Author: superadmin

Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor Fakta Tentang Terjadinya Hujan Meteor

Skyofnight.net – Hujan meteor? Kamu pasti pernah kan melihat fenomena ini. Di bumi, ada yang menyebutnya sebagai bintang jatuh. Fenomena hujan meteor ini memang bukan hal yang aneh lagi, karena sering terjadi di bumi dan terlihat sangat indah.

Tapi tahukah kamu apa sesungguhnya meteor itu? Dan mengapa bisa terjadi hujan meteor? Penasaran? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta tentang terjadinya hujan meteor :

1. Meteor itu sesungguhnya adalah salah satu benda langit
Di galaksi banyak sekali benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari. Nah hujan meteor yang sering kita lihat di bumi, sebenarnya adalah pecahan-pecahan dari meteorid yang masuk ke atmosfer bumi.

Sekedar informasi, meteorid adalah potongan batu ruang angkasa. Pecahan batu tersebut yang masuk ke atmosfer bumi, itulah yang disebut meteor.

2. Ketika masuk ke atmosfer bumi, meteor meluncur dengan kecepatan tinggi
Hujan meteor terlihat indah dari bumi karena sangat bercahaya. Tapi sebenarnya, cahaya yang kita lihat itu adalah cahaya meteor yang terbakar karena memasuki bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Tahukah kamu kalau meteor memiliki kecepatan lebih dari 250.000 km per jam? Hal inilah yang membuatnya terbakar ketika bergesekan dengan atmosfer bumi.

3. Walaupun sering terjadi, hujan meteor tidaklah berbahaya
Hujan meteor yang terlihat di bumi, kadang hanya terlihat satu dan kadang terlihat banyak. Tapi jangan khawatir, karena hujan meteor ini tidak berbahaya. Ketika memasuki atmosfir bumi, meteor akan terbakar hingga suhu 1.650 derajat celcius.

Tingginya suhu ini menyebabkan meteor sudah habis terbakar sebelum menyentuh permukaan bumi. Tapi memang terkadang ada meteor yang berukuran besar sehingga tidak terbakar habis, sehingga jatuh ke permukaan bumi. Namun peristiwa ini sangat jarang terjadi.

Baca Juga : Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

4. Setiap tahun sering terjadi ratusan kali hujan meteor di bumi
Jumlah meteorid di ruang angkasa sangatlah banyak. Setiap tahunnya lebih dari 500 buah pecahan meteorid jatuh dari orbitnya ke bumi. Sehingga kita sering sekali melihat terjadinya hujan meteor di langit.

Namun walaupun banyak pecahan meteorid yang jatuh, tapi sangat jarang ditemukan sisa-sisa batu meteor di permukaan bumi karena sudah terbakar habis. Batu meteor yang ada di permukaan bumi sering disebut sebagai batu meteorit.

5. Meteorid ada berbagai jenis ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang besar
Meteorid yang mengelilingi matahari di ruang angkasa terbentuk dari pecahan-pecahan planet. Karena itulah ukuran meteorid sangat beraneka ragam. Ada meteorid yang berukuran sangat kecil, yakni 2 mm atau micrometeorite.

Namun ada juga meteorid yang berukuran sangat besar, atau sering disebut sebagai asteroid. Sebuah asteroid biasanya memiliki ukuran diameter lebih dari 10 meter. Besar banget ya?

Nah itulah beberapa fakta tentang hujan meteor, atau lebih dikenal sebagai bintang jatuh. Fenomena alam ini ternyata tidak seindah kelihatannya ya. Kalau kamu ingin melihat hujan meteor, carilah tempat yang gelap dan tidak banyak cahaya sehingga hujan meteor di langit terlihat sangat jelas. Tidak dibutuhkan peralatan khusus kok untuk melihatnya!

Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar Fakta Menarik Sirius A Bintang Paling Bersinar

Skyofnight.net – Bintang merupakan objek luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Bintang dapat dilihat pada malam hari sebagai titik-titik bercahaya yang bertaburan di atas langit. Tapi kalau kamu perhatikan, di antara bintang-bintang tersebut, ada bintang yang tampaknya paling bersinar di antara bintang-bintang lainnya.

Bintang yang paling bersinar tersebut disebut sebagai Sirius A. Di Mesir kehadiran Bintang ini digunakan untuk memprediksi banjir yang akan terjadi akibat Sungai Nil meluap. Tapi selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya seputar Sirius A. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik sirius A bintang paling bersinar :

1. Sirius merupakan sistem perbintangan dengan 2 bintang utama yang jaraknya pun dekat dengan Bumi
Sirius A berjarak sekitar 8,6 juta tahun cahaya dengan bumi dan berada dalam konstelasi Canis Major. Sirius A memiliki kembaran yang disebut Sirius B, yaitu bintang kerdil berwarna putih yang juga termasuk dalam bintang kerdil terdekat dengan bumi.

2. Sirius A merupakan bintang paling terang yang dapat dilihat secara langsung di seluruh dunia
Sirius A merupakan bintang paling terang di jagat raya. Pada malam hari, bintang ini bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Terlebih di belahan Bumi bagian utara pada musim dingin. Keindahan Sirius A dapat dilihat dengan jelas tanpa perlu alat bantu seperti teropong.

3. Sirius A lebih besar, berat, dan panas daripada Matahari!
Sirius A memiliki radius sekitar 740 ribu mil atau 1,2 juta kilometer, yang artinya ukuran Sirius A 71 persen lebih besar daripada Matahari. Sedangkan untuk massanya, Sirius A memiliki massa 2 kali lebih besar daripada Matahari.

Suhu permukaan Sirius A diperkirakan mencapai 9,940 Kelvin yang berarti dua kali lebih panas daripada Matahari. Sedangkan Sirius B memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada Sirius A, bahkan lebih kecil daripada planet Bumi, tetapi suhu permukaan Sirius B 5 kali lebih panas daripada Matahari.

Baca Juga : Bintang Terbesar di Jagat Raya

4. Sirius A memiliki visual magnitude -1,44
Tingkat kecerahan benda luar angkasa ditetapkan dengan stellar magnitude, di mana semakin rendah angkanya maka bintang tersebut semakin cerah. Sirius A sendiri memiliki tingkat visual magnitude sebesar -1,44 yang menandakan bahwa Sirius A merupakan bintang paling cerah sejagat raya.

