebelumnya dipetakan ulang oleh astronom Polandia, Johannes Hevellius dan astronom Perancis, Nicolas Lois de Lacaille menjadi seperti sekarang. Sehingga di tahun 1922, Persatuan Astronom Internasional (IAU) meresmikan jumlah rasi bintang dengan total 88 buah.

2. Nama-nama rasi bintang yang ada mengacu pada mitologi Yunani kuno
Banyak rasi bintang memiliki nama yang berasal dari Yunani kuno. Hal ini dikarenakan penelitian dan pengamatan rasi bintang sudah dilakukan sejak masa Yunani kuno. Pengamatan rupa rasi bintang juga dikaitkan dengan legenda dan mitos dalam kebudayaan Yunani kuno.

3. Seperti matahari dan bulan, rasi bintang juga mengalami terbit dan terbenam
Sama halnya dengan kedua sistem tata surya tersebut, rasi bintang tidak berdiam diri di satu lokasi, rasi bintang mengalami yang namanya terbit dan terbenam. Terbit dan terbenamnya rasi bintang selalu empat menit lebih awal dibandingkan dengan malam sebelumnya.

Oleh karena itu, waktu terbit maupun terbenamnya, yang selalu berubah-ubah setiap hari, membuat para pengamat di Bumi tidak bisa melihat rasi bintang yang sama setiap malam. Perubahan yang dialami oleh rasi bintang adalah selama dua jam setiap bulan.

4. Munculnya rasi bintang selalu bergantian satu dengan yang lainnya
Karena Bumi mengelilingi matahari membuat rasi bintang tidak selalu teramati di langit malam sepanjang tahun, hanya bisa diamati pada bulan-bulan tertentu saja. Tetapi itu bukan menjadi teori yang mutlak dalam mengamati rasi bintang.

Posisi seseorang juga menentukan pengamatan, karena lokasi setiap rasi bintang berbeda dan bervariasi. Misalnya saja, rasi bintang Orion adalah rasi bintang musim dingin, Leo rasi bintang musim semi dan Pegasus rasi bintang musim gugur.

5. Pergerakan rasi bintang sama seperti matahari dari timur ke barat
Bila diperhatikan secara saksama akan muncul banyak bintang dan rasi bintang pada bagian timur langit senja sebelum nantinya akan menghilang di ufuk barat menjelang fajar. Rasi bintang yang menyelesaikan perjalanan melingkar 360 derajat mengelilingi matahari membuatnya memiliki tingkat pergeseran harian kurang lebih satu derajat. Ini berarti rasi bintang akan kembali ke posisi semula satu tahun kemudian, dengan waktu terbit yang sama seperti sebelumnya.

6. Rasi bintang juga memiliki famili, lho
Famili di sini diartikan sebagai sekelompok rasi bintang yang posisinya terletak pada bagian langit yang sama. Biasanya, nama famili diambil berdasarkan nama rasi bintang yang paling menonjol.

Contoh famili rasi bintang adalah Famili Herkules, Famili Ursa Mayor, Famili Perseus dan Famili Orion. Sedangkan, famili lainnya adalah famili zodiak yang umum dikenal masyarakat luas.

7. Orion, adalah salah satu famili rasi bintang yang digunakan sebagai penentu waktu bercocok tanam oleh nenek moyang orang Indonesia
Di mata para astronom, Orion dikenal sebagai rasi bintang yang digunakan untuk menunjukkan arah. Di Indonesia, jenis rasi bintang satu ini membantu nenek moyang kita dalam menentukan kapan waktu tanam dan kapan waktu panen.

Cara memanfaatkan rasi bintang ini adalah dengan melakukan pola hitung yang rumit yang disebut hitungan mangsa atau nenek moyang kita menyebutnya dengan Waluku. Dari hasil hitungannya dapat diketahui kapan waktu bercocok tanam yang tepat.

Fakta Bintang Alpha Centauri Fakta Bintang Alpha Centauri

Skyofnight.net – Saat kecil kita mungkin berpikir bahwa bintang di langit saling berdekatan satu sama lain. Pada kenyataannya, setiap bintang tinggal saling berjauhan. Uniknya, meski tinggal berjauhan, Matahari kita ternyata juga memiliki tetangga bernama Alpha Centauri.

