Fakta Langit Malam

Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari Penjelasan Bintang Berkelap kelip di Malam Hari

Skyofnight.net – Sering menyanyikan lagu tersebut saat masih kecil? Tidak hanya sekadar lagu, sebenarnya Twinkle Twinkle Little Star berusaha mengajari kita tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Ketika mengamati bintang di malam hari, kita akan melihat bahwa cahaya yang mereka pancarkan tampak berkilauan, berkelap-kelip, dan bahkan terkadang berubah warna. Terlihat sungguh indah dan menakjubkan.

Namun ketika kita melihat matahari dan planet lain, mereka tidak seperti itu. Keduanya memang terlihat bercahaya, tetapi tidak berkilauan seperti bintang. Ternyata hal ini tidak terjadi begitu saja. Ada alasan yang mendasarinya. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai penjelasan bintang berkelap kelip dimalam hari :

1. Bintang yang kita lihat berada sangat jauh dari bumi
Jarak antara bintang dengan posisi kita saat ini sangatlah jauh. Mereka terlihat sangat kecil dari sini. Bahkan teleskop pun tak bisa membantu kita melihat wujud aslinya. Mereka hanya akan nampak seperti titik dengan berbagai warna. Mulai dari merah, oranye, biru, dan putih.

2. Sementara itu, bumi memiliki lapisan atmosfer yang menghalangi cahaya bintang untuk masuk
Seperti yang kita tahu, bintang memancarkan cahayanya sendiri. Ketika cahaya yang dipancarkannya masuk ke dalam atmosfer, ia akan dibiaskan. Arah cahaya pun akan berubah menjadi zig-zag saat masuk ke mata, menurut penjelasan Earth Sky.

3. Pembiasan terjadi karena perubahan medium
Masih ingat teori pembiasan yang kita pelajari di sekolah dasar? Cahaya akan berbelok ketika memasuki medium yang berbeda kerapatan. Dalam konteks cahaya bintang, atmosfer kita ternyata lebih rapat daripada ruang hampa.

Namun cahaya bintang tak dapat dibiaskan dengan sempurna karena adanya faktor lain seperti suhu, partikel udara, dan material lainnya. Itulah kenapa akhirnya ia terbias menjadi bentuk zig-zag.

4. Cahaya yang zig-zag akan “menipu” mata kita
Cahaya zig-zag akan menjadi ilusi untuk mata. Akhirnya, dari perspektif kita, bintang akan terlihat berkelap-kelip. Sedangkan apabila bumi tidak memiliki atmosfer, bintang akan terlihat sama seperti benda langit lainnya.

Teori dari Earth Sky mengatakan bahwa semakin jauh bintang berada, semakin berkilauan pula mereka dari bumi. Para ahli astronomi sering menyebut fenomena ini sebagai astronomical scintillation.

Baca Juga : Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari

5. Lalu bagaimana dengan matahari?
Bintang-bintang lain yang biasa kita lihat di malam hari terletak sangat jauh, jaraknya bisa mencapai tahunan cahaya. Berbeda dengan matahari yang jaraknya ke bumi hanyalah 149,6 juta kilometer.

Menurut laman Science ABC, itulah kenapa ia terlihat lebih besar dan memiliki cahaya yang cenderung stabil. Ia lebih terlihat seperti cakram besar yang memancarkan cahaya, bukan titik-titik seperti bintang lainnya.

6. Planet juga tidak berkelap-kelip
Planet, sama seperti matahari, tidak berkelap-kelip juga. Mereka jauh lebih dekat dengan bumi daripada benda langit lainnya. Sebenarnya cahaya yang dipantulkannya juga terbiaskan, tetapi dengan kadar yang kecil. Oleh karena itu, planet terlihat lebih stabil dan tampak seperti bentuk aslinya.

Lain halnya ketika kamu melihat planet tersebut mendekati horizon atau di kaki langit. Menurut laman Earth Sky, mereka bisa nampak berkilauan karena lapisan atmosfer di area tersebut lebih tebal daripada di langit bagian atas.

7. Benda-benda langit itu akan terlihat sama di luar angkasa
Dapat disimpulkan bahwa bintang dapat berkelap-kelip karena cahaya terbiaskan oleh atmosfer. Jadi, sebenarnya itu bukanlah wujud asli mereka. Jika kita bisa melihatnya tanpa halangan atmosfer, bintang akan terlihat bersinar dengan stabil. Begitu pula planet, walaupun mereka hanya memantulkan cahaya.

Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari Fakta Menarik di Balik Indahnya Rasi Bintang Malam Hari

Skyofnight.net – Jika kalian berdiri pada malam hari dan melihat ke arah langit, maka akan tampak “kubah” langit yang dihiasi berjuta-juta bahkan miliaran benda langit, pada kondisi cerah tanpa ada awan ataupun kabut. Benda-benda langit tersebut terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu: bintang, tata surya dan nebula.

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Sekumpulan bintang tersebut dapat berupa bintang tunggal, bintang kembar (biner), galaksi dan rasi bintang.

Kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan terletak berdekatan disebut dengan rasi bintang atau konstelasi bintang. Artikel kali ini akan membahas sejumlah fakta menakjubkan di balik rasi bintang yang pernah atau bahkan sering kita lihat di indahnya malam. Ini dia beberapa fakta utamanya!

1. Total jumlah rasi bintang bukan 12 tetapi 88 rasi bintang
Seorang ahli astronomi Yunani kuno bernama Ptolemy pada tahun 1500 Masehi merangkai rasi bintang sejumlah 48 pada Belahan Bumi Utara (BBU). Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1551 Masehi, penjelajah asal Belanda bernama Geradus Mercato, Pieter Keyser dan Frederick de Hautmann melengkapi daftar rasi bintang di bagian Bumi Belahan Selatan (BBS).

Kemudian, rasi bintang yang sudah dikumpulkan sebelumnya dipetakan ulang oleh astronom Polandia, Johannes Hevellius dan astronom Perancis, Nicolas Lois de Lacaille menjadi seperti sekarang. Sehingga di tahun 1922, Persatuan Astronom Internasional (IAU) meresmikan jumlah rasi bintang dengan total 88 buah.