Akan tetapi, jika dilihat dari Bumi, sebenarnya ada beberapa objek luar angkasa yang tampak lebih terang daripada Sirius A, yaitu Bulan, Mars,Venus, dan Jupiter.

5. Makin mendekati Bumi dan makin bersinar dari waktu ke waktu
Pengamatan menunjukkan bahwa sistem Sirius perlahan-lahan terus mendekati sistem tata surya kita. Sehingga bintang yang sudah sangat bersinar dan dapat dilihat dari belahan Bumi manapun ini akan tampak makin bersinar, bahkan sinar yang dipancarkan bisa melebihi objek luar angkasa lainnya seperti Venus.

Bintang Terbesar di Jagat Raya Bintang Terbesar di Jagat Raya

Skyofnight.net – Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Bintang terbentuk dari gumpalan gas dan debu. Bintang juga merupakan objek astronomis yang terdiri dari gumpalan zat bercahaya yang menyatu karena gravitasinya sendiri.

Di saat langit malam sedang cerah, bintang akan terlihat bertaburan. Pada pandangan mata, mungkin jumlah bintang hanya ribuan namun sebenarnya ada miliaran bintang di alam semesta.

Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah matahari. Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari bumi dan diameternya 12.000 kali lebih besar dari bumi. Matahari memang sangatlah besar.

Namun matahari bukan bintang terbesar yang ada di jagat raya. Ada bintang lain yang lebih besar yang ukurannya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan kali dari matahari.

Manusia telah menemukan banyak benda di angkasa raya, namun ada beberapa bintang terbesar lain yang pernah ditemukan sejauh ini. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa bintang terbesar di jagat raya :

1. UY Scuti
UY Scuti merupakan bintang merah yang masuk golongan bintang supergiant atau hypergiant. UY Scuti terletak di konstelasi scutum dan merupakan bintang paling besar yang pernah diketahui.

Sulit untuk menentukan ukuran pasti UY Scuti namun diperkirakan diameternya mencapai 2,365 miliar km. Sementara itu diameter matahari 1,392 juta km. Itu artinya diameter UY Scuti 1700 kali lebih besar dari matahari. Bisa dibayangkan berapa besarnya.

Jika matahari diibaratkan dengan sebuah kelereng, maka UY Scuti besarnya seperti sebuah gedung museum yang besar. Apabila UY Scuti menggantikan matahari sebagai pusat tata surya maka bumi akan tenggelam ke dalamnya.

2. VY Canis Majoris
VY Canis Majoris juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Bintang ini berada pada rasi Canis Major. VY Canis Majoris memiliki diameter 1,976 miliar km. Itu artinya diameter bintang ini lebih besar 1500 kali dari diameter matahari.

Jarak bintang ini sekitar 4000 tahun cahaya dari bumi. Jika VY Canis Majoris diumpamakan dengan bola futsal maka UY Scuti lebih besar sedikit dari bola basket.

Baca Juga : Fakta Menarik Seputar Bintang

3. VV Cephei
VV Cephei adalah bintang merah besar golongan supergiant. Bintang super besar ini terletak di rasi bintang Cepheus. Sekali lagi, ukuran bintang ini tidak dapat dipastikan ukurannya karena letaknya yang jauh dan bentuknya yang tak bulat sempurna.

Namun VV Cephei diperkirakan memiliki diameter 1,38 miliar kilometer. Bintang ini lebih kecil dari VY Cavis Majoris. Bintang raksasa yang satu itu ini bisa dilihat dengan mata telanjang jika keadaan langit malam tak berawan dan tak ada sinar bulan. Bintang ini pernah menjadi bintang terbesar namun pada tahun 2010 VY Cavis Majoris menggeser posisinya.

4. Mu Cephei
Sir William Herschel melakukan observasi terhadap Mu Cephei pada tahun 1783. Ia mengatakan warna Mu Cephei seperti warna batu garnet, salah satu batu mulia berwarna merah tua. Bintang ini juga disebut sebagai bintang Herschel’s Garnet sebagai tanda penghormatan pada Sir William Herschel.

Bintang ini memiliki diameter yang tidak jauh berbeda dengan VV Cephei yakni 1,15 miliar kilometer. Bintang ini terletak di bagian utara rasi bintang Chepeus.

5. Betelgeuse
Urutan selanjutnya jajaran bintang raksasa adalah Betelgeuse. Bintang ini juga merupakan bintang merah golongan supergiant. Selain masuk deretan bintang raksasa terbesar, bintang ini juga masuk urutan bintang paling terang, beberapa tingkat di bawah Sirius.

Diameter Betelgeuse sekitar 820 juta kilometer. Betelgeuse berada pada konstelasi Orion. Suhu di permukaan bintang ini diperkirakan mencapai 3600 Kelvin.

Sejauh ini itulah lima urutan bintang terbesar di jagat raya. Sangat besar bukan? Matahari saja jauh lebih kecil dibanding bintang-bintang itu apalagi bumi.

Fakta Menarik Seputar Bintang Fakta Menarik Seputar Bintang

Skyofnight.net – Saat malam hari, kamu bisa melihat bintang sebagai titik-titik yang bercahaya dan bertebaran di langit. Bintang merupakan materi luar angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri.

Walaupun saat malam bintang hanya terlihat sebagai kilauan kecil, akan tetapi sebenarnya bintang memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan banyak sekali bintang yang berukuran lebih besar daripada Matahari. Selain itu, terdapat fakta lain seputar bintang yang belum tentu kamu ketahui. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran dan membuatnya tampak bersinar
Bintang tidak membutuhkan oksigen untuk pembakaran dan membuatnya tampak menyala. Cahaya pada bintang berasal dari reaksi fusi atau penggabungan 2 inti yang ringan menjadi 1 inti yang lebih besar. Reaksi ini kemudian menghasilkan panas yang luar biasa sehingga bintang tampak bercahaya.

2. Proses terbentuknya bintang di alam semesta
Pembentukan bintang terjadi di awan debu dan gas antarbintang yang disebut dengan nebula yang sebagian besar komponen penyusunnya adalah molekul hidrogen. Proses pembentukan bintang ini dimulai ketika awan tersebut bergerak dan berputar yang kemungkinan disebabkan oleh gelombang kejut dari ledakan supernova di dekatnya.

