October 2020

Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh

Penyebab Terjadinya Bintang Jatuh – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai penyebab bintang jatuh.

Bintang jatuh merupakan fenomena langit yang mengagumkan. Banyak orang yang mengakui keindahannya, bahkan tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa menutup mata dan berdoa saat ada bintang jatuh akan membuat doa tersebut dapat terkabulkan. Mitos ini sudah ada dan berkembang bahkan sejak dahulu kala. Sebenarnya, apakah bintang jatuh itu benar-benar bintang yang jatuh dan meluncur? Dan apa saja hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya bintang jatuh?

Bintang merupakan benda langit yang memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri. Seperti yang telah kita tahu, bintang di alam semesta memiliki ukuran yang variatif, mulai dari bintang neutron yang berdiameter 20 hingga 40 km sampai bintang yang berukuran sangat besar seperti Bintang UY Scuti yang diameternya lebih dari 1000 kali lebih besar daripada diameter matahari. Matahari, yang merupakan bintang paling dekat dari bumi, memiliki diameter sekitar 109 kali lebih besar daripada diameter bumi. Apakah benda-benda langit yang berukuran sangat besar ini benar-benar bisa berjatuhan dari tempatnya? Apakah yang akan terjadi apabila benda-benda langit raksasa ini jatuh dan menimpa bumi?

Bintang Jatuh Merupakan Meteor yang Tampak Seperti Bintang Jatuh Jika Dilihat dari Bumi

Rupanya, bintang jatuh sebenarnya bukan benar-benar bintang yang jatuh dari posisinya. Bintang jatuh merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut fenomena benda langit, umumnya meteroid, yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi. Fenomena ini menyebabkan adanya kilat cahaya yang meluncur sangat cepat. Cahaya yang bersinar ini terlihat seperti bintang apabila diamati dari bumi secara langsung, sehingga disebut sebagai fenomena bintang jatuh.

Fungsi atmosfer dan lapisan-lapaisannya yaitu untuk melindungi bumi. Salah satu perannya sebagai pelindung yaitu melindungi bumi dari berbagai benda langit yang jatuh atau berusaha untuk memasuki bumi. Umumnya, benda-benda langit tersebut sudah terbakar habis di atmosfer sebelum dapat memasuki bumi. Apabila benda tersebut berukuran cukup besar, maka ia dapat tidak habis terbakar dan jatuh ke bumi. Benda ini akan meninggalkan bekas berupa kawah, misalnya kawah Vredefort di Afrika Selatan. Hal ini sebenarnya jarang terjadi.

Umumnya benda langit yang jatuh ke atmosfer bumi dan terbakar adalah meteorid. Meteorid adalah benda langit seperti batuan, yang berukuran beragam. Ada beberapa jenis meteorid. Meteorid yang paling besar dapat memiliki diameter sekitar 10 meter. Volume meteorid akan terus berkurang saat bergesekan dengan atmosfer bumi. Karena ukurannya yang kecil, saat bergesekan dengan atmosfer bumi, umumnya meteorid sudah habis terbakar sebelum dapat jatuh ke permukaan tanah.

Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer bumi atau atmosfer planet lain membentuk ekor bercahaya dan disebut sebagai meteor saja. Meteor ini yang dapat terlihat dari permukaan bumi. Karena cahayanya, manusia melihat meteor ini mirip seperti bintang jatuh.

Bumi yang Selalu Bergerak

Di luar angkasa ada banyak sekali benda langit, mulai dari planet, bintang, meteorid, serta benda-benda asing lainnya. Banyaknya benda langit tersebut menyebabkan bisa terjadinya gesekan antara satu benda langit dengan benda langit lainnya. Adanya atmosfer bumi salah satunya memiliki fungsi untuk melindungi bumi dari tabrakan dengan benda langit lainnya.

Bumi tempat tinggal kita tidak selalu diam pada tempatnya, melainkan selalu bergerak. Ada dua gerakan bumi, yaitu gerakan rotasi bumi dan juga gerakan revolusi bumi. Gerakan rotasi bumi yaitu gerakan putaran bumi pada sumbunya. Sedangkan gerakan revolusi bumi yaitu gerakan peredaran bumi mengelilingi matahari.

Saat bumi bergerak mengelilingi matahari, bukan tidak mungkin bumi akan mendekati sebuah atau kumpulan benda asing di luar angkasa. Apabila bumi menubruk meteorid, maka meteorid tersebut akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan terbakar. Meteorid yang terbakar, atau disebut juga dengan meteor ini, merupakan fenomena bintang jatuh yang terlihat dari bumi.