2. Nama-nama rasi bintang yang ada mengacu pada mitologi Yunani kuno
Banyak rasi bintang memiliki nama yang berasal dari Yunani kuno. Hal ini dikarenakan penelitian dan pengamatan rasi bintang sudah dilakukan sejak masa Yunani kuno. Pengamatan rupa rasi bintang juga dikaitkan dengan legenda dan mitos dalam kebudayaan Yunani kuno.

3. Seperti matahari dan bulan, rasi bintang juga mengalami terbit dan terbenam
Sama halnya dengan kedua sistem tata surya tersebut, rasi bintang tidak berdiam diri di satu lokasi, rasi bintang mengalami yang namanya terbit dan terbenam. Terbit dan terbenamnya rasi bintang selalu empat menit lebih awal dibandingkan dengan malam sebelumnya.

Oleh karena itu, waktu terbit maupun terbenamnya, yang selalu berubah-ubah setiap hari, membuat para pengamat di Bumi tidak bisa melihat rasi bintang yang sama setiap malam. Perubahan yang dialami oleh rasi bintang adalah selama dua jam setiap bulan.

4. Munculnya rasi bintang selalu bergantian satu dengan yang lainnya
Karena Bumi mengelilingi matahari membuat rasi bintang tidak selalu teramati di langit malam sepanjang tahun, hanya bisa diamati pada bulan-bulan tertentu saja. Tetapi itu bukan menjadi teori yang mutlak dalam mengamati rasi bintang.

Posisi seseorang juga menentukan pengamatan, karena lokasi setiap rasi bintang berbeda dan bervariasi. Misalnya saja, rasi bintang Orion adalah rasi bintang musim dingin, Leo rasi bintang musim semi dan Pegasus rasi bintang musim gugur.

5. Pergerakan rasi bintang sama seperti matahari dari timur ke barat
Bila diperhatikan secara saksama akan muncul banyak bintang dan rasi bintang pada bagian timur langit senja sebelum nantinya akan menghilang di ufuk barat menjelang fajar. Rasi bintang yang menyelesaikan perjalanan melingkar 360 derajat mengelilingi matahari membuatnya memiliki tingkat pergeseran harian kurang lebih satu derajat. Ini berarti rasi bintang akan kembali ke posisi semula satu tahun kemudian, dengan waktu terbit yang sama seperti sebelumnya.

6. Rasi bintang juga memiliki famili, lho
Famili di sini diartikan sebagai sekelompok rasi bintang yang posisinya terletak pada bagian langit yang sama. Biasanya, nama famili diambil berdasarkan nama rasi bintang yang paling menonjol.

Contoh famili rasi bintang adalah Famili Herkules, Famili Ursa Mayor, Famili Perseus dan Famili Orion. Sedangkan, famili lainnya adalah famili zodiak yang umum dikenal masyarakat luas.

7. Orion, adalah salah satu famili rasi bintang yang digunakan sebagai penentu waktu bercocok tanam oleh nenek moyang orang Indonesia
Di mata para astronom, Orion dikenal sebagai rasi bintang yang digunakan untuk menunjukkan arah. Di Indonesia, jenis rasi bintang satu ini membantu nenek moyang kita dalam menentukan kapan waktu tanam dan kapan waktu panen.

Cara memanfaatkan rasi bintang ini adalah dengan melakukan pola hitung yang rumit yang disebut hitungan mangsa atau nenek moyang kita menyebutnya dengan Waluku. Dari hasil hitungannya dapat diketahui kapan waktu bercocok tanam yang tepat.

Fakta Bintang Alpha Centauri Fakta Bintang Alpha Centauri

Skyofnight.net – Saat kecil kita mungkin berpikir bahwa bintang di langit saling berdekatan satu sama lain. Pada kenyataannya, setiap bintang tinggal saling berjauhan. Uniknya, meski tinggal berjauhan, Matahari kita ternyata juga memiliki tetangga bernama Alpha Centauri.

Untuk kamu yang belum tahu, Alpha Centauri adalah bintang-bintang tetangga Matahari. Disebut tetangga karena jika dibandingkan dengan bintang lainnya, Alpha Centauri memiliki jarak terdekat dengan Matahari kita. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta bintang alpha centauri :

1. Alpha Centauri bukan bintang
Sebenarnya, Alpha Centauri bukanlah bintang, melainkan sistem bintang. Alih-alih satu bintang, Alpha Centauri terdiri dari tiga bintang yaitu Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri. Uniknya, meski berdekatan, ketiga bintang ini merupakan jenis bintang yang berbeda.

Alpha Centauri A adalah bintang kuning seperti Matahari dengan ukuran sedikit lebih besar; Alpha Centauri B adalah bintang oranye yang memiliki ukuran sedikit lebih kecil dari Matahari; sedangkan Proxima Centauri adalah bintang kerdil merah dengan ukuran sekitar tujuh kali lebih kecil dari Matahari kita.

2. Meski dekat, Alpha Centauri mustahil untuk dicapai
Dibandingkan dengan bintang lain, Alpha Centauri adalah bintang yang jaraknya paling dekat dengan Matahari. Meski begitu, tentu saja jarak Matahari dan Alpha Centauri tidak sedekat seperti yang kita bayangkan.

Seperti yang dilansir dari Live Science, Proxima Centauri merupakan bintang terdekat karena memiliki jarak 4,22 tahun cahaya atau sekitar 39,9 triliun km dari bumi.

Sementara, Alpha Centauri A dan B lebih jauh lagi, yaitu sekitar 4,35 tahun cahaya. Bahkan, dengan pesawat paling canggih saat ini, kita membutuhkan waktu 500 ribu tahun untuk sampai ke Proxima Centauri.

3. Merupakan bintang paling terang ketiga di langit malam
Bagi kita, jarak 39,9 triliun km mungkin terdengar sangat jauh, tapi bagi bintang yang memiliki ukuran sangat besar jarak tersebut bisa dibilang dekat.

Buktinya, kita masih bisa menemukan Alpha Centauri di langit malam sebagai bintang tunggal di konstelasi Centaurus. Saat langit cerah, kamu bisa menemukannya di arah selatan. Di sana, Alpha Centauri akan menjelma jadi bintang paling terang ketiga setelah Sirius dan Canopus.

Baca Juga : Fakta Bintang Katai Putih

4. Alpha Centauri memiliki sebuah planet
Pada 2012, peneliti mengumumkan bahwa Alpha Centauri memiliki sebuah exoplanet seukuran bumi yang kemudian diberi nama Alpha Centauri Bb. Planet ini mengorbit pada Proxima Centauri dengan jarak 6 juta km.