Kemudian mulai terbentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar dan panas. Ketika temperatur di dalam gumpalan ini telah mencapai 10 juta derajat celsius, maka akan terjadi proses fusi nuklir yang menyala yang menandakan bahwa sebuah bintang baru telah terbentuk. Proses pembuatan bintang ini membutuhkan waktu hingga jutaan tahun.

3. Semua bintang pada akhirnya akan mengalami kehancuran
Semua elemen di alam semesta memiliki umur, termasuk bintang yang pada suatu saat juga akan binasa. Usia bintang bermacam-macam, ada yang jutaan hingga miliaran tahun, tergantung pada massa masing-masing bintang. Semakin massive massa suatu bintang, maka usianya akan semakin pendek.

Akan tetapi, penyebab hancurnya bintang-bintang adalah karena kehabisan bahan bakar. Sebagian besar komponen penyusun bintang adalah hidrogen. Seumur hidupnya, hidrogen pada bintang ini akan melakukan fusi atau penggabungan dengan sesama hidrogen dan membentuk helium. Setelah habis, helium-helium tersebut akan kembali mengalami fusi dan membentuk karbon.

Setiap tingkat fusi ini akan menghasilkan energi yang membuat bintang semakin panas. Peningkatan temperatur ini membuat bintang menjadi semakin besar hingga akhirnya meledak dan menghasilkan gas. Peristiwa ini dinamakan dengan supernova, yang juga menandai berakhirnya masa hidup suatu bintang.

Baca Juga : Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

4. Bintang dikelompokkan dalam beberapa kategori
Para astronom membagi bintang dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik cahaya yang dipancarkan. Secara umum dikategorikan menjadi bintang O, B, A, F, G, K, M, R, N, T, Y berdasarkan temperatur, warna, dan kilauannya. Sebagai contoh, bintang tipe O dan B memiliki warna biru dengan temperatur 30 sampai 40 ribu Kelvin.

Lebih jauh, astronom mengklasifikasikan bintang berdasarkan karakteristik lain seperti kecepatan rotasi, jumlah elemen lain selain hidrogen dan helium, hingga keberadaan elemen kimia dalam atmosfer suatu bintang.

5. Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Matahari, yang suatu saat juga akan meledak
Matahari, yang merupakan sumber energi utama dalam sistem tata surya kita adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi. Matahari dikategorikan dalam bintang tipe G yang terbentuk 4,6 miliar tahun lalu.

Matahari termasuk dalam bintang kerdil berwarna kuning yang saat ini tengah berada dalam fase peleburan hidrogen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 5 miliar tahun ke depan. Selanjutnya, Matahari akan mengalami fusi helium yang menyebabkan Matahari menjadi semakin panas hingga suatu saat akan meledak dan membentuk nebula.

Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi Fakta Unik UY Scuti Bintang Terbesar di Galaksi

Skyofnight.net – Ketika malam hari, kita biasa melihat langit yang gelap dengan dihiasi taburan bintang. Ada yang terang ada juga yang redup. Dalam benak kalian mungkin pernah bertanya, dari sekian banyaknya bintang yang ukurannya super besar, manakah yang paling besar diantara bintang lainnya?

Nah, di kesempatan ini, saya mau kenalkan ke kalian sebuah bintang yang digadang-gadang sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Bintang yang akan mengejutkan kita dengan ukurannya yang super besar. Bintang tersebut bernama bintang UY Scuti.

Seperti apa bintang UY Scuti itu? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta unik UY Scuti bintang terbesar di galaksi :

1. Yuk, berkenalan dengan bintang terbesar di Galaksi Bima Sakti
Bintang UY Scuti merupakan salah satu bintang merah yang berada di galaksi Bima Sakti, tepatnya di konstelasi Scutum, yaitu di area tengah galaksi kita.

Bila dilihat dari bumi, kelihatannya seperti tanda titik bercahaya. Namun kenyataannya sangat mengejutkan. Ukurannya jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Bahkan saking besarnya, bintang ini ditetapkan menjadi bintang terbesar di galaksi Bima Sakti, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar se alam semesta yang dapat teramati manusia.

Karena ukurannya yang sangat besar jugalah yang mampu menggeser VY Canis Majoris dan Betelgeus dari predikat bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kalau dibandingkan dengan matahari, pasti akan terlihat perbedaan ukuran yang sangat jauh. Hal itu akan kita bahas di bagian berikutnya.

2. Bila matahari dibandingkan dengan UY Scuti

fakta-unik-uy-scuti-bintang-terbesar-di-galaksi

Mari kita bandingkan dengan bintang VY Canis Majoris, bintang yang sebelumnya ditetapkan sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Kita bisa ibaratkan UY Scuti sebagai bola basket dan VY Canis Majoris sebagai bola sepak. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok diantara keduanya. Namun, tetap saja nampak dengan jelas UY Scuti jauh lebih besar daripada saingannya, yaitu VY Canis Majoris.

3. Jadi, berapa sih ukuran UY Scuti yang sebenarnya?
Sebagai bintang terbesar, UY Scuti pastinya memiliki ukuran yang sangat besar. Menurut para ahli, UY Scuti diperkirakan memiliki diameter 1.708 kali lebih besar daripada diameter matahari. Diketahui diameter matahari saja sekitar 695.800 km. Untuk mengetahui ukuran UY Scuti yang sebenarnya, kita bisa kalikan antara diameter matahari tersebut dengan 1.708 . Setelah dihitung hasilnya ialah sekitar 1.188.426.400 km. Besar sekali bukan? Ini baru perkiraan saja, bagaimana dengan yang aslinya?

Dengan diameter yang begitu besar ini, dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk melakukan perjalanan mengelilingi UY Scuti, itupun dengan kendaraan berkecepatan cahaya. Dengan ukuran yang begitu besar juga dapat memuat 5 miliar matahari dan triliunan planet yang setara dengan bumi.