Untuk kamu yang belum tahu, Alpha Centauri adalah bintang-bintang tetangga Matahari. Disebut tetangga karena jika dibandingkan dengan bintang lainnya, Alpha Centauri memiliki jarak terdekat dengan Matahari kita. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta bintang alpha centauri :

1. Alpha Centauri bukan bintang
Sebenarnya, Alpha Centauri bukanlah bintang, melainkan sistem bintang. Alih-alih satu bintang, Alpha Centauri terdiri dari tiga bintang yaitu Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri. Uniknya, meski berdekatan, ketiga bintang ini merupakan jenis bintang yang berbeda.

Alpha Centauri A adalah bintang kuning seperti Matahari dengan ukuran sedikit lebih besar; Alpha Centauri B adalah bintang oranye yang memiliki ukuran sedikit lebih kecil dari Matahari; sedangkan Proxima Centauri adalah bintang kerdil merah dengan ukuran sekitar tujuh kali lebih kecil dari Matahari kita.

2. Meski dekat, Alpha Centauri mustahil untuk dicapai
Dibandingkan dengan bintang lain, Alpha Centauri adalah bintang yang jaraknya paling dekat dengan Matahari. Meski begitu, tentu saja jarak Matahari dan Alpha Centauri tidak sedekat seperti yang kita bayangkan.

Seperti yang dilansir dari Live Science, Proxima Centauri merupakan bintang terdekat karena memiliki jarak 4,22 tahun cahaya atau sekitar 39,9 triliun km dari bumi.

Sementara, Alpha Centauri A dan B lebih jauh lagi, yaitu sekitar 4,35 tahun cahaya. Bahkan, dengan pesawat paling canggih saat ini, kita membutuhkan waktu 500 ribu tahun untuk sampai ke Proxima Centauri.

3. Merupakan bintang paling terang ketiga di langit malam
Bagi kita, jarak 39,9 triliun km mungkin terdengar sangat jauh, tapi bagi bintang yang memiliki ukuran sangat besar jarak tersebut bisa dibilang dekat.

Buktinya, kita masih bisa menemukan Alpha Centauri di langit malam sebagai bintang tunggal di konstelasi Centaurus. Saat langit cerah, kamu bisa menemukannya di arah selatan. Di sana, Alpha Centauri akan menjelma jadi bintang paling terang ketiga setelah Sirius dan Canopus.

Baca Juga : Fakta Bintang Katai Putih

4. Alpha Centauri memiliki sebuah planet
Pada 2012, peneliti mengumumkan bahwa Alpha Centauri memiliki sebuah exoplanet seukuran bumi yang kemudian diberi nama Alpha Centauri Bb. Planet ini mengorbit pada Proxima Centauri dengan jarak 6 juta km.

Meski permukaannya dipenuhi lava cair, penemuan planet ini menunjukkan kemungkinan adanya beberapa planet lain yang tinggal dan mengorbit di sekitar bintang-bintang Alpha Centauri.

5. Dibandingkan dengan Matahari, Alpha Centauri lebih tua
Alpha Centauri A adalah bintang kuning seperti Matahari dengan ukuran 25 persen lebih besar. Meski merupakan jenis bintang yang sama, ternyata usia Alpha Centauri sedikit lebih tua dari Matahari kita. Alpha Centauri A dan dua bintang lainnya memiliki usia sekitar 4, 85 miliar tahun, sedangkan Matahari kita baru berusia 4,6 miliar tahun.

6. Ternyata Alpha Centauri sudah lama dikenal oleh penduduk bumi
Kehadiran bintang Alpha Centauri di langit malam membuatnya dikenal oleh penduduk bumi. Seperti yang dilansir dari laman Astronomy Trek, sebelum para peneliti NASA menemukannya dengan teleskop, orang-orang zaman dulu sudah mengenal bintang ini.

Orang Tiongkok Kuno mengenalnya sebagai Bintang Kedua dari Gerbang Selatan, sedangkan suku Boorong di Australia menyebutnya sebagai Bermbermgle. Tidak hanya itu, orang Meksiko Kuno bahkan membangun banyak kuil dewa sejajar dengan titik cakrawala Alpha Centauri.