Meski permukaannya dipenuhi lava cair, penemuan planet ini menunjukkan kemungkinan adanya beberapa planet lain yang tinggal dan mengorbit di sekitar bintang-bintang Alpha Centauri.

5. Dibandingkan dengan Matahari, Alpha Centauri lebih tua
Alpha Centauri A adalah bintang kuning seperti Matahari dengan ukuran 25 persen lebih besar. Meski merupakan jenis bintang yang sama, ternyata usia Alpha Centauri sedikit lebih tua dari Matahari kita. Alpha Centauri A dan dua bintang lainnya memiliki usia sekitar 4, 85 miliar tahun, sedangkan Matahari kita baru berusia 4,6 miliar tahun.

6. Ternyata Alpha Centauri sudah lama dikenal oleh penduduk bumi
Kehadiran bintang Alpha Centauri di langit malam membuatnya dikenal oleh penduduk bumi. Seperti yang dilansir dari laman Astronomy Trek, sebelum para peneliti NASA menemukannya dengan teleskop, orang-orang zaman dulu sudah mengenal bintang ini.

Orang Tiongkok Kuno mengenalnya sebagai Bintang Kedua dari Gerbang Selatan, sedangkan suku Boorong di Australia menyebutnya sebagai Bermbermgle. Tidak hanya itu, orang Meksiko Kuno bahkan membangun banyak kuil dewa sejajar dengan titik cakrawala Alpha Centauri.

Fakta Bintang Katai Putih Fakta Bintang Katai Putih

Skyofnight.net – Matahari tergolong sebagai bintang deret utama karena mampu menyatukan hidrogen menjadi helium di dalam inti bintang secara terus menerus. Proses yang disebut reaksi berantai fusi nuklir ini sedang dilakukan oleh Matahari hingga saat ini, namun, diperkirakan dalam waktu 5 miliar tahun yang akan datang kandungan hidrogen Matahari akan habis.

Lantas, tahukah kamu seperti apa takdir tragis yang menanti Matahari ketika sudah tidak mampu melakukan fusi nuklir? Terus, apakah hal itu berpengaruh terhadap tata surya, planet Bumi dan makhluk hidup di dalamnya?

Gak usah risau, tentu saja karena hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi, setidaknya kamu perlu mengetahui proses panjang evolusi Matahari yang suatu saat akan berubah menjadi bintang katai putih. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai  beberapa fakta bintang katai putih :

1. Benda langit dengan materi terpadat ketiga
Akhir kehidupan sebuah bintang sangat tergantung pada massa ketika bintang itu dilahirkan. Bintang yang sangat masif menutup usia dengan menjelma menjadi lubang hitam atau bintang neutron. Sementara bintang bermassa rendah atau menengah (kurang dari 8 kali lipat massa Matahari) diyakini akan berubah menjadi bintang katai putih.

Kebanyakan bintang katai putih yang ditemukan tersebar di alam semesta memiliki massa setara dengan Matahari, namun ukurannya hanya sedikit lebih besar daripada planet Bumi. Hal ini menjadikan katai putih sebagai benda langit dengan materi terpadat ketiga di alam semesta, setelah lubang hitam dan bintang neutron.

2. Fase evolusi pertama, raksasa merah
Panas yang dihasilkan oleh Matahari melalui fusi nuklir hidrogen menjadi helium menciptakan tekanan keluar yang mampu mengimbangi gaya gravitasinya sendiri. Ketika Matahari telah menghabiskan semua kandungan hidrogen, maka keseimbangan ini akan terganggu.

Gaya gravitasi yang lebih unggul ketika fusi nuklir terhenti akan mulai menarik dan memampatkan Matahari, menyebabkan Matahari kembali memanas sehingga mampu mengulangi fusi nuklir dengan hanya sedikit sisa kandungan hidrogen di lapisan atmosfer bintang.

Proses ini akan membuat lapisan terluar membengkak dan mengubah Matahari menjadi bintang raksasa merah, ukurannya sangat besar bahkan melampaui lintasan orbit Bumi. Ngeri ya!

3. Fase evolusi kedua, nebula planeter
Matahari sangat tidak stabil ketika menjadi raksasa merah dan akan terus kehilangan massa. Hal ini terus berlanjut dan berakhir ketika Matahari menghembuskan serta melepaskan lapisan terluarnya. Sedangkan bagian inti bintang akan tetap utuh dan menjadi katai putih, yang akan dikelilingi oleh selubung gas disebut nebula planeter.

Disebut begitu karena para pengamat yang dulu pertama kali menemukan nebula planeter, memang melihatnya mirip planet Uranus dan Neptunus. Nebula planetar menandai peralihan wujud bintang bermassa rendah dan menengah, dari raksasa merah menjadi katai putih.

4. Digunakan untuk mengkonfirmasi usia alam semesta
Proses evolusi untuk menjadi bintang katai putih membutuhkan waktu sangat lama. Jadi bintang katai putih dianggap sebagai bintang purba karena telah berusia antara 12 hingga 13 miliar tahun. Karena bintang-bintang pertama diperkirakan tercipta kurang dari 1 miliar tahun setelah Big Bang, maka menemukan bintang katai putih memperbolehkan para astronom untuk menghitung usia sejati alam semesta.

Seperti di gugus bintang globular Messier 4 yang dihuni oleh lebih dari 100.000 bintang, dan diperkirakan sekitar 40.000 di antaranya adalah bintang katai putih. Karena bintang-bintang penghuni gugus ini adalah yang tertua di jagat raya, berusia hingga 13 miliar tahun, para astronom dapat menggunakannya untuk mengonfirmasi perhitungan usia alam semesta yang diperkirakan berusia sekitar 13,5 miliar tahun.

5. Sirius B, bintang katai putih terdekat
Karena ukurannya sangat kecil, bintang katai putih sulit dideteksi dan sistem bintang biner (ganda) menjadi salah satu cara untuk menemukannya. Katai putih pertama yang ditemukan dapat teramati karena berada dalam sistem bintang biner sebagai pendamping Sirius, sebuah bintang yang bersinar terang di rasi bintang Canis Mayor dan terletak sejauh 8,6 tahun cahaya dari Bumi. Sepasang bintang ini kemudian diberi nama Sirius A dan B, dengan B adalah katai putih.