4. Kalau ukurannya saja begitu besar, apalagi dengan massanya
Semakin besar ukuran suatu bintang, maka semakin besar juga massanya. Hal itu juga berlaku pada bintang monster yang satu ini. Diperkirakan bintang ini memiliki massa 7 – 10 kali massa matahari. Diketahui matahari memiliki massa 99.86% massa di seluruh tata Surya. Dari situ bisa kita bayangkan betapa beratnya bintang monster ini.

Baca Juga : Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

5. Walaupun ukurannya begitu besar, ternyata suhunya tidak sepanas matahari
Mungkin kalian menyangkal suhu UY Scuti itu sangat panas. Namun kenyataannya tidak demikian. Suhu permukaan UY Scuti berkisar 3000 Kelvin. Hal itu suhunya masih dikatakan lebih rendah bila dibandingkan dengan suhu permukaan matahari.

Permukaan matahari sendiri bersuhu sekitar 5000 Kelvin. Itu berarti matahari kita masih unggul satu poin dari UY Scuti. Dan untungnya untuk bintang sebesar itu suhunya tidak terlalu panas.

6. Apa jadinya ya jika matahari diganti dengan UY Scuti?
Kita tahu bahwa ukuran UY Scuti ini sangatlah besar, bahkan bila dibandingkan dengan matahari. Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana jadinya bila matahari kita diganti dengan UY Scuti?

Menurut para ilmuwan, dengan ukuran yang luar biasa besarnya, permukaan bintang monster ini bahkan bisa mencapai orbit Jupiter. Akibatnya, planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan benda langit lain yang ada di sekitar daerah itu akan tenggelam dan jatuh ke permukaan UY Scuti. Dan mungkin saja Saturnus dan Uranus ikut jatuh ke permukaan UY Scuti karena ditarik oleh gravitasinya yang begitu kuat. Sehingga planet yang tersisa di tata surya hanyalah Neptunus. Mengerikan ya. Apa jadinya kita nanti kalau itu sampai terjadi.

7. Untungnya jarak bumi dengan bintang raksasa ini sangat jauh
Di awal kita sudah tahu bahwa bintang UY Scuti terletak di konstelasi Scutum. Lebih tepatnya di area tengah galaksi kita. Kalau kita ukur, jaraknya mencapai 5070,16 tahun cahaya. Dan jika dikonversikan ke bentuk mil ataupun ke bentuk kilometer pasti hasilnya sangat sangat panjang. Dengan demikian, walaupun kita menggunakan kendaraan berkecepatan cahaya, kita juga tetap memerlukan waktu yang lama untuk mengunjungi UY Scuti, yaitu sekitar 50 abad. Kalau saja dengan kendaraan tersebut bisa sampai di sana, yang bisa merasakannya langsung pastilah keturunan kita dari beberapa generasi kita.

Agar sampai di bintang itu maka diperlukan kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, sedangkan kecepatan tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini ialah kecepatan cahaya. Dan kendala selanjutnya ialah tubuh kita yang tidak akan kuat menahan gaya dan hambatan akibat kecepatan yang sangat cepat. Jadi, kemungkinan besar untuk saat ini kita tidak bisa berkunjung ke bintang monster ini. Namun juga tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang manusia bisa berkunjung ke bintang ini dengan kendaraan yang pastinya lebih canggih dari zaman ini.

Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar Mitos Tentang Objek Langit yang Selalu Dianggap Benar

Skyofnight.net – Seberapa sering sih kamu keluar dan menatap langit? Mungkin kamu jarang ya menatap langit, apalagi kalau langit lagi terik di siang bolong. Bahkan kita mungkin menatap langit di malam hari hanya untuk sekadar melihat bintang atau bulan. Ah, tapi tidak juga. Mungkin kita lebih senang menatap layar tv untuk menonton acara kesayangan.

Namun, jika kamu pernah keluar rumah sesekali dan tak sengaja melihat komet yang lewat, atau memastikan hujan meteor yang pernah kamu dengar di berita, kemungkinan kamu masih memiliki beberapa kesalahpahaman yang kamu dapatkan dari sekolah dasar. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai mitos tentang objek langit yang selalu dianggap benar :

1. Meteor bisa mencapai permukaan bumi
Hujan meteor pasti akan masuk berita jika itu terjadi dalam skala yang relatif besar. Tapi, itu bukanlah meteor – melainkan meteorit. Perubahan nama terjadi ketika ia menyentuh tanah. Ia bukan meteor sampai ia mengenai atmosfer Bumi. Saat ia berada di luar angkasa, namanya adalah meteoroid.

Dilansir dari space.com, hanya meteor terbesar yang bertahan untuk mencapai Bumi, dan kecepatannya itu sekitar 30.000 mph, dengan suhu 3.000 derajat Fahrenheit. Maka tidak mengherankan, jika sebagian besar tidak berhasil menembus atmosfer tanpa hancur sepenuhnya, seperti yang dilakukan setidaknya lima mil di atas permukaan planet. Lainnya, hanya meledak biasa.

Sangat jarang bahwa batu ruang angkasa besar berhasil menembus permukaan, di mana mereka bisa meledakkan kawah jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan. Yang lebih kecil itu sudah umum, dan sekitar 5 hingga 10 persen dari semua meteor menjadi meteorit.

2. Hujan meteor besar-besaran
Dilansir dari amsmeteors.org, meskipun langit tidak selalu dipenuhi dengan bintang atau meteor jatuh, tetap ada peluang untuk kita melihatnya (jika beruntung). Hujan meteor yang berbeda akan memiliki frekuensi yang berbeda pula. Hujan meteor terbesar, paling intens (seperti Perseid) mampu menciptakan hingga 100 bintang jatuh setiap jamnya.

Di hari yang lebih lambat, hujan Perseid tertentu mungkin hanya memuntahkan sekitar satu meteor per menit, dan beberapa hujan dengan kerapatan lebih rendah? Kita bisa melihat sekitar 5 hingga 10 setiap jamnya.

Masih ada hujan meteor lain yang bahkan lebih sulit untuk dilihat, beberapa diketahui hanya memiliki satu atau dua yang terlihat setiap jam, setidaknya dari sudut pandang dari Bumi. Betapa seringnya meteor jatuh itu tidak konstan.

3. Hujan meteor terjadi secara acak
Hujan meteor terbesar contohnya Orionid, yang terjadi dalam satu menit. Menurut earthsky.org, hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun pada akhir Oktober, dan ini sangat teratur karena ini adalah waktu yang sama setiap tahun ketika Bumi melewati orbit Komet Halley.