Adanya Benda Langit yang Melewati Orbit Bumi

Benda-benda di luar angkasa yang dapat bergerak bukan hanya planet saja. Benda-benda langit lain seperti komet, asteroid, dan meteorid juga dapat berputar secara periodik mengelilingi matahari. Saat benda-benda tersebut bergerak, benda-benda tersebut dapat bertabrakan dengan atmosfer bumi. Saat benda langit tersebut terbakar, fenomena ini jika dilihat dari bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Baca Juga:Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip

Adanya Gaya Gravitasi atau Gaya Tarik Bumi

Gravitasi merupakan gaya tarik menarik antara dua obyek yang memiliki massa dan dengan jarak tertentu. Sebagai contoh, adanya gravitasi matahari menyebabkan bumi serta benda-benda langit lainnya dapat berputar mengelilingi matahari secara periodik. Adanya gaya gravitasi bumi menyebabkan manusia beserta benda-benda lainnya di permukaan bumi dapat menempel ke permukaan bumi dan juga dapat terjatuh.

Semakin besar massa suatu obyek, maka semakin besar pula gravitasi yang dihasilkan. Bumi memiliki massa yang relatif besar jika dibandingkan dengan massa meteorid. Adanya gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi ini menyebabkan meteorid yang berada cukup dekat akan terpengaruh oleh gaya tersebut. Meteorid yang berada pada zona gravitasi bumi akan tertarik sehingga dapat mendekat dan jatuh ke permukaan bumi.

Meteorid tidak bisa begitu saja jatuh ke permukaan bumi. Hal ini disebabkan karena adanya atmosfer yang melindungi bumi. Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer akan terbakar sehingga volumenya berkurang secara bertahap. Pembakaran meteorid ini menghasilkan cahaya bergerak yang jika dilihat dari permukaan bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Umumnya meteorid akan terbakar habis sebelum dapat mencapai permukaan bumi. Namun, apabila ukurannya cukup besar, maka meteorid ini sisanya dapat jatuh ke permukaan bumi. Karena kecepatannya yang tinggi, jatuhnya meteor umumnya meninggalkan bekas cekungan di tanah. Cekungan ini ukurannya bervariasi mulai dari yang kecil hingga yang berukuran sangat besar seperti kawah Vredefort yang memiliki diameter mencapai tiga ratus kilometer.

Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip

Alasan Bintang Terlihat Kelap Kelip – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang alasan mengapa bintang di langit terlihat kelap kelip.

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya. Perlu diperhatikan bahwa ‘bintang semu’ bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang.

Sering menyanyikan lagu tersebut saat masih kecil? Tidak hanya sekadar lagu, sebenarnya Twinkle Twinkle Little Star berusaha mengajari kita tentang bagaimana alam semesta bekerja.

Ketika mengamati bintang di malam hari, kita akan melihat bahwa cahaya yang mereka pancarkan tampak berkilauan, berkelap-kelip, dan bahkan terkadang berubah warna. Terlihat sungguh indah dan menakjubkan.

Namun ketika kita melihat matahari dan planet lain, mereka tidak seperti itu. Keduanya memang terlihat bercahaya, tetapi tidak berkilauan seperti bintang. Ternyata hal ini tidak terjadi begitu saja. Ada alasan yang mendasarinya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Bintang yang kita lihat berada sangat jauh dari bumi

Jarak antara bintang dengan posisi kita saat ini sangatlah jauh. Mereka terlihat sangat kecil dari sini. Bahkan teleskop pun tak bisa membantu kita melihat wujud aslinya. Mereka hanya akan nampak seperti titik dengan berbagai warna. Mulai dari merah, oranye, biru, dan putih.

Baca Juga: Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari

2. Sementara itu, bumi memiliki lapisan atmosfer yang menghalangi cahaya bintang untuk masuk

Seperti yang kita tahu, bintang memancarkan cahayanya sendiri. Ketika cahaya yang dipancarkannya masuk ke dalam atmosfer, ia akan dibiaskan. Arah cahaya pun akan berubah menjadi zig-zag saat masuk ke mata, menurut penjelasan Earth Sky.

3. Pembiasan terjadi karena perubahan medium

Masih ingat teori pembiasan yang kita pelajari di sekolah dasar? Cahaya akan berbelok ketika memasuki medium yang berbeda kerapatan. Dalam konteks cahaya bintang, atmosfer kita ternyata lebih rapat daripada ruang hampa.