Baca Juga : Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104

6. Tidak bisa melebihi 1,4 massa Matahari
Karena sifat dari tekanan degenerasi yang menahan katai putih agar tidak runtuh menjadi bintang neutron atau meledak sebagai supernova, maka katai putih tidak akan pernah bisa melebihi 1,4 massa Matahari. Ambang batas massa ini disebut “Chandrasekhar Limit”, diambil dari nama seorang astronom India yang menghitungnya pada tahun 1930.

Sebagian besar bintang katai putih ditemukan memiliki massa sekitar 60 persen massa Matahari. Namun, karena ukurannya hanya sebesar planet Bumi, secara umum massa jenis (kepadatan) katai putih bisa mencapai 1 juta kali lebih tinggi daripada Matahari.

Katai putih adalah benda langit yang sangat padat. Satu sendok teh material dari katai putih akan setara dengan bobot seekor gajah di Bumi.

7. Menjadi penyebab supernova tipe Ia
Dalam sistem bintang biner, dua bintang biasanya saling mengorbit dalam jarak yang relatif dekat. Bagi sebuah bintang yang berpasangan dengan bintang katai putih, maka anggaplah nasibnya kurang beruntung. Karena bintang katai putih akan mengkanibal alias menarik material dari bintang tetangganya.

Setelah mengakumulasi material secara terus menerus hingga mencapai ambang batas massa Chandrasekhar Limit, katai putih akan meledak dalam peristiwa dahsyat supernova termonuklir tipe Ia.

8. Bisa meledak beberapa kali, namun tetap bertahan
Sementara pertambahan materi bisa menghancurkan katai putih dalam ledakan supernova, banyak katai putih yang ditemukan tetap bertahan hidup meskipun telah meledak berulang kali.

Ledakan berulang tersebut disebabkan oleh katalis termonuklir dari material kaya hidrogen yang terakumulasi di permukaan. Asalkan inti bintang tetap utuh, katai putih dapat tetap bertahan menghadapi ledakan apa pun di permukaan yang menguras sumber akumulasi materi.

9. Melampaui masa hidup galaksi induk
Bintang katai putih dianggap stabil segera setelah terbentuk, meskipun pada akhirnya akan mendingin menjadi bintang katai hitam hipotesis. Hingga kini, belum pernah ada katai hitam yang ditemukan, karena proses transformasi katai putih menjadi katai hitam membutuhkan waktu triliunan tahun, sementara usia alam semesta baru 13,5 miliar tahun.

Daya tahan katai putih menjaga kestabilan radiasi lapisan terluar, membuatnya berusia panjang hingga triliunan tahun. Masa hidup katai putih yang sangat awet ini jauh melampaui usia hidup galaksi induk yang menjadi tempat tinggalnya.

10. Menjadi bintang induk bagi sistem planet
Timbul perdebatan tentang bagaimana planet dapat terbentuk di sekitar katai putih, meskipun sudah banyak katai putih yang ditemukan diorbit oleh planet, seperti pada sistem bintang biner NN Serpentis. Kebanyakan astronom menganut teori bahwa planet yang mengorbit katai putih adalah sisa-sisa planet yang dihancurkan selama proses transformasi katai putih, seperti yang akan terjadi ketika Matahari membengkak selama fase menjadi raksasa merah.

Kemungkinan besar Merkurius, Venus dan Bumi akan berakhir menjadi puing-puing planet yang mengorbit Matahari setelah berevolusi menjadi katai putih. Tapi, saat bencana itu terjadi, umat manusia diperkirakan telah mencapai peradaban antar planet dan mampu mengkoloni seluruh tata surya, termasuk sistem bintang lain di galaksi Bima Sakti.

Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104 Fakta Menarik Galaksi Sombrero M104

Skyofnight.net –  Alam semesta memang benar-benar sangat luas dan memiliki ukuran yang tak terhingga. Galaksi merupakan salah satu objek di alam semesta yang memiliki ukuran sangat besar dan terdiri dari berbagai macam objek langit di dalamnya.

Tak seperti galaksi kebanyakan, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik galaksi sombrero M104 :

1. Pertama kali ditemukan pada 1781
Dilansir laman The Planets, Galaksi Sombrero pertama kali dilihat oleh astronom asal Prancis bernama Pierre Méchain pada 11 Mei 1781.

Namun, Galaksi Sombrero ini baru dimasukkan dalam katalog Messier 140 tahun kemudian yaitu pada 1921 dengan kode M106. Katalog Messier sendiri ditulis oleh astronom bernama Charles Messier.

2. Jarak dengan Bumi
Jarak Galaksi Sombrero dari Bumi yaitu sejauh 29,35 juta tahun cahaya. Galaksi ini bisa terlihat selama musim semi dan awal musim panas di antara rasi Bintang Virgo dan Corvus atau kamu bisa mengarahkan teleskopmu ke 11,5 derajat sebelah barat Bintang Spica dan 5,5 derajat timur laut Bintang Eta Corvi saat malam gelap.

3. Berukuran lebih kecil dari Bimasakti
Galaksi Sombrero berdiameter 50 ribu tahun cahaya. Ukurannya ini lebih kecil daripada galaksi bimasakti atau berukuran 3/10 dari Galaksi Milky Way. Jika dibandingkan, ukuran Sombrero sama dengan 800 miliar ukuran Matahari. Wow!

4. Bentuknya mirip seperti topi
Galaksi Sombrero termasuk jenis galaksi spiral. Tak seperti kebanyakan, Galaksi Sombrero memiliki pusat inti galaksi yang sangat besar dan menonjol sehingga terlihat menggembung.

Cincin debu di sekelilingnya pun terlihat miring mirip seseorang yang sedang memakai topi khas Brasil yaitu Sombrero. Oleh karenanya, Galaksi M104 ini diberi nama Galaksi Sombrero.

5. Punya banyak kode nama
Galaksi Sombrero tak hanya dikenali dengan kode M 104, tetapi dikenali juga dengan kode nama NGC 4594, PGC 042407, UGC 293,MCG -2-32-20, IRAS (Infrared Astronomical Satellite) 12373-1120, GC 3132, h 1376, dan H 1.43.