Meskipun komet itu jelas tidak ada di sana, ia melakukan orbitnya berkali-kali, yang meninggalkan sejumlah besar puing-puing di belakangnya, dan itulah mengapa hujan meteor Orionid terjadi.

Jadi mengapa disebut Orionid? Karena semua meteor akan terlihat seperti berasal dari area yang sama di langit – dari titik pandang manusia, itulah rasi bintang Orion. Bumi melewati orbit komet dua kali. Hujan meteor lainnya terjadi pada bulan Mei, yakni hujan Eta Aquarid, sebagian besar dilihat dari belahan bumi selatan.

Baca Juga : Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

4. Bintang jatuh selalu memiliki warna yang sama
Bintang jatuh semuanya berwarna sama, kan? Agak keputihan? Kita tahu kalau itu sebagian besar warna dari bintang di langit. Namun beberapa peneliti telah mengamati bintang jatuh yang berwarna merah dan biru.

Kecepatan pergerakan meteoroid mungkin ada hubungannya dengan (yang lebih lambat biasanya tampak merah atau oranye), serta komposisi mineral dan batuan yang berbeda dapat mempengaruhi warnanya juga.

Menurut amsmeteors.org, hanya sekitar 5 persen dari aura yang dilepaskan oleh meteoroid berasal dari komposisinya sendiri (sisanya berasal dari ruang di sekitarnya), dan terkadang warnanya tidak konstan.

Pembakaran nikel secara tiba-tiba, akan menghasilkan warna geren, namun itu sepertinya juga tidak akan bertahan lama. Ada juga masalah penglihatan warna oleh kita sendiri (dan batas-batas penglihatan itu). Apa yang kita lihat, terkadang cenderung tidak dapat diandalkan.

5. Komet hanyalah batu biasa
Komet biasanya dianggap sebagai batu-batu tua yang membosankan, namun nyatanya, menurut space.com, sebagian besar komet terbuat dari es, debu, dan gas seperti karbon dioksida dan metana.

Ada juga pertanyaan yang masih belum terpecahkan, yakni bagaimana hal-hal seperti air bisa ada di Bumi, dari mana datangnya. Satu hipotesis menyatakan bahwa potongan air pertama kali dibawa oleh sebuah komet yang akhirnya berdampak pada permukaan planet ini sejak dulu sekali.

Dan pada tahun 2005, salah satu pesawat penyelidik NASA mendekati sebuah komet bernama Tempel 1. Saking dekatnya, ia mendapat sampel dari inti kepala komet. Komet itu penuh dengan lubang, mereka juga berdebu, gas, dan sedingin es.

6. Komet selalu memiliki ekor
Jika kamu disuruh untuk membayangkan komet, pasti kamu berpikir kalau komet itu bundar di bagian depan dan memiliki ekor di bagian belakangnya, kan. Saat komet melewati ruang angkasa, mereka menumpahkan sebagian dari diri mereka. Itulah yang menciptakan ekor, bagi kebanyakan komet.

Menurut sciencealert.com, pada 2016, para ilmuwan menemukan komet aneh yang muncul dari Oort Cloud, yang merupakan rumah dari sebagian besar komet yang ditemukan sejauh ini. Setiap beberapa ratus tahun, orbitnya membawa mereka melalui tata surya kita, dan kita mengenal mereka dengan ekor yang berbeda itu.

Namun, komet khusus ini tidak memiliki ekor. Ia juga tidak memiliki kandungan es yang besar yang dimiliki sebagian besar komet, dan menurut spektrumnya (yang merupakan hal astronomis yang dapat digunakan para ilmuwan untuk mengidentifikasi tubuh ketika mereka bergerak melalui ruang angkasa), komet khusus ini belum pernah ada.

Jadi, mengapa benda ini dianggap sebagai komet? Ini karena orbitnya, yang membuat beberapa ilmuwan berpikir mereka harus melakukan revisi mengenai definisi “komet.”

7. Komet dan ruang angkasa tidak memiliki bau
Di ruang angkasa, katanya, tidak ada yang bisa mendengarmu menjerit. Tapi bagaimana dengan bau? Jika suara tidak ada, masuk akal dong ya kalau aroma juga tidak bisa tercium? Tapi tim di belakang misi Rosetta pada 2014, mengungkapkan faktanya.

Dilaporkan newscientist.com, Rosetta mendarat di sebuah komet bernama 67P / Churyumov-Gerasimenko, dan mereka melaporkan bahwa adanya hal-hal seperti hidrogen sianida, amonia, dan hidrogen sulfida (antara lain karbon dioksida, yang tidak berbau).

Informasi yang dikumpulkan memungkinkan tim untuk berbalik dan memberikan data itu ke Inggris, yang kemudian dibuat seperti apa aroma komet itu. Didapati kalau komet itu berbau seperti telur busuk dan sedikit berbau urin.

Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah Beragam Fenomena Langit Yang Sangat Indah

Skyofnight.net – Menyaksikan fenomena langit seperti hujan meteor, atau gugusan bintang di langit malam selalu menjadi hal yang menyenangkan. Tidak jarang, para penggemar langit ini rela begadang atau pergi ke tempat tertentu yang minim cahaya hanya untuk menyaksikan fenomena langit.

Selain jadi pemandangan yang spektakuler, beberapa fenomena langit juga hanya terjadi dalam puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun sekali. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beragam fenomena langit yang sangat indah :

1. Badai meteor Leonid
Hujan meteor Leonid mungkin jadi salah satu fenomena langit yang rutin mengunjungi bumi setiap tahun. Tapi bagaimana dengan badai meteor Leonid? Meski sama-sama merupakan fenomena hujan meteor, namun badai meteor Leonid bisa dibilang sangat langka terjadi yakni hanya setiap 33 tahun sekali.

Badai meteor Leonid sendiri disebabkan oleh komet Tempel-Tuttle yang mendekati bumi dan melontarkan serpihan batu yang kemudian menjadi hujan meteor. Alhasil setiap jamnya, kamu bisa melihat 1.000 meteor di langit malam.