Fakta Bintang Katai Putih Fakta Bintang Katai Putih

Skyofnight.net – Matahari tergolong sebagai bintang deret utama karena mampu menyatukan hidrogen menjadi helium di dalam inti bintang secara terus menerus. Proses yang disebut reaksi berantai fusi nuklir ini sedang dilakukan oleh Matahari hingga saat ini, namun, diperkirakan dalam waktu 5 miliar tahun yang akan datang kandungan hidrogen Matahari akan habis.

Lantas, tahukah kamu seperti apa takdir tragis yang menanti Matahari ketika sudah tidak mampu melakukan fusi nuklir? Terus, apakah hal itu berpengaruh terhadap tata surya, planet Bumi dan makhluk hidup di dalamnya?

Gak usah risau, tentu saja karena hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi, setidaknya kamu perlu mengetahui proses panjang evolusi Matahari yang suatu saat akan berubah menjadi bintang katai putih. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai  beberapa fakta bintang katai putih :

1. Benda langit dengan materi terpadat ketiga
Akhir kehidupan sebuah bintang sangat tergantung pada massa ketika bintang itu dilahirkan. Bintang yang sangat masif menutup usia dengan menjelma menjadi lubang hitam atau bintang neutron. Sementara bintang bermassa rendah atau menengah (kurang dari 8 kali lipat massa Matahari) diyakini akan berubah menjadi bintang katai putih.

Kebanyakan bintang katai putih yang ditemukan tersebar di alam semesta memiliki massa setara dengan Matahari, namun ukurannya hanya sedikit lebih besar daripada planet Bumi. Hal ini menjadikan katai putih sebagai benda langit dengan materi terpadat ketiga di alam semesta, setelah lubang hitam dan bintang neutron.

2. Fase evolusi pertama, raksasa merah
Panas yang dihasilkan oleh Matahari melalui fusi nuklir hidrogen menjadi helium menciptakan tekanan keluar yang mampu mengimbangi gaya gravitasinya sendiri. Ketika Matahari telah menghabiskan semua kandungan hidrogen, maka keseimbangan ini akan terganggu.

Gaya gravitasi yang lebih unggul ketika fusi nuklir terhenti akan mulai menarik dan memampatkan Matahari, menyebabkan Matahari kembali memanas sehingga mampu mengulangi fusi nuklir dengan hanya sedikit sisa kandungan hidrogen di lapisan atmosfer bintang.

Proses ini akan membuat lapisan terluar membengkak dan mengubah Matahari menjadi bintang raksasa merah, ukurannya sangat besar bahkan melampaui lintasan orbit Bumi. Ngeri ya!

3. Fase evolusi kedua, nebula planeter
Matahari sangat tidak stabil ketika menjadi raksasa merah dan akan terus kehilangan massa. Hal ini terus berlanjut dan berakhir ketika Matahari menghembuskan serta melepaskan lapisan terluarnya. Sedangkan bagian inti bintang akan tetap utuh dan menjadi katai putih, yang akan dikelilingi oleh selubung gas disebut nebula planeter.

Disebut begitu karena para pengamat yang dulu pertama kali menemukan nebula planeter, memang melihatnya mirip planet Uranus dan Neptunus. Nebula planetar menandai peralihan wujud bintang bermassa rendah dan menengah, dari raksasa merah menjadi katai putih.

4. Digunakan untuk mengkonfirmasi usia alam semesta
Proses evolusi untuk menjadi bintang katai putih membutuhkan waktu sangat lama. Jadi bintang katai putih dianggap sebagai bintang purba karena telah berusia antara 12 hingga 13 miliar tahun. Karena bintang-bintang pertama diperkirakan tercipta kurang dari 1 miliar tahun setelah Big Bang, maka menemukan bintang katai putih memperbolehkan para astronom untuk menghitung usia sejati alam semesta.

Seperti di gugus bintang globular Messier 4 yang dihuni oleh lebih dari 100.000 bintang, dan diperkirakan sekitar 40.000 di antaranya adalah bintang katai putih. Karena bintang-bintang penghuni gugus ini adalah yang tertua di jagat raya, berusia hingga 13 miliar tahun, para astronom dapat menggunakannya untuk mengonfirmasi perhitungan usia alam semesta yang diperkirakan berusia sekitar 13,5 miliar tahun.