6. Sulit diamati
Dilansir laman The Planets, bagian inti dari Galaksi M104 memiliki cahaya yang amat terang sehingga membuatnya terlihat lebih menonjol. Hal tersebut terjadi karena miliaran bintang- bintang tua yang berada di inti galaksi membuat pendaran cahaya yang tersebar ke segala arah.

Namun, karena hal tersebut, inti Galaksi M104 sulit dicitrakan dengan cahaya tampak sehingga harus menggunakan pencitraan inframerah dan sinar X sebagai penunjang pencitraan terhadap Galaksi Sombrero.

7. Cakramnya tersusun atas debu
Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Spitzer Space Telescope NASA telah digunakan untuk mengamati Galaksi Sombrero dalam cahaya tampak dan inframerah.

Dilansir laman Space Facts, dengan menggunakan pencitraan inframerah, bagian cakram yang mengelilingi pusat Galaksi Sombrero ternyata terdapat jalur debu yang terdiri dari awan gas, debu dingin, dan gas atom hidrogen.

Karena elemen-elemen tersebut, tempat ini juga diketahui sebagai tempat pembibitan dan pembentukan bintang- bintang baru di Galaksi M104. Tak heran, astronom menemukan banyak pembentukan bintang di dalamnya.

8. Terdapat lubang hitam di inti pusat galaksinya
Berdasarkan pengamatan menggunakan gelombang elektromagnet, ditemukan sebuah lubang hitam yg sangat besar dan supermasif di pusat galaksinya.

Dilansir laman The Planets, hasil pengamatan gerakan bintang di dekat lubang hitam menunjukkan bahwa ia dapat memiliki massa satu miliar Matahari, mungkin yang paling masif dari lubang hitam yang ditemukan sejauh ini di inti galaksi.

Fakta Menarik Mengenai Matahari yang Jarang Orang Ketahui Fakta Menarik Mengenai Matahari yang Jarang Orang Ketahui

Skyofnight.net – Kita tahu bahwa Matahari adalah pusat dari seluruh sistem yang ada di Tata Surya kita, tidak ada yang lebih besar daripada Matahari di sistem Tata Surya. Semua planet dan benda-benda angkasa lainnya mengitari Matahari pada orbitnya.

Tapi tahukah kamu? kalau ada ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari Matahari kita. Selain berwarna kuning, ternyata Matahari juga memiliki banyak warna, loh. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik mengenai matahari yang jarang orang ketahui :

1. Matahari itu adalah bintang
Jika selama ini kamu berpikir kalau bintang hanya dapat dilihat pada malam hari saja, eitss. Faktanya Matahari merupakan bintang juga di alam semesta ini. Mengapa Matahari disebut bintang? Bintang merupakan objek luar angkasa yang memancarkan cahayanya sendiri.

Bintang memancarkan cahayanya sendiri karena adanya proses reaksi fusi di dalam intinya, proses yang sangat ekstrem ini ‘memaksa’ empat atom hidrogen bersatu untuk menjadi satu atom helium. Jadi, Matahari adalah satu-satunya bintang di siang hari!

2. Bukan bola api, melainkan bola plasma
Pernahkah kamu memikirkan bagaimana bisa Matahari ‘terbakar’ di ruang angkasa yang di mana tentunya kita tahu kalau di sana tidak ada udara untuk api dapat menyala? Lebih baik jangan dipikirkan lagi, deh.

Matahari bukanlah bola api melainkan bola gas dalam bentuk plasma yang sangat panas, komposisinya kebanyakan terdiri dari 70 persen hidrogen dan 28 persen helium. Suhu permukaan Matahari sendiri mencapai 5.778 derajat celcius.

3. Pernah dianggap mengelilingi Bumi
Pada zaman dulu orang-orang masih percaya bahwa Matahari mengelilingi Bumi, dengan kata lain Bumi adalah pusat orbit Matahari. Masa-masa itu dimulai ketika dua orang cerdas dari bangsa Yunani kuno bernama Plato dan Aristoteles pada abad ke-4 SM memperkenalkan pemikiran geosentrisme.

Dalam astronomi geosentris adalah suatu model yang menggambarkan kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta. Matahari, Bulan beserta planet-planet semuanya mengelilingi Bumi dalam bentuk lingkaran.

Meskipun begitu, kita sangatlah beruntung dengan para ilmuwan-ilmuwan hebat pada masa lalu seperti Aristarchus of Samos, Johannes Kepler dan Sir Issac Newton yang telah membuktikan secara ilmiah kalau Bumi itu bukanlah pusat alam semesta.

Baca Juga : Bintang Paling Terang di Luar Angkasa

4. Cahaya butuh 8 menit untuk sampai ke Matahari
Satu-satunya hal tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini adalah cahaya, para saintis biasanya lebih suka menyebutnya “foton” atau partikel cahaya. Saking cepatnya cahaya ini, bahkan kita bisa mengunjungi Bulan hanya dalam waktu 1.3 detik saja.

Berapa kecepatannya? Yaitu sekitar 299 792 458 m/s, bulatkan saja menjadi 300 juta m/s. Dengan jarak Bumi-Matahari 1 SA (Satuan Astronomi) atau 149.6 juta kilometer, cahaya dapat menempuh jarak sebesar itu hanya dalam waktu 8.3 detik.

Wahana antariksa nirawak tercepat buatan manusia saat ini adalah Parker Solar Probe yang memiliki kecepatan rata-rata 192.222 m/s, butuh waktu lebih dari 1 minggu untuk pergi ke Matahari dari Bumi.

5. Evolusi menjadi raksasa merah
Untuk saat ini Matahari masih menyimpan stok energi untuk reaksi fusinya setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan. Saat ini Matahari sedang berada pada fase stabil.

Komposisi utamanya adalah hidrogen yang suatu saat nanti Matahari akan kehabisan komposisinya. Saat itu terjadi, lapisan terluar Matahari mulai mengembang luar biasa.

Lapisan terluarnya akan membesar bahkan kemungkinan dapat mencapai orbit Bumi. Ada kemungkinan kehidupan di Bumi saat itu sudah punah akibat panas yang luar biasa.

Bisa dikatakan Matahari adalah monster bagi Bumi kita di kemudian hari.