2. Komet Halley
Komet Halley mungkin menjadi salah satu komet yang populer bagi penduduk bumi. Meski begitu, hanya sedikit sekali orang-orang yang pernah melihatnya secara langsung. Komet Halley pertama kali ditemukan oleh Edmund Halley pada tahun 1531.

Sayangnya karena garis orbitnya yang sangat lonjong membuat komet Halley membutuhkan waktu sangat lama yakni 75 tahun hanya untuk bisa mengelilingi matahari dan terlihat dari bumi. Komet Halley terakhir kali melintas pada tahun 1986 dan baru akan terlihat pada tahun 2061 atau sekitar 41 tahun lagi.

3. Konjungsi planet
Mengunjungi planet tetangga seperti Mars memang jadi sesuatu yang mustahil dilakukan saat ini. Tapi paling tidak, kamu tetap bisa menyaksikan planet tetangga ini dari langit bumi. Bukan hanya satu planet, kamu bahkan bisa melihat beberapa planet berjajar rapi membentuk satu garis lulus di dekat bulan atau membentuk pola segitiga dari langit bumi.

Pada tahun 2000, planet Mars, Merkurius, Jupiter, Saturnus, dan Venus membentuk garis lurus dengan bulan. Pada tahun 2011 dan 2015, Venus “reuni” dengan Merkurius juga Jupiter dan membentuk pola segitiga. Sedangkan konjungsi planet lengkap seperti tahun 2000 baru akan terjadi lagi pada tahun 2040.

4. Komet Hale-Bopp
Komet Halley bukan satu-satunya komet langka yang bisa dilihat dari bumi. Selain Halley, komet Hale-Bopp juga pernah melintasi bumi. Komet ini baru ditemukan pada tahun 1995 oleh astronom Amerika, Alan Hale dan Thomas Bopp. Setelah perjalanan panjang, pada tahun 1997 akhirnya komet ini bisa disaksikan secara langsung oleh warga dunia.

Tidak tanggung-tanggung, komet Hale-Bopp terlihat seribu kali lebih terang dari komet Halley dan dapat dilihat setiap malam selama 18 bulan. Sayangnya, kita semua tidak mungkin melihat komet ini lagi karena komet ini hanya muncul sekali dalam 2392 tahun.

Baca Juga : Fakta Tentang Aurora Borealis

5. Transit Venus
Transit Venus adalah fenomena di mana Venus berada di antara matahari dan bumi. Saat ini terjadi, Venus akan terlihat seperti bintik hitam di permukaan matahari. Transit Venus sebenarnya bisa dilihat setiap 8 tahun sekali dengan posisi yang berbeda-beda. Namun untuk bisa melihat Venus melintas di posisi yang sama, kamu harus menunggu selama 110 tahun.

6. Blue moon
Bulan biru atau yang juga dikenal dengan nama “The Blue Moon” adalah bulan purnama kedua dalam sebulan dan hanya terjadi dua tahun sekali. Meski namanya bulan biru, tidak berarti bulan purnama berubah warna jadi biru.

Namun siapa sangka, bulan pernah benar-benar berubah jadi biru di tahun 1883. Ketika itu, gunung Krakatau meletus dan memenuhi atmosfer dengan abu vulkanis. Alhasil, alih-alih berwarna kekuningan seperti biasa, bulan justru berubah menjadi biru.

7. Gerhana matahari total
Gerhana matahari menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak dari kita mungkin sering melihat fenomena gerhana matahari, meski begitu mungkin hanya sedikit dari kita yang pernah menyaksikan gerhana matahari total.

Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi. Akibatnya, cahaya matahari terhalang oleh bayangan bulan dan membuat bumi jadi gelap untuk beberapa waktu. Gerhana matahari total terakhir kali terjadi tahun 2017 lalu.

Fakta Tentang Aurora Borealis Fakta Tentang Aurora Borealis

Skyofnight.net – Kamu pasti sudah tahu kalau bumi ini memiliki 2 kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan. Di bagian paling utara dan bagian paling selatan bumi ada fenomena unik yang disebut Aurora. Tapi ini bukan nama orang loh ya. Aurora adalah cahaya yang terbentuk akibat adanya interaksi antara medan magnetik bumi, dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari.

Oleh karena itu, tidak heran kalau Aurora menghasilkan cahaya yang indah banget di langit. Cahaya Aurora bahkan bisa dilihat dari luar angkasa. Aurora yang ada di langit bagian selatan bumi disebut Aurora Astralis, sedangkan Aurora yang ada di langit bagian utara bumi disebut Aurora Borealis.

Diantara keduanya, Aurora Borealis adalah yang paling terkenal. Walaupun sama-sama memiliki cahaya yang sama cantiknya, namun medan untuk melihat Aurora Borealis cenderung lebih mudah ditempuh. Aurora Astralis yang berada di kutub selatan, memiliki medan yang cukup sulit untuk dijangkau.

Nah kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang Aurora Borealis, inilah beberapa fakta menakjubkan tentang aurora borealis :

1. Setiap hari warna cahaya aurora yang dipancarkan selalu berbeda
Kalau kamu melihat dari foto-foto tentang Aurora Borealis yang banyak beredar, kamu pasti bisa melihat kalau Aurora ini memiliki warna cahaya yang berbeda-beda. Perbedaan warna ini disebabkan karena kandungan atom pada Oksigen dan Nitrogen di udara selalu berubah-ubah.

Ketika kadar atom Oksigen lebih besar, maka cahaya Aurora akan dominan berwarna hijau atau kemerahan. Sedangkan kalau kadar atom Nitrogen lebih banyak, maka cahaya Aurora akan dominan berwarna orange atau kemerahan. Tapi selain warna diatas, kadang-kadang ada muncul juga cahaya berwarna biru.

2. Cahaya aurora mampu menciptakan ilusi
Setiap orang yang menyaksikan cahaya Aurora secara langsung, pasti menyangka kalau Aurora itu letaknya dekat banget. Padahal nih itu semua cuma ilusi saja. Kenyataannya Aurora itu letaknya di atmosfir bumi, jaraknya sekitar 90 kilometer. Jauh banget kan?