Namun cahaya bintang tak dapat dibiaskan dengan sempurna karena adanya faktor lain seperti suhu, partikel udara, dan material lainnya. Itulah kenapa akhirnya ia terbias menjadi bentuk zig-zag.

Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari

Daftar Bintang Paling Terang di Malam Hari – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang daftar bintang yang menjadi bintang yang paling terang di langit malam hari.

1. Sirius (Alpha Canis Majoris)

Bintang paling terang di seluruh langit malam bernama Sirius. Terletak jauh di selatan “celestial equator” pada koordinat -16,7o, bintang ini dapat terlihat dari seluruh bagian planet ini. Bintang berwarna putih dengan magnitude -1,5 pada jarak sekitar 8 tahun cahaya ini merupakan bintang utama pada konstelasi atau rasi bintang Canis Major (The Greater Dog), karena itulah bintang ini juga disebut sebagai Dog Star. Bintang ini dianggap penting semenjak zaman dahulu kala. Pada Mesir Kuno, bintang ini menandakan awal mula dari banjir Sungai Nil yang mana penting bagi kelangsungan pertanian dan masyarakatnya.

2. Canopus (Alpha Carinae).

Ini merupakan bintang paling terang nomor dua setelah Sirius, dengan magnitude -0,72. Bintang ini merupakan komponen terpenting dari rasi bintang Carina. Dalam mitologi Yunani melambangkan Canopus, yakni pilot dari kapal Raja Menelaus karena ia adalah bintang yang terletak jauh di belahan Bumi Selatan, di selatan Bahía Blanca (Argentina) dan Valdivia (Chili), . Bintang ini bersifat sirkumpolar, yang berarti ia tidak pernah terbenam di bawah cakrawala. Namun Canopus tidak terlihat dari manapun di Eropa, membutuhkan garis lintang dari 20°LU untuk berkontemplasi. Canopus diklasifikasikan sebagai raksasa putih kekuningan (Yellowish-White Giant).

3. Rigil Kentaurus (Alpha Centauri).

Bintang paling terang nomor tiga ini merupakan suatu sistem yang terdiri dari tiga komponen, yang mana komponen utamanya berwarna kekuningan dengan magnitude -0,29. Dapat ditemukan di rasi bintang Centaurus, yang “hanya” berjarak sekitar 4,36 tahun cahaya dari sistem tata surya kita yang menjadikannya sistem paling dekat dengan kita. Salah satu komponennya, Proxima Centauri, adalah bintang yang paling dekat dengan kita, hanya 4,23 tahun cahaya jauhnya. Rigil Kentaurus merupakan bintang merah yang kecil, yang hanya bisa terlihat menggunakan teleskop kuat. Centaur sendiri merupakan salah satu mitos paling terkenal yang melambangkan Chiron, makhluk dengan setengah tubuh dan kaki kuda dan setengah tubuhnya lagi merupakan manusia.

Baca Juga: Kelahiran dan Kematian Bintang

4. Arcturus (Alpha Bootis).

Bintang keempat dalam hal paling terang ini merupakan anggota utama dari konstelasi Bootes, dapat terlihat pada garis lintang 50°LS atau lebih, dan merupakan yang paling terang di belahan bumi bagian utara, dengan magnitude sebesar -0,04. Ia merupakan bintang oranye raksasa (Orange Giant) yang berjarak 37 tahun cahaya, serta juga yang paling menonjol pada langit musim semi. Di Yunani Kuno dikenal sebagai The Guardian Bear, di mana ia memeroleh namanya yang merujuk pada kedekatannya dengan rasi bintang Ursa Major dan Ursa Minor.

5. Vega (Alpha Lyrae).

Bintang paling terang kelima ini adalah komponen utama dari Lyra, konstelasi musim panas boreal yang bisa terlihat hingga 40ºLS. Merupakan bintang putih dari urutan utama (main sequence), yang berarti ia masih mengubah hidrogennya menjadi helium sebagai hasil dari pembakaran. Bersama dengan Altair (Alpha Aquilae) dan Deneb (Alpha Cygni), ia membentuk apa yang disebut Summer Triangle, referensi penting untuk orientasi langit malam musim boreal ini.

Dalam mitologi klasik, Helenistik digambarkan sebagai kecapi Muses, ditemukan oleh Hermes, yang memberikannya kepada Apollo sebagai ganti rugi atas perampokan yang dilakukannya terhadapnya. Selanjutnya Apollo memberikannya kepada Orpheus, dan ketika dia meninggal, Zeus mengubah Lyre menjadi rasi bintang.