6. Butuh 230 juta tahun untuk mengelilingi galaksi
Setiap bintang yang kita lihat dengan mata telanjang di langit malam merupakan bintang-bintang yang berada pada sebuah galaksi bernama Bima Sakti atau Milky Way. Bintang-bintang ini memiliki waktu orbit dan jarak ke pusat galaksi yang berbeda-beda.

Matahari kita membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk menyelesaikan orbitnya, sedangkan jaraknya sendiri dari pusat galaksi itu sekitar 25.000 tahun cahaya. Matahari sendiri berada pada salah satu lengan galaksi yang bernama Orion.

7. Matahari memiliki banyak warna
Alasan mengapa Matahari terlihat putih di siang bolong lalu terlihat jingga kekuningan saat terbit maupun terbenam adalah karena Matahari memancarkan seluruh spektrum pada cahaya tampak. Mulai dari panjang gelombang 400 – 700 nanometer.

Atmosfer juga berperan terhadap perubahan warna pada Matahari. Saat di pagi hari cahaya Matahari harus melalui atmosfer yang tebal untuk sampai ke mata kita, sehingga hanya spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang tinggi (merah – kuning) saja yang dapat sampai ke mata kita.

Jika Matahari sudah berada di atas kepala maka semua spektrum cahaya tampak dapat mengenai mata kita sekaligus, pencampuran dari merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu membuat Matahari tampak berwarna putih.

8. Iklim Bumi bergantung pada matahari
Matahari adalah energi kehidupan kita di Bumi, cahayanya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup di Bumi terutama tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya itu, perannya sangatlah penting terhadap perubahan iklim.

Menurut NASA Matahari memiliki peran penting terhadap perubahan cuaca, iklim, arus laut bahkan pembentukan aurora juga dipengaruhi oleh angin Matahari

Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor

Skyofnight.net – Hujan meteor? Kamu pasti pernah kan melihat fenomena ini. Di bumi, ada yang menyebutnya sebagai bintang jatuh. Fenomena hujan meteor ini memang bukan hal yang aneh lagi, karena sering terjadi di bumi dan terlihat sangat indah.

Tapi tahukah kamu apa sesungguhnya meteor itu? Dan mengapa bisa terjadi hujan meteor? Penasaran? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta tentang terjadinya hujan meteor :

1. Meteor itu sesungguhnya adalah salah satu benda langit
Di galaksi banyak sekali benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari. Nah hujan meteor yang sering kita lihat di bumi, sebenarnya adalah pecahan-pecahan dari meteorid yang masuk ke atmosfer bumi.

Sekedar informasi, meteorid adalah potongan batu ruang angkasa. Pecahan batu tersebut yang masuk ke atmosfer bumi, itulah yang disebut meteor.

2. Ketika masuk ke atmosfer bumi, meteor meluncur dengan kecepatan tinggi
Hujan meteor terlihat indah dari bumi karena sangat bercahaya. Tapi sebenarnya, cahaya yang kita lihat itu adalah cahaya meteor yang terbakar karena memasuki bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Tahukah kamu kalau meteor memiliki kecepatan lebih dari 250.000 km per jam? Hal inilah yang membuatnya terbakar ketika bergesekan dengan atmosfer bumi.

3. Walaupun sering terjadi, hujan meteor tidaklah berbahaya
Hujan meteor yang terlihat di bumi, kadang hanya terlihat satu dan kadang terlihat banyak. Tapi jangan khawatir, karena hujan meteor ini tidak berbahaya. Ketika memasuki atmosfir bumi, meteor akan terbakar hingga suhu 1.650 derajat celcius.

Tingginya suhu ini menyebabkan meteor sudah habis terbakar sebelum menyentuh permukaan bumi. Tapi memang terkadang ada meteor yang berukuran besar sehingga tidak terbakar habis, sehingga jatuh ke permukaan bumi. Namun peristiwa ini sangat jarang terjadi.

Baca Juga : Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

4. Setiap tahun sering terjadi ratusan kali hujan meteor di bumi
Jumlah meteorid di ruang angkasa sangatlah banyak. Setiap tahunnya lebih dari 500 buah pecahan meteorid jatuh dari orbitnya ke bumi. Sehingga kita sering sekali melihat terjadinya hujan meteor di langit.

Namun walaupun banyak pecahan meteorid yang jatuh, tapi sangat jarang ditemukan sisa-sisa batu meteor di permukaan bumi karena sudah terbakar habis. Batu meteor yang ada di permukaan bumi sering disebut sebagai batu meteorit.

5. Meteorid ada berbagai jenis ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang besar
Meteorid yang mengelilingi matahari di ruang angkasa terbentuk dari pecahan-pecahan planet. Karena itulah ukuran meteorid sangat beraneka ragam. Ada meteorid yang berukuran sangat kecil, yakni 2 mm atau micrometeorite.

Namun ada juga meteorid yang berukuran sangat besar, atau sering disebut sebagai asteroid. Sebuah asteroid biasanya memiliki ukuran diameter lebih dari 10 meter. Besar banget ya?

Nah itulah beberapa fakta tentang hujan meteor, atau lebih dikenal sebagai bintang jatuh. Fenomena alam ini ternyata tidak seindah kelihatannya ya. Kalau kamu ingin melihat hujan meteor, carilah tempat yang gelap dan tidak banyak cahaya sehingga hujan meteor di langit terlihat sangat jelas. Tidak dibutuhkan peralatan khusus kok untuk melihatnya!

Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

Skyofnight.net – Bintang merupakan objek luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Bintang dapat dilihat pada malam hari sebagai titik-titik bercahaya yang bertaburan di atas langit. Tapi kalau kamu perhatikan, di antara bintang-bintang tersebut, ada bintang yang tampaknya paling bersinar di antara bintang-bintang lainnya.

Bintang yang paling bersinar tersebut disebut sebagai Sirius A. Di Mesir kehadiran Bintang ini digunakan untuk memprediksi banjir yang akan terjadi akibat Sungai Nil meluap. Tapi selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya seputar Sirius A. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik sirius A bintang paling bersinar :

1. Sirius merupakan sistem perbintangan dengan 2 bintang utama yang jaraknya pun dekat dengan Bumi
Sirius A berjarak sekitar 8,6 juta tahun cahaya dengan bumi dan berada dalam konstelasi Canis Major. Sirius A memiliki kembaran yang disebut Sirius B, yaitu bintang kerdil berwarna putih yang juga termasuk dalam bintang kerdil terdekat dengan bumi.