Bahkan saking jauhnya, keindahan cahaya Aurora masih bisa dinikmati oleh para astronot yang sedang berada di luar angkasa. Tapi para astronot harus berhati-hati saat menikmati Aurora, karena biasanya cahaya Aurora jelas terlihat kalau sedang terjadi badai di matahari. Dan mereka harus berusaha menghindari radiasi dari badai matahari tersebut.

3. Nama Aurora ternyata berasal dari nama dewi kepercayaan orang Romawi
Keindahan cahaya di langit utara ini memang tiada duanya, hal ini membuatnya diberikan nama yang sama indahnya yakni Aurora Borealis. Nama Aurora berasal dari nama Dewi Fajar kepercayaan orang Romawi Kuno. Sedangkan nama Borealis berasal dari bahasa Yunani “Boreas”, yang artinya angin utara.

4. Di sekitar Kutub Utara, banyak beredar cerita legenda tentang Aurora
Hal-hal aneh dan unik pasti selalu memiliki legenda yang menyertainya, begitu juga dengan Aurora Borealis. Penduduk di Amerika Utara percaya kalau Aurora merupakan perwujudan roh dari orang-orang yang sudah meninggal. Namun, ada pula yang percaya kalau Aurora merupakan cahaya untuk memandu jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal ke surga.

Sedangkan orang-orang suku Inuit atau lebih kita kenal sebagai orang Eskimo, memiliki kepercayaan kalau Aurora Borealis adalah perwujudan dari roh-roh binatang yang sudah mereka buru selama ini.

Baca Juga : Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora

5. Selain cahaya yang cantik, aurora ternyata juga bisa mengeluarkan suara
Menurut para ilmuwan, karena letaknya yang sangat tinggi maka Aurora juga mampu mengeluarkan suara. Namun suara Aurora tidaklah selalu terdengar, karena suaranya biasanya muncul di malam hari saat tidak ada angin yang berhembus.

Menurut orang-orang yang sudah pernah mendengarnya, suara yang dikeluarkan oleh Aurora merupakan suara lembut seperti gulungan ombak. Namun ada juga yang mendengarnya seperti suara gemericik air, dan suara tepukan.

6. Matahari memiliki peranan penting dalam proses terjadinya aurora
Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel ini, Aurora terjadi karena adanya interaksi antara medan magnetik bumi, dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari. Oleh karena itu matahari memegang peranan penting dalam proses terjadinya Aurora.

Semakin tinggi suhu yang dipancarkan oleh matahari, maka cahaya Aurora yang terpancar juga akan semakin indah dan spektakuler. Cahaya Aurora Borealis yang paling spektakuler, pernah terjadi pada tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859. Cahayanya saat itu begitu kuat dan menyilaukan mata.

7. Aurora Borealis bisa disaksikan di beberapa tempat di bagian utara bumi
Saat ini Aurora Borealis dikenal sebagai pesona alam yang ada di Iceland atau Islandia. Tapi sesungguhnya cahaya Aurora bisa dinikmati pada beberapa tempat di bumi bagian utara. Mulai dari Alaska, Kanada hingga Siberia, di tempat ini kamu bisa menyaksikan indahnya cahaya Aurora dengan sempurna.

Cahaya Aurora bisa dilihat sepanjang hari. Dataran Arktik menjadi tempat terbaik kalau kamu ingin melihat keindahan cahaya Aurora di siang hari ataupun saat tengah malam. Sayang sekali ya tempat-tempat tersebut sangat jauh letaknya dari Indonesia. Tapi mungkin suatu hari nanti, kamu juga memiliki kesempatan untuk menyaksikan keindahan Aurora Borealis secara langsung.

Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora Rekomendasi Tempat Terbaik di Dunia Untuk Melihat Aurora

Skyofnight.net – Fenomena aurora atau Northern Lights menjadi hal yang paling dicari ketika berkunjung ke utara Bumi. Inilah negara-negara terbaiknya

Northern Lights atau Cahaya Utara merupakan fenomena spektakuler, di mana banyak orang rela pergi ke ujung dunia demi menyaksikannya. Ada beberapa tempat terbaik untuk melihat Aurora Borealis yang mempesona.

Untuk benar-benar merasakan pengalaman yang terbaik dari Cahaya Utara, langit harus benar-benar gelap. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa rekomendasi tempat terbaik di dunia untuk melihat aurora :

1. Islandia
Islandia terletak dekat dengan lingkaran Arktik di Atlantik Utara sehingga menjadikannya salah satu destinasi terbaik untuk melihat aurora borealis. Meskipun traveler mungkin dapat menangkap cahaya yang menari-nari di langit itu di ibu kota Reykjavik, tapi mungkin mendapatkan peluang yang lebih baik di luar kota.

Berkendaralah ke salah satu laguna gletser paling terkenal di Islandia, Jokulsarlon, di mana Cahaya Utara akan seakan-akan tampak berada di ujung gunung es.

Tempat menginap:
Kurang dari lima belas menit berkendara dari laguna, Hali Country Hotel adalah pilihan yang cocok untuk pelancong yang bepergian dalam grup kecil dengan pilihan apartemen dua kamar.

2. Norwegia
Tromso di Norwegia adalah pilihan populer bagi para wisatawan yang mengejar aurora tidak hanya karena koneksi penerbangannya yang sangat baik, tetapi juga karena lokasi ini berada di tengah oval aurora. Di mana fenomena Cahaya Utara yang sulit ditangkap ini sering terlihat.

Pencinta kuliner dan pengunjung konser memiliki satu alasan lagi untuk mengunjungi Tromso mengingat Tromso juga merupakan kota yang ramai dengan banyak kegiatan lain, seperti festival makanan dan musik di sepanjang tahun.

Tempat menginap:
Bagi yang menginginkan tempat menginap yang bebas repot, Radisson Blu Hotel Tromso merupakan titik keberangkatan yang ideal untuk perjalanan Anda di Tromso. Hotel ini berada dalam jarak berjalan kaki ke tempat-tempat terkenal di kota ini termasuk Nordnorsk Kunstmuseum, Katedral Tromso, dan Galeri Seni Krane.

3. Finlandia
Finlandia bukan hanya tempat asal Santa Claus. Selama musim Cahaya Utara, fenomena ini dapat dilihat hampir setiap malam di Lapland. Dengan kondisi cuaca yang tepat, Anda mungkin dapat melihat Cahaya Utara dari mana saja di Finlandia.