5. Sirius B, bintang katai putih terdekat
Karena ukurannya sangat kecil, bintang katai putih sulit dideteksi dan sistem bintang biner (ganda) menjadi salah satu cara untuk menemukannya. Katai putih pertama yang ditemukan dapat teramati karena berada dalam sistem bintang biner sebagai pendamping Sirius, sebuah bintang yang bersinar terang di rasi bintang Canis Mayor dan terletak sejauh 8,6 tahun cahaya dari Bumi. Sepasang bintang ini kemudian diberi nama Sirius A dan B, dengan B adalah katai putih.

Baca Juga : Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104

6. Tidak bisa melebihi 1,4 massa Matahari
Karena sifat dari tekanan degenerasi yang menahan katai putih agar tidak runtuh menjadi bintang neutron atau meledak sebagai supernova, maka katai putih tidak akan pernah bisa melebihi 1,4 massa Matahari. Ambang batas massa ini disebut “Chandrasekhar Limit”, diambil dari nama seorang astronom India yang menghitungnya pada tahun 1930.

Sebagian besar bintang katai putih ditemukan memiliki massa sekitar 60 persen massa Matahari. Namun, karena ukurannya hanya sebesar planet Bumi, secara umum massa jenis (kepadatan) katai putih bisa mencapai 1 juta kali lebih tinggi daripada Matahari.

Katai putih adalah benda langit yang sangat padat. Satu sendok teh material dari katai putih akan setara dengan bobot seekor gajah di Bumi.

7. Menjadi penyebab supernova tipe Ia
Dalam sistem bintang biner, dua bintang biasanya saling mengorbit dalam jarak yang relatif dekat. Bagi sebuah bintang yang berpasangan dengan bintang katai putih, maka anggaplah nasibnya kurang beruntung. Karena bintang katai putih akan mengkanibal alias menarik material dari bintang tetangganya.

Setelah mengakumulasi material secara terus menerus hingga mencapai ambang batas massa Chandrasekhar Limit, katai putih akan meledak dalam peristiwa dahsyat supernova termonuklir tipe Ia.

8. Bisa meledak beberapa kali, namun tetap bertahan
Sementara pertambahan materi bisa menghancurkan katai putih dalam ledakan supernova, banyak katai putih yang ditemukan tetap bertahan hidup meskipun telah meledak berulang kali.

Ledakan berulang tersebut disebabkan oleh katalis termonuklir dari material kaya hidrogen yang terakumulasi di permukaan. Asalkan inti bintang tetap utuh, katai putih dapat tetap bertahan menghadapi ledakan apa pun di permukaan yang menguras sumber akumulasi materi.

9. Melampaui masa hidup galaksi induk
Bintang katai putih dianggap stabil segera setelah terbentuk, meskipun pada akhirnya akan mendingin menjadi bintang katai hitam hipotesis. Hingga kini, belum pernah ada katai hitam yang ditemukan, karena proses transformasi katai putih menjadi katai hitam membutuhkan waktu triliunan tahun, sementara usia alam semesta baru 13,5 miliar tahun.

Daya tahan katai putih menjaga kestabilan radiasi lapisan terluar, membuatnya berusia panjang hingga triliunan tahun. Masa hidup katai putih yang sangat awet ini jauh melampaui usia hidup galaksi induk yang menjadi tempat tinggalnya.

10. Menjadi bintang induk bagi sistem planet
Timbul perdebatan tentang bagaimana planet dapat terbentuk di sekitar katai putih, meskipun sudah banyak katai putih yang ditemukan diorbit oleh planet, seperti pada sistem bintang biner NN Serpentis. Kebanyakan astronom menganut teori bahwa planet yang mengorbit katai putih adalah sisa-sisa planet yang dihancurkan selama proses transformasi katai putih, seperti yang akan terjadi ketika Matahari membengkak selama fase menjadi raksasa merah.

Kemungkinan besar Merkurius, Venus dan Bumi akan berakhir menjadi puing-puing planet yang mengorbit Matahari setelah berevolusi menjadi katai putih. Tapi, saat bencana itu terjadi, umat manusia diperkirakan telah mencapai peradaban antar planet dan mampu mengkoloni seluruh tata surya, termasuk sistem bintang lain di galaksi Bima Sakti.