2. Sirius A merupakan bintang paling terang yang dapat dilihat secara langsung di seluruh dunia
Sirius A merupakan bintang paling terang di jagat raya. Pada malam hari, bintang ini bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Terlebih di belahan Bumi bagian utara pada musim dingin. Keindahan Sirius A dapat dilihat dengan jelas tanpa perlu alat bantu seperti teropong.

3. Sirius A lebih besar, berat, dan panas daripada Matahari!
Sirius A memiliki radius sekitar 740 ribu mil atau 1,2 juta kilometer, yang artinya ukuran Sirius A 71 persen lebih besar daripada Matahari. Sedangkan untuk massanya, Sirius A memiliki massa 2 kali lebih besar daripada Matahari.

Suhu permukaan Sirius A diperkirakan mencapai 9,940 Kelvin yang berarti dua kali lebih panas daripada Matahari. Sedangkan Sirius B memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada Sirius A, bahkan lebih kecil daripada planet Bumi, tetapi suhu permukaan Sirius B 5 kali lebih panas daripada Matahari.

Baca Juga : Bintang Terbesar di Jagat Raya

4. Sirius A memiliki visual magnitude -1,44
Tingkat kecerahan benda luar angkasa ditetapkan dengan stellar magnitude, di mana semakin rendah angkanya maka bintang tersebut semakin cerah. Sirius A sendiri memiliki tingkat visual magnitude sebesar -1,44 yang menandakan bahwa Sirius A merupakan bintang paling cerah sejagat raya.

Akan tetapi, jika dilihat dari Bumi, sebenarnya ada beberapa objek luar angkasa yang tampak lebih terang daripada Sirius A, yaitu Bulan, Mars,Venus, dan Jupiter.

5. Makin mendekati Bumi dan makin bersinar dari waktu ke waktu
Pengamatan menunjukkan bahwa sistem Sirius perlahan-lahan terus mendekati sistem tata surya kita. Sehingga bintang yang sudah sangat bersinar dan dapat dilihat dari belahan Bumi manapun ini akan tampak makin bersinar, bahkan sinar yang dipancarkan bisa melebihi objek luar angkasa lainnya seperti Venus.

Fakta Menarik Seputar Bintang Fakta Menarik Seputar Bintang

Skyofnight.net – Saat malam hari, kamu bisa melihat bintang sebagai titik-titik yang bercahaya dan bertebaran di langit. Bintang merupakan materi luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri.

Walaupun saat malam bintang hanya terlihat sebagai kilauan kecil, akan tetapi sebenarnya bintang memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan banyak sekali bintang yang berukuran lebih besar daripada Matahari. Selain itu, terdapat fakta lain seputar bintang yang belum tentu kamu ketahui. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran dan membuatnya tampak bersinar
Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk pembakaran dan membuatnya tampak menyala. Cahaya pada bintang berasal dari reaksi fusi atau penggabungan 2 inti yang ringan menjadi 1 inti yang lebih besar. Reaksi ini kemudian menghasilkan panas yang luar biasa sehingga bintang tampak bercahaya.

2. Proses terbentuknya bintang di alam semesta
Pembentukan bintang terjadi di awan debu dan gas antarbintang yang disebut dengan nebula yang sebagian besar komponen penyusunnya adalah molekul hidrogen. Proses pembentukan bintang ini dimulai ketika awan tersebut bergerak dan berputar yang kemungkinan disebabkan oleh gelombang kejut dari ledakan supernova di dekatnya.

Kemudian mulai terbentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar dan panas. Ketika temperatur di dalam gumpalan ini telah mencapai 10 juta derajat celsius, maka akan terjadi proses fusi nuklir yang menyala yang menandakan bahwa sebuah bintang baru telah terbentuk. Proses pembuatan bintang ini membutuhkan waktu hingga jutaan tahun.

3. Semua bintang pada akhirnya akan mengalami kehancuran
Semua elemen di alam semesta memiliki umur, termasuk bintang yang pada suatu saat juga akan binasa. Usia bintang bermacam-macam, ada yang jutaan hingga miliaran tahun, tergantung pada massa masing-masing bintang. Semakin massive massa suatu bintang, maka usianya akan semakin pendek.

Akan tetapi, penyebab hancurnya bintang-bintang adalah karena kehabisan bahan bakar. Sebagian besar komponen penyusun bintang adalah hidrogen. Seumur hidupnya, hidrogen pada bintang ini akan melakukan fusi atau penggabungan dengan sesama hidrogen dan membentuk helium. Setelah habis, helium-helium tersebut akan kembali mengalami fusi dan membentuk karbon.

Setiap tingkat fusi ini akan menghasilkan energi yang membuat bintang semakin panas. Peningkatan temperatur ini membuat bintang menjadi semakin besar hingga akhirnya meledak dan menghasilkan gas. Peristiwa ini dinamakan dengan supernova, yang juga menandai berakhirnya masa hidup suatu bintang.

Baca Juga : Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

4. Bintang dikelompokkan dalam beberapa kategori
Para astronom membagi bintang dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik cahaya yang dipancarkan. Secara umum dikategorikan menjadi bintang O, B, A, F, G, K, M, R, N, T, Y berdasarkan temperatur, warna, dan kilauannya. Sebagai contoh, bintang tipe O dan B memiliki warna biru dengan temperatur 30 sampai 40 ribu Kelvin.

Lebih jauh, astronom mengklasifikasikan bintang berdasarkan karakteristik lain seperti kecepatan rotasi, jumlah elemen lain selain hidrogen dan helium, hingga keberadaan elemen kimia dalam atmosfer suatu bintang.

5. Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Matahari, yang suatu saat juga akan meledak
Matahari, yang merupakan sumber energi utama dalam sistem tata surya kita adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi. Matahari dikategorikan dalam bintang tipe G yang terbentuk 4,6 miliar tahun lalu.

Matahari termasuk dalam bintang kerdil berwarna kuning yang saat ini tengah berada dalam fase peleburan hidrogen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 5 miliar tahun ke depan. Selanjutnya, Matahari akan mengalami fusi helium yang menyebabkan Matahari menjadi semakin panas hingga suatu saat akan meledak dan membentuk nebula.

Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

Skyofnight.net – Ketika malam hari, kita biasa melihat langit yang gelap dengan dihiasi taburan bintang. Ada yang terang ada juga yang redup. Dalam benak kalian mungkin pernah bertanya, dari sekian banyaknya bintang yang ukurannya super besar, manakah yang paling besar diantara bintang lainnya?

Nah, di kesempatan ini, saya mau kenalkan ke kalian sebuah bintang yang digadang-gadang sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Bintang yang akan mengejutkan kita dengan ukurannya yang super besar. Bintang tersebut bernama bintang UY Scuti.

Seperti apa bintang UY Scuti itu? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta unik UY Scuti bintang terbesar di galaksi :

1. Yuk, berkenalan dengan bintang terbesar di Galaksi Bima Sakti
Bintang UY Scuti merupakan salah satu bintang merah yang berada di galaksi Bima Sakti, tepatnya di konstelasi Scutum, yaitu di area tengah galaksi kita.

Bila dilihat dari bumi, kelihatannya seperti tanda titik bercahaya. Namun kenyataannya sangat mengejutkan. Ukurannya jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Bahkan saking besarnya, bintang ini ditetapkan menjadi bintang terbesar di galaksi Bima Sakti, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar se alam semesta yang dapat teramati manusia.

Karena ukurannya yang sangat besar jugalah yang mampu menggeser VY Canis Majoris dan Betelgeus dari predikat bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kalau dibandingkan dengan matahari, pasti akan terlihat perbedaan ukuran yang sangat jauh. Hal itu akan kita bahas di bagian berikutnya.

2. Bila matahari dibandingkan dengan UY Scuti

fakta-unik-uy-scuti-bintang-terbesar-di-galaksi

Mari kita bandingkan dengan bintang VY Canis Majoris, bintang yang sebelumnya ditetapkan sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kita bisa ibaratkan UY Scuti sebagai bola basket dan VY Canis Majoris sebagai bola sepak. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok diantara keduanya. Namun, tetap saja nampak dengan jelas UY Scuti jauh lebih besar daripada saingannya, yaitu VY Canis Majoris.

3. Jadi, berapa sih ukuran UY Scuti yang sebenarnya?
Sebagai bintang terbesar, UY Scuti pastinya memiliki ukuran yang sangat besar. Menurut para ahli, UY Scuti diperkirakan memiliki diameter 1.708 kali lebih besar daripada diameter matahari. Diketahui diameter matahari saja sekitar 695.800 km. Untuk mengetahui ukuran UY Scuti yang sebenarnya, kita bisa kalikan antara diameter matahari tersebut dengan 1.708 . Setelah dihitung hasilnya ialah sekitar 1.188.426.400 km. Besar sekali bukan? Ini baru perkiraan saja, bagaimana dengan yang aslinya?

Dengan diameter yang begitu besar ini, dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk melakukan perjalanan mengelilingi UY Scuti, itupun dengan kendaraan berkecepatan cahaya. Dengan ukuran yang begitu besar juga dapat memuat 5 miliar matahari dan triliunan planet yang setara dengan bumi.

4. Kalau ukurannya saja begitu besar, apalagi dengan massanya
Semakin besar ukuran suatu bintang, maka semakin besar juga massanya. Hal itu juga berlaku pada bintang monster yang satu ini. Diperkirakan bintang ini memiliki massa 7 – 10 kali massa matahari. Diketahui matahari memiliki massa 99.86% massa di seluruh tata Surya. Dari situ bisa kita bayangkan betapa beratnya bintang monster ini.

Baca Juga : Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

5. Walaupun ukurannya begitu besar, ternyata suhunya tidak sepanas matahari
Mungkin kalian menyangkal suhu UY Scuti itu sangat panas. Namun kenyataannya tidak demikian. Suhu permukaan UY Scuti berkisar 3000 Kelvin. Hal itu suhunya masih dikatakan lebih rendah bila dibandingkan dengan suhu permukaan matahari.

Permukaan matahari sendiri bersuhu sekitar 5000 Kelvin. Itu berarti matahari kita masih unggul satu poin dari UY Scuti. Dan untungnya untuk bintang sebesar itu suhunya tidak terlalu panas.

6. Apa jadinya ya jika matahari diganti dengan UY Scuti?
Kita tahu bahwa ukuran UY Scuti ini sangatlah besar, bahkan bila dibandingkan dengan matahari. Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana jadinya bila matahari kita diganti dengan UY Scuti?

Menurut para ilmuwan, dengan ukuran yang luar biasa besarnya, permukaan bintang monster ini bahkan bisa mencapai orbit Jupiter. Akibatnya, planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan benda langit lain yang ada di sekitar daerah itu akan tenggelam dan jatuh ke permukaan UY Scuti. Dan mungkin saja Saturnus dan Uranus ikut jatuh ke permukaan UY Scuti karena ditarik oleh gravitasinya yang begitu kuat. Sehingga planet yang tersisa di tata surya hanyalah Neptunus. Mengerikan ya. Apa jadinya kita nanti kalau itu sampai terjadi.

7. Untungnya jarak bumi dengan bintang raksasa ini sangat jauh
Di awal kita sudah tahu bahwa bintang UY Scuti terletak di konstelasi Scutum. Lebih tepatnya di area tengah galaksi kita. Kalau kita ukur, jaraknya mencapai 5070,16 tahun cahaya. Dan jika dikonversikan ke bentuk mil ataupun ke bentuk kilometer pasti hasilnya sangat sangat panjang. Dengan demikian, walaupun kita menggunakan kendaraan berkecepatan cahaya, kita juga tetap memerlukan waktu yang lama untuk mengunjungi UY Scuti, yaitu sekitar 50 abad. Kalau saja dengan kendaraan tersebut bisa sampai di sana, yang bisa merasakannya langsung pastilah keturunan kita dari beberapa generasi kita.

Agar sampai di bintang itu maka diperlukan kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, sedangkan kecepatan tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini ialah kecepatan cahaya. Dan kendala selanjutnya ialah tubuh kita yang tidak akan kuat menahan gaya dan hambatan akibat kecepatan yang sangat cepat. Jadi, kemungkinan besar untuk saat ini kita tidak bisa berkunjung ke bintang monster ini. Namun juga tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang manusia bisa berkunjung ke bintang ini dengan kendaraan yang pastinya lebih canggih dari zaman ini.