Tempat menginap:
Karena Cahaya Utara dapat muncul dan menghilang secara tak terduga, Anda mungkin perlu tinggal di luar untuk sementara waktu untuk melihatnya. Menginaplah Santa’s Hotel Aurora & Igloos di jantung Desa Luosto, dan saksikan Cahaya Utara dari iglo kaca di kamar Anda. Hotel ini bahkan memiliki sistem peringatan Northern Lights, jadi traveler tidak akan melewatkan pengalaman sekali seumur hidup ini.

Baca Juga : Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah

4. Swedia
Saat berada di Swedia, kamu dapat mulai dengan Stockholm sebagai titik awal, sebelum melakukan perjalanan ke arah utara ke Swedish Lapland untuk menangkap Cahaya Utara di Taman Nasional Abisko. Terletak jauh dari lampu-lampu kota, langit yang gelap membuat cahaya-cahaya hijau Northern Lights tampak lebih cerah.

Tempat Menginap:
Jika Anda beruntung, Anda dapat melihat aurora borealis langsung dari kamar Anda di Mattarahkka Northern Light Lodge. Sebelum langit menjadi gelap, jangan lupa untuk menikmati fika atau kopi ala Swedia!

5. Alaska, Amerika Serikat
Fairbanks bisa dibilang adalah tempat terbaik untuk melihat langit aurora di Amerika karena kota ini terletak tepat di bawah oval aurora. Ada banyak hal lain yang dapat dilakukan di Fairbanks selain menunggu keindahan langit, misalnya bersantai di Aurora Ice Museum dan menikmati koktail di icebar, atau menghangatkan badan dan merasakan keindahan Alaska di Chena Hot Springs yang terkenal.

Tempat menginap:
Menawarkan kamar dan suite yang luas, Fairbanks Moose Manor B&B menghadirkan keramahan Alaska dan sarapan rumahan, hanya beberapa menit dari kota. Dengan sedikit polusi cahaya di daerah tersebut, Anda memiliki peluang bagus untuk menangkap keindahan Cahaya Utara dari kamar Anda sendiri.

6. Kanada
Anda dapat melihat aurora dari berbagai tempat di Kanada, terutama di wilayah paling utara. Sejauh 400 kilometer ke arah selatan dari Lingkaran Arktik, aurora borealis adalah pemandangan umum di Yellowknife. Wisatawan juga dapat berkemah di Desa Aurora, di mana Anda akan menikmati kursi menonton outdoor yang dilengkapi pemanas dan berputar 360 derajat demi mendapatkan tampilan langit yang sama sekali tidak terhalang.

Tempat menginap:
Cobalah di Aurora Deluxe Guest House yang modern. Anda dapat berkenalan dengan sesama tamu di dapur dan ruang makan yang dipakai bersama-sama, sambil menunggu pertunjukan cahaya.

Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah Fakta Mengenai Aurora Fenomena Alam Yang Indah

Skyofnight.net – Fenomena aurora menghasilkan cahaya menyala di langit malam yang indah. Keindahan yang dapat anda nikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa. Seperti apa ya fenomena aurora ini?

Aurora adalah fenomena alam yang menghasilkan cahaya menyala dan menari-nari di langit malam. Tak semua orang bisa melihatnya, karena fenomena ini hanya bisa dinikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa.

Bagi kalian yang hendak pergi ke negara yang memiliki fenomena alam yang indah ini, Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa fakta menarik fenomena Aurora yang harus kalian ketahui sebelum melihatnya :

1. Proses Terjadinya Aurora
Terjadinya sebaran cahaya seperti lampu-lampu yang indah di langit ini terjadi ketika atmosfer bumi berinteraksi dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari.

Saat terdapat ledakan besar di permukaan matahari, miliaran partikel terlontar. Partikel yang terlontar memiliki kecepatan rambat mencapai 800 kilometer per detik. Partikel dari pancaran itupun kemudian menumpuk di ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung ion. Sebagian dari ionosfer bertumpuk dengan magnetosfer atau medan magnet bumi.

Yang pada akhirnya, pertemuan antara medan magnet dengan partikel ionosfer menyimpan banyak partikel matahari. Dan menghasilkan cahaya berwarna hijau, biru merah muda dan ungu.

2. Jenis-jenis Aurora
Aurora Borealis dan Aurora Australis agak berbeda. Jenis ini dibedakan dari asal munculnya aurora ini. Aurora Borealis atau cahaya utara berasal dari kutub utara. Sedangkan fenomena aurora yang berasal dari kutub selatan disebut dengan Aurora Australis.

Aurora Australis tidak sepopuler Aurora Borealis dan memiliki warna kemerahan seperti cahaya matahari terbit, sedangkan Aurora Borealis berwarna kehijauan.

3. Tempat Terbaik Melihat Aurora
Aurora Australis atau cahaya selatan yang berwarna kemerahan bisa dilihat di negara bagian selatan Bumi seperti Antartika, Amerika Selatan, Australia hingga New Zealand.

Sedangkan Aurora Borealis biasanya muncul di belahan bumi utara seperti Finlandia, Islandia (Iceland), Skotlandia, Norwegia, Swedia dan Inggris di bagian Utara.

Baca Juga : Fakta Seru Mengenai Rasi Bintang Orion

4. Tidak Hanya Terjadi di Bumi
Kalau di bumi, Aurora terjadi di Iceland hingga Finlandia, akan tetapi di planet lain ternyata juga sering mengalami fenomena aurora. Planet yang memiliki atmosfer dan medan magnet, mereka memungkinkan memiliki aurora. Fenomena aurora yang indah pernah terjadi di planet Jupiter dan Saturnus.

5. Legenda Dibalik Nama Aurora
Nama Aurora Borealis berasal dari nama Dewi Fajar kepercayaan orang Romawi Kuno. Penduduk Amerika Utara percaya kalau aurora merupakan wujud dari roh orang-orang yang sudah meninggal.

Selain itu ada juga yang percaya kalau fenomena ini jadi pertanda cahaya untuk memandu jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal ke surga. Sementara itu, suku Inuit atau orang Eskimo memiliki kepercayan kalau Aurora Borealis ialah wujud dari roh-roh binatang yang sudah mereka buru selama